Allah Menyelamatkan Kita & Anak Cucu Kita untuk Selamanya

Renungan Harian Misioner
Jumat, 7 Februari 2020
P. S. Rikardus, S. Koleta
Sir. 47:2-11; Mzm. 18:31,47,50,51; Mrk. 6:14-29

Yohanes Pembaptis yang sudah dibunuh ternyata masih tetap menakutkan bagi Raja Herodes, sampai-sampai ia menduga bahwa Yohanes yang sudah dipenggalnya itu bangkit lagi. Dalam pandangan bangsa Israel pada waktu itu, Yesus yang hadir dan memanggil orang kepada pertobatan, telah menyerukan ajakan yang sama seperti ajakan nabi-nabi terdahulu. Apa yang dilakukan oleh Yesus inilah, yang harus kita wartakan sebagai Kabar Baik bagi semua orang supaya mereka percaya dan bertobat, serta menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Sama seperti pada diri kita sendiri, kita telah menerima dan percaya bahwa dalam nama-Nya ada keselamatan kekal, sehingga kita diberi kuasa supaya menjadi anak-anak Allah (Yoh. 1:12; Kis. 4:12). Sambil berseru kepada Tuhan Yang Mahatinggi, kita memohon agar Tuhan memberi kekuatan kepada kita agar supaya kita dapat menaklukkan orang-orang yang hidupnya tidak sesuai dengan ajaran Tuhan; mereka mungkin adalah ‘Herodes-Herodes’ yang ada dalam kehidupan kita, mereka yang memegahkan diri mereka atas orang lain sehingga merasa dapat memberikan apa saja kepada orang lain sekehendak hatinya. Orang-orang ini berdosa karena mereka tidak menghormati Allah pemilik segala sesuatu (Sir. 47:5; 1Kor. 3:21).

Kita harus mulai dengan taat pada Firman-Nya, sebab Firman-Nya akan menguduskan kita dalam kebenaran; seperti Yohanes Pembaptis, kebenaran dan kesucian yang kita wartakan, akan membuat hati mereka yang mendengarkannya terombang-ambing namun mereka senang mendengarkannya. Mengapa demikian? Sebab di dalam diri kita tetap ada pengurapan yang telah kita terima dari pada-Nya. Karena itu kita tidak perlu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kita tentang segala sesuatu (dan pengajaran-Nya itu benar, bukan dusta) dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kita, demikianlah hendaknya kita tetap tinggal di dalam Allah. Dan jikalau kita tinggal di dalam Allah, dan Firman-Nya tinggal di dalam kita, maka apa yang kita katakan dan wartakan berasal dari Roh Bapa yang berkata-kata di dalam kita (Yoh. 17:17; Mrk. 6:20; 1Yoh. 2:27; Mat. 10:20).

Bagaimana caranya Allah memampukan kita mempertobatkan sesama kita, hanya Dia yang tahu. Tetapi Jalan Allah itu sempurna, dan janji Tuhan adalah murni, Ia hidup dan akan menyelamatkan kita; kita harus meneladani Daud yang senantiasa menghormati Tuhan, dan dengan kata-kata yang luhur ia menghormati Allah Yang Kudus, Yang Mahatinggi. Daud memuji Tuhan sambil menyanyikan syukur dengan segenap hati di hadapan bangsa-bangsa, menyanyikan mazmur bagi nama-Nya, serta mengasihi Penciptanya. Tuhan akan mengampuni segala dosa kita, mengaruniakan keselamatan kekal dan menunjukkan kasih setia-Nya kepada kita dan kepada anak-cucu kita untuk selamanya (Sir. 47:8,11; Mzm. 18:50-51). (ek)

(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Mendengarkan jeritan para migran: Semoga tangis saudara-saudari kita para imigran, korban kejahatan perdagangan manusia didengarkan, ditanggapi secara serius, dan ditindaklanjuti oleh semua pihak terkait. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Panggilan hidup bakti: Semoga para imam dan kaum religius mampu menjadikan hidupnya inspirasi dan kesaksian bagi kaum muda agar mereka terdorong untuk berani mengikuti panggilan menjadi imam dan hidup membiara. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan kesediaan para Pelayan Pastoral dan Kader awam di Keuskupan agar semakin bersikap dan bertindak adil, dan menjadi cermin Keadilan Ilahi. Kami mohon…

Amin

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s