Basmi Kemiskinan & Diskriminasi – Perjuangkan Pendidikan!

Paus: ‘Pendidikan menyangkut masa depan umat manusia’
Paus Fransiskus mengatakan kemiskinan, diskriminasi, perubahan iklim, globalisasi ketidakpedulian dan eksploitasi manusia, kesemuanya itu mencegah berkembangnya jutaan anak-anak, karena itu Bapa Paus menyerukan panggilan untuk bergabung dengan kekuatan yang ada saat ini agar dapat terwujud perjanjian untuk meluaskan pendidikan.

Terlepas dari tujuan yang dirumuskan oleh PBB dan badan-badan internasional lainnya, Paus Fransiskus mengatakan umat manusia membutuhkan sebuah perjanjian pendidikan yang dibarui “yang bertujuan untuk membentuk orang dewasa yang mampu memperbaiki jalinan hubungan manusia dan menciptakan dunia yang lebih bersaudara.”

Bapa Paus berbicara kepada para peserta di akhir konferensi dua hari di Vatikan pada hari Jumat yang bertema “Pendidikan. Perjanjian Global”. Konferensi ini adalah salah satu dari serangkaian acara menjelang penandatanganan “Perjanjian Global untuk Pendidikan”, yang dipromosikan oleh Paus, di Vatikan pada 14 Mei 2020.

“Kemiskinan, diskriminasi, perubahan iklim, globalisasi ketidakpedulian dan eksploitasi manusia semua mencegah berkembangnya jutaan anak.”

Merenungkan bagaimana pendidikan dasar telah menjadi sebuah “impian normatif di seluruh dunia,” Bapa Paus memuji kemajuan yang telah dilakukan dalam upaya membuat pendidikan dasar hampir menjadi universal seraya juga mempersempit kesenjangan gender.

“Meskipun demikian, setiap generasi perlu mempertimbangkan cara terbaik untuk meneruskan pengetahuan dan nilai-nilainya ke generasi selanjutnya, karena melalui pendidikanlah laki-laki dan perempuan dapat mencapai potensi maksimal mereka dan menjadi sadar, bebas, serta bertanggung jawab.”

Pendidikan menyangkut masa depan kemanusiaan
Dengan demikian, Paus Fransiskus menggarisbawahi, “kepedulian terhadap pendidikan adalah kepedulian bagi generasi masa depan dan masa depan umat manusia. Ini adalah keprihatinan yang berakar dalam harapan dan membutuhkan kemurahan hati serta keberanian.”

Bapa Paus menguraikan fakta bahwa pendidikan bukan hanya tentang meneruskan konsep tetapi juga bahwa hal tersebut menuntut kerja sama dari semua yang terlibat: “keluarga, sekolah dan lembaga sosial, budaya dan agama.”

Suatu Kondisi yang rusak
“Hari ini apa yang saya sebut “perjanjian pendidikan” antara keluarga, sekolah, negara, dan dunia, budaya dan peradaban, sedang dalam krisis, serta memang berada dalam keadaan rusak.” Bapa Paus mencatat bahwa hal tersebut “serius, dan hanya bisa diperbaiki melalui upaya universal kemurahan hati dan kerja sama yang baru.”

Karena itu, semua anggota masyarakat dipanggil, dengan cara tertentu, untuk membarui dan mengonsolidasikan komitmen mereka demi pendidikan.

“Untuk mencapai ini, harus ada integrasi disiplin, budaya, olahraga, sains, relaksasi dan rekreasi; jembatan harus dibangun untuk mengatasi bentuk kandang yang menjebak kita di dalam dunia kecil kita dan untuk meluncurkannya ke laut lepas global dalam upaya menghormati semua tradisi.”

Mengajarkan sebuah budaya dialog dan pertemuan
Bapa Paus menyerukan upaya yang memberi nilai pada tradisi dan budaya sehingga generasi masa depan dapat mengembangkan “pemahaman diri mereka sendiri dengan menemukan dan menyesuaikan keanekaragaman budaya dan perubahan.”

“Ini akan memungkinkan promosi budaya dialog, perjumpaan dan saling pengertian, dalam semangat ketenangan dan toleransi.”

Keluarga-Keluarga, sekolah-sekolah, komunitas-komunitas
Paus Fransiskus secara khusus menyerukan partisipasi yang lebih besar dari keluarga dan komunitas lokal dalam proyek-proyek pendidikan.

Akhirnya, Bapa Paus memuji dan menjunjung tinggi pekerjaan serta tanggung jawab para guru dengan menunjukkan bahwa dalam sebuah wadah pendidikan yang baru, fungsi guru sebagai pendidik harus diakui dan didukung dengan segala cara yang mungkin: “Dengan pengetahuan, kesabaran, dan dedikasi, mereka mengomunikasikan sebuah cara hidup dan bertindak yang mewujudkan kekayaan yang bukan material melainkan spiritual, serta menciptakan laki-laki dan perempuan masa depan.”

07 February 2020
Oleh: Linda Bordoni
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s