Belajar dari Kebijaksanaan Si Raja Muda Salomo

Renungan Harian Misioner
Sabtu, 8 Februari 2020
P. S. Hieronymus Emilianus, S. Yosefina Bakhita
1Raj. 3:4-13; Mzm. 119:9,10,11,12,13,14; Mrk. 6:30-34

Sahabat-sahabat Tuhan Ytk! Salam jumpa di akhir pekan kedua di bulan Februari 2020 ini. Refleksi Biblis Spiritual kali ini mengajak kita merenungkan satu kisah inspiratif yang pesannya berlaku untuk kita semua. Dan kisah inspiratif yang dimaksudkan di sini yakni kisah dari bacaan pertama hari ini yakni kisah permintaan raja Salomo yang baru saja dipilih menggantikan ayahnya Daud. Salomo sebagai pemimpin baru Israel menyadari diri bahwa tanpa bantuan Kebijaksaan Allah, dia tidak mampu memimpin bangsa Israel. Maka Salomo tidak meminta kekayaan harta duniawi tetapi KEBIJAKSANAAN agar bisa memimpin umat Tuhan.

Raja muda ini meminta KEBIJAKSANAAN DARI TUHAN karena dirinya tidak mau seperti Adonia, kakaknya yang berambisi menjadi raja dan secara diam-diam tanpa sepengetahuan ayahnya Daud, dia menobatkan diri sebagai raja baru Israel (bdk. 1 Raja 1). Salomo juga tentu menyadari bahwa KEBIJAKSANAAN TUHAN lah yang akan memampukan dirinya memimpin bangsa Israel. Dan Tuhan mengabulkan permintaan Salomo bahkan Tuhan berjanji akan memberikan hal-hal yang tidak diminta Salomo:

“Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum, maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorang pun seperti engkau. Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorang pun seperti engkau di antara raja-raja.”

Saya tampilkan kata-kata jaminan Tuhan kepada Salomo tersebut karena merenungkan kebenaran di balik kata-kata tersebut, kita menemukan bahwa sebenarnya janji jaminan Tuhan tersebut bukan hanya untuk Salomo tetapi untuk siapa saja, termasuk kita juga, yang sungguh mengandalkan Tuhan sebagai sumber kebijksanaan dan penuntun dalam hidup serta kiprah pengabdiannya.

Ajaran Yesus, maupun Salomo berulangkali menampilkan pentingnya menaruh harapan dan hidup menurut kebijksanaan Tuhan. Salah satu ajaran Yesus yang memiliki hubungan erat dengan permintaan Salomo dan janji Tuhan tersebut itu yakni ajaran-Nya untuk mengutamakan lebih dahulu nilai-nilai luhur sebagai penuntun hidup dan yang hal lain yang kita butuhkan akan ditambahkan Tuhan. …carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu (Matius 6:33).

Inilah salah satu Golden Rule dari sekian Golden Rules yang diajarkan Yesus sebagai bukti nyata bahwa Dia sungguh Anak Allah yang penuh Kebijksanaan sejati. Tak mengherankan bila banyak orang mencari Dia untuk ‘menimba’ kebijaksanaan dari diri-Nya. Hal bijak lain yang ditunjukkan Yesus dalam Injil hari ini yakni adanya waktu berdoa. Kesibukan mengajar orang banyak yang datang kepada-Nya tidak membatalkan waktu Dia untuk berkomunikasi dengan Bapa-Nya guna memohon kekuatan, dan tuntunan kebijaksanaan dari Bapa-Nya.

Maka sebagai respons kita akan sapaan Tuhan melalui Sabda-Nya hari ini mari kita renungkan beberapa pertanyaan reflektif berikut:
• Hal apa saja yang saya minta dari Tuhan dan selama ini saya perjuangkan dalam hidup dan kiprah saya? Apakah hal yang saya minta dan perjuangkan selama ini sinkron dengan amanah Tuhan di atas?
• Apakah di sela-sela aktivitas harian, saya meluangkan waktu seperti yang dilakukan Yesus untuk menimba kekuatan, kebijaksanaan dan memaknai aktivitas saya dalam terang jalan Tuhan?

Selamat merenung, Tuhan sumber kebijaksanaan pasti memberkati orang yang selalu menimba kekuatan dan kebijaksanaan dari-Nya. Dan selalu ada nilai ‘plus’ dari kebijaksaan Tuhan untuk hidup kita. Amin.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Mendengarkan jeritan para migran: Semoga tangis saudara-saudari kita para imigran, korban kejahatan perdagangan manusia didengarkan, ditanggapi secara serius, dan ditindaklanjuti oleh semua pihak terkait. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Panggilan hidup bakti: Semoga para imam dan kaum religius mampu menjadikan hidupnya inspirasi dan kesaksian bagi kaum muda agar mereka terdorong untuk berani mengikuti panggilan menjadi imam dan hidup membiara. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan kesediaan para Pelayan Pastoral dan Kader awam di Keuskupan agar semakin bersikap dan bertindak adil, dan menjadi cermin Keadilan Ilahi. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s