Memiliki Hati Seperti Hati Sang Putera

Renungan Harian Misioner
Sabtu, 15 Februari 2020
P. S. Kladius de la Colombiere
1Raj. 12:26-32; 13:33-34; Mzm. 106:6-7a,19-20,21-22; Mrk. 8:1-10

St. Claudius adalah tokoh besar, – bersama dengan St. Margaretha Maria Alacoque – yang menganjurkan orang yang berada dalam kesedihan dan kesepian untuk pergi pada Yesus, agar mendapatkan penghiburan. Pada abad 17, memang banyak orang mengalami kesedihan karena situasi di Tanah Prancis. Dianjurkannya orang untuk mengingat ajakannya itu, setiap Jumat – khususnya Jumat Pertama. Ia mengingatkan umat, betapa Tuhan Yesus penuh per-HATI-an kepada orang yang percaya dan penuh kasih kepadanya. Lambang utamanya adalah “Hati Yesus, yang pada Salib ditusuk tombak sehingga mengalir air dengan darah”: Ia wafat bagi kita manusia, karena mencintai kita.

Sementara itu Santo Paulus berbagi pengalaman imannya, bahwa hidupnya dirangkum dalam cintakasih Sang Kristus. Melalui persahabatannya dengan Kristus itulah Ia memperoleh kemungkinan untuk menjadi anggota Keluarga Allah. Intisarinya adalah, bahwa kalau kita mau selamat secara tuntas, masuklah ke dalam Hati Yesus: dengan demikian, kita dipeluk Sang Putera untuk dicintai Bapa serta dirangkum oleh Roh Cintakasih. Dalam keyakinan itulah Paulus mengundang para muridnya, untuk membangun persahabatan dengan Tuhan Yesus, Sang Penebus.

Penginjil Yohanes juga menegaskan mengenai persahabatan yaitu, bahwa kita diangkat Yesus menjadi sahabat-Nya, hal itu perlu nampak dalam seluruh pribadi umat beriman. Sikap dasar itu pulalah yang menyebabkan Paulus mau diutus ke mana pun, guna menyiarkan cintakasih Hati Yesus dengan mengajak semua muridnya, agar “sehati dengan Tuhan Yesus”. Dalam keyakinan itulah semua murid Yesus akan dapat mengagumi belaskasih Yesus dan bersedia mewartakan Kasih-Nya kepada semua orang. Kalau demikian, kesaksian akan cinta Tuhan dapat membangun Keluarga Cintakasih dan menyebarluaskan cinta kepada siapa pun, tanpa batas; sebagaimana cinta Yesus juga tanpa batas.

Kita sekarang mempunyai Tradisi Jumat Pertama, yang diawali di zaman St. Claudius. Kebiasaan itu perlu dibawa ke dalam lubuk hati yang terdalam, melampaui ritual Jumat Pertama serta Pesta Hati Yesus Yang Mahakudus. Intisarinya: mohon kepada Tuhan Yesus, agar menjadikan hati kita seperti Hati Sang Putera.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Mendengarkan jeritan para migran: Semoga tangis saudara-saudari kita para imigran, korban kejahatan perdagangan manusia didengarkan, ditanggapi secara serius, dan ditindaklanjuti oleh semua pihak terkait. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Panggilan hidup bakti: Semoga para imam dan kaum religius mampu menjadikan hidupnya inspirasi dan kesaksian bagi kaum muda agar mereka terdorong untuk berani mengikuti panggilan menjadi imam dan hidup membiara. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan kesediaan para Pelayan Pastoral dan Kader awam di Keuskupan agar semakin bersikap dan bertindak adil, dan menjadi cermin Keadilan Ilahi. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s