Tunjukkanlah Jalan-Mu pada Kami Ya Tuhan

Renungan Harian Misioner
Sabtu, 29 Februari 2020
P. S. Romanus
Yes. 58:9b-14; Mzm. 86:1-2,3-4,5-6; Luk. 5:27-32

Sahabat-sahabat Tuhan ytk! Salam jumpa lagi melalui pertemuan berhikmah mingguan kita di tanggal spesial 29 Februari ini. Kita ucapkan Selamat HUT spesial bagi saudari-saudari yang merayakan HUT di hari spesial ini karena tanggal ini ada hanya sekali dalam 4 tahun.

Berkenaan dengan pertemuan berhikmah mingguan kali ini, kita diajak merenungkan pesan Sabda Tuhan yang setia menyapa dan mau menuntun jalan hidup kita termasuk di masa puasa ini. Judul renungan di atas mengarahkan perhatian kita, bersama pesan Mazmur hari ini dari Mazmur 86, MERENUNGKAN JALAN-JALAN YANG DITUNJUKKAN TUHAN KEPADA KITA khususnya di masa tobat ini.

Yesus, sebagai Jalan, Kebenaran dan Hidup memberikan arahan bagi kita melalui kata-kata-Nya di Injil hari ini: Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat. Dari konteks teks, kata-kata Yesus ini ditunjukan kepada orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang mengkritisi tindakan-Nya memanggil Lewi, si pemungut cukai untuk mengikuti-Nya.

Yesus tentu tahu sikap batin mereka yang suka mengklaim diri orang benar dan sok suci serta suka ‘menunjuk jari’ kepada sesama mereka. Kebiasaan suka mempersalahkan sesama ternyata terbawa juga dalam sikap mereka kepada Tuhan. Mereka tak segan-segan mempersalahkan Tuhan guna mengklaim diri mereka sebagai orang benar, kaum penegak hukum. Bisa bayangkan kalau Tuhan saja mereka persalahkan apalagi sesama. Mengapa mereka bisa berpikir dan bersikap demikian? Bisa saja karena mereka sudah terbiasa membiarkan diri ‘digiring’ oleh hukum horizontal ala dunia dan segala logika berpikir serta interpretasi manusiawi duniawi mereka.

Kalau dosa diartikan juga sebagai cara pikir dan sikap hidup yang berlawanan dengan jalan Tuhan maka tindakan kaum Farisi dan Ahli Taurat itu adalah suatu tindakan dosa. Maka Yesus sebenarnya mau menyadarkan mereka secara implisit bahwa mereka juga orang-orang berdosa yang butuh pertobatan. Di Matius 23: 27 Yesus secara terbuka dan tegas mengatakan kepada mereka bahwa mereka itu ibarat kuburan yang berlabur putih di bagian luar namun bagian dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran simbol dosa mereka. Karena tindakan mereka mempersalahkan Yesus sebenarnya menunjukkan kerapuhan mereka yang sok suci dan sok benar tetapi mereka sendiri tidak memahami dan bahkan tidak melakukan jalan kasih Tuhan yang dikehendaki Tuhan.

Melalui kata-kata-Nya di Injil hari ini, Yesus sebenarnya mau memperjelas kepada mereka juga bahwa jalan kasih Tuhan itu berlaku inklusif-universal bagi semua orang termasuk orang berdosa yang tidak lain adalah diri mereka sendiri. Maka mereka juga butuh pertotabatan dari kesukaan mereka bertameng diri pada hukum-hukum horizontal dan segala logika berpikir picik mereka yang mengaburkan makna jalan kehendak Tuhan yang sebenarnya yakni jalan kasih bagi semua orang.

Sahabat-sahabat Tuhan ytk, Injil tersebut diperdengarkan kepada kita di masa tobatnya dengan maksud menjadi suatu ajakan reflektif bagi kita semua karena siapa pun dia yang namanya manusia bukan makhluk sempurna. NO MAN IS PERFECT. Menyangkal hal ini sama dengan menyangkal siapa diri kita sebagai makhluk yang tak sempurna. Maka kisah ini hari ini menjadi suatu ajakan bagi kita masing-masing untuk menggunakan masa puasa dan tobat ini untuk merenungkan secara jujur dan ikhlas perilaku hidup masing-masing.

Mari di masa tobat ini kita masing-masing merenungkan ‘plus-minus’nya diri kita selama ini sembari membangun tekad untuk mengupayakan hal-hal yang patut diperbaiki, serta meneruskan hal-hal baik, benar dan luhur yang telah dihidupi selama ini. Mudah-mudahan doa ‘SAYA MENGAKU’ tidak sekedar doa liturgis dalam ekaristi kudus atau ibadat tetapi sungguh merupakan ekspresi batin kita di hadirat Tuhan yang Mahatahu, serta menyegarkan komitmen pertobatan kita. Jangan lupa luangkan waktu merenungkan pesan Nabi Yesaya di bacaan pertama hari ini tentang bagaimana caranya agar hidup kita menjadi terang bagi sesama.

Selama merenung, Tuhan memberkati selalu. Amin.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Mendengarkan jeritan para migran: Semoga tangis saudara-saudari kita para imigran, korban kejahatan perdagangan manusia didengarkan, ditanggapi secara serius, dan ditindaklanjuti oleh semua pihak terkait. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Panggilan hidup bakti: Semoga para imam dan kaum religius mampu menjadikan hidupnya inspirasi dan kesaksian bagi kaum muda agar mereka terdorong untuk berani mengikuti panggilan menjadi imam dan hidup membiara. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan kesediaan para Pelayan Pastoral dan Kader awam di Keuskupan agar semakin bersikap dan bertindak adil, dan menjadi cermin Keadilan Ilahi. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s