“Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”

RINGKASAN PESAN PAUS FRANSISKUS UNTUK HARI ORANG MUDA SEDUNIA KE-35 (TINGKAT KEUSKUPAN) TAHUN 2020

Paus Fransiskus dalam pesannya untuk Hari Orang Muda Sedunia tingkat keuskupan tahun 2020, mengundang kaum muda untuk menjadi murid-murid misioner serta memberikan gairah dan impian mereka bebas kendali.

Pesan ini disampaikan dua tahun menjelang Hari Orang Muda Sedunia berikutnya, yang akan berlangsung di kota Lisbon (Portugal) pada tahun 2022 dan dalam kurun tersebut, Paus Fransiskus mengundang kaum muda untuk merenungkan tema Hari Orang Muda Sedunia tingkat keuskupan tahun 2020 dan 2021.

“Bangkitlah” dalam tahun 2020

“Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!” merupakan tema tahun 2020 yang dikutip dari Injil Lukas 7:14 dan sementara itu tahun 2021 bertemakan “Bangunlah dan berdirilah. Aku menetapkan engkau menjadi saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat” yang dikutip dari Kisah Para Rasul 26:16.

Fokus perhatian pesan Paus Fransiskus untuk tahun ini, yang terbagi menjadi lima bagian, yang ditujukan bagi kaum muda yang telah kehilangan daya hidup, impian, optimisme dan kegairahan, adalah masih adanya harapan.

Harapan tersebut ada di dalam diri Yesus, kata Paus Fransiskus, yang berdiri di hadapanmu seperti dulu ketika Ia berdiri di hadapan anak laki-laki dari seorang janda yang telah mati, dan dengan segenap kuasa kebangkitan-Nya, Ia mendesakmu: ‘Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!’.

Perikop Kitab Suci, Paus Fransiskus menjelaskan, “memberitahu kita bagaimana Yesus, ketika memasuki kota Nain di Galilea, sampai pada iring-iringan pemakaman seorang anak muda, anak laki-laki satu-satunya dari seorang janda. Yesus, dilanda kesedihan yang memilukan dari perempuan itu, secara ajaib menghidupkan kembali anak laki-laki tersebut”.

Kesusahan dan Kematian

Di bagian pertama pesan itu, Paus Fransiskus bercermin pada “kemampuan Yesus untuk melihat kesusahan dan kematian”. Beliau menunjukkan bahwa Yesus, di tengah-tengah orang banyak, bisa membaca wajah seorang perempuan yang sangat kesusahan. Kemampuan-Nya untuk melihat menghasilkan perjumpaan, sumber kehidupan baru.

Di dunia dewasa ini, Paus Fransiskus bertanya, seberapa sering kita menjadi saksi-saksi berbagai peristiwa tanpa pernah mengalaminya secara langsung? Kadang-kadang, beliau menambahkan, “reaksi pertama kita adalah mengambil gambar dengan gawai kita, tanpa repot-repot menatap mata orang-orang yang terlibat”.

Paus Fransiskus kemudian mengatakan bahwa banyak kaum muda “mati” karena mereka merasa putus asa. Orang muda lainnya, beliau melanjutkan, “menyia-nyiakan hidup mereka dengan hal-hal yang dangkal, berpikir mereka hidup sementara pada kenyataannya benak mereka sudah mati”.

“Berbagai situasi buruk”, kata Paus Fransiskus, “juga bisa merupakan hasil dari kegagalan pribadi, setiap kali kita peduli akan sesuatu, kita berketetapan hati bahwa sesuatu tersebut tampaknya tidak lagi berfungsi atau memberikan hasil yang diinginkan”. Beliau menggarisbawahi, “Tetapi kegagalan, adalah bagian dari kehidupan setiap manusia; terkadang kegagalan juga bisa menjadi rahmat”.

Hati yang Iba

Dalam bagian kedua pesannya, Paus Fransiskus menekankan agar kaum muda “memiliki rasa iba”. Paus Fransiskus menasehati kaum muda untuk tidak dirampok dari kepekaan ini. “Jika kamu dapat belajar menangis bersama orang-orang yang sedang menangis, kamu akan menemukan kebahagiaan sejati”, kata Paus Fransiskus. “Begitu banyak orang sezamanmu yang dirugikan serta menjadi korban kekerasan dan penganiayaan. Biarkan luka-luka mereka menjadi luka-lukamu, dan kamu akan menjadi pembawa harapan di dunia ini”.

Kedekatan Allah

Tampil ke muka dan “menjamah” adalah bagian ketiga pesannya, dan Paus Fransiskus mencatat bagaimana Yesus dalam perikop dari Injil Lukas menghentikan iring-iringan pemakaman dan menunjukkan kedekatan-Nya. “Jamahan Yesus, Sosok yang hidup, menjangkitkan kehidupan”, kata Paus Fransiskus.

Paus Fransiskus mengatakan bahwa “jika kamu dapat merasakan kasih Tuhan yang sangat besar bagi setiap makhluk hidup – terutama bagi saudara-saudari kita yang mengalami kelaparan dan kehausan, atau sakit atau telanjang atau berada di dalam penjara – maka kamu akan dapat mendekati mereka sebagaimana yang dilakukan Yesus”.

Sabda Ilahi Memberikan Makna Kehidupan

Di bagian kedua pesannya, Paus Fransiskus menulis bahwa “orang-orang yang tidak berada dalam sebuah perjalanan tidak pernah jatuh; sekali lagi, mereka juga tidak bergerak maju”. “Kehidupan ini benar-benar sebuah ciptaan baru, sebuah kelahiran baru, bukan hanya sebentuk pengondisian psikologis”, kata Paus Fransiskus.

Paus Fransiskus juga menekankan bahwa kaum muda perlu melihat lebih dalam daripada sekadar frasa dan kata-kata yang mutakhir. Beliau mengatakan, Sabda Yesuslah yang berkumandang yang lebih dalam, karena “Sabda itu berjalan jauh lebih dalam. Sabda yang ilahi dan berdaya cipta, yang satu-satunya dapat menghidupkan orang mati”.

Undangan untuk Bermimpi

Dalam bagian akhir pesannya yang berjudul “Menjalani kehidupan baru sebagai ‘orang-orang yang bangkit'”, Paus Fransiskus kembali merujuk pada perikop Injil yang menceritakan bahwa anak muda itu “mulai berbicara”.

Mereka yang dijamah dan dipulihkan oleh Yesus, kata Paus Fransiskus, “segera berbicara dan mengungkapkan tanpa ragu atau takut apa yang telah terjadi di dalam diri mereka : kepribadian, keinginan, kebutuhan, dan impian mereka”.

Mengakhiri pesannya, Paus Fransiskus menunjukkan bahwa dewasa ini, “kita sering ‘terhubung’ tetapi tidak berkomunikasi. Penggunaan perangkat elektronik yang sembarangan dapat membuat kita terus terpaku pada layar”.

Dengan Pesan ini, Paus Fransiskus menulis, “Saya ingin bergabung dengan kamu, kaum muda, dalam menyerukan sebuah perubahan budaya, yang berlandaskan pada perintah Yesus untuk ‘bangkit’. Ia memanggil kita untuk merangkul sebuah kenyataan yang jauh lebih dari sekadar virtual”.

“Bangkitlah!”, Paus Fransiskus menambahkan, juga merupakan undangan untuk “bermimpi”, “mengambil resiko”, “berketetapan hati untuk mengubah dunia, menyalakan kembali harapan dan aspirasimu, dan merenungkan langit, bintang-bintang dan dunia di sekitarmu”, beliau menambahkan.

Paus Fransiskus juga mengundang kaum muda untuk “memberikan gairah dan impian mereka bebas kendali”, dan, melalui mereka, menawarkan kepada dunia, Gereja dan kaum muda lainnya sesuatu yang indah, baik dalam ranah jiwa, seni atau masyarakat … Jadikanlah suaramu terdengar”.

Hari Orang Muda Sedunia 2020 Tingkat Keuskupan pada tahun ini diperingati pada Minggu Palma, 5 April 2020.
___

(P.S.)

 

Lihat selengkapnya Pesan Paus untuk Hari Orang Muda Sedunia 2020: disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s