Berbakti Setia Kepada Tuhan dan Sesama

Renungan Harian Misioner
Sabtu, 7 Maret 2020
Hari Biasa Pekan I Prapaskah
P. S. Pepertua, S. Felisitas
Ul. 26:16-19; Mzm. 119:1-2,4-5,7-8; Mat. 5:43-48

Sahabat-Sahabat ytk! Salam jumpa di akhir pekan pertama bulan Maret dan di juga di masa tobat ini. Kita masing-masing sedang berjuang menghayati tobat, puasa dan pantang selama masa 40 hari ini. Menariknya setiap hari kita diarahkan oleh Sabda Tuhan selama masa ‘retret agung 40 hari’ untuk merenungkan pesan-pesan berhikmah yang berdaya guna bagi kehidupan kita sebagai anak-anak Tuhan.

Hari ini paling kurang ada 2 pesan berhikmah yang bisa kita renungkan baik secara pribadi maupun secara bersama.

Pertama, Tuhan setia menjadi penjamin hidup manusia. Kitab Ulangan bab 26 dalam bacaan pertama hari ini berkisah tentang janji Allah kepada umat Israel melalui Nabi Musa. Allah berjanji menjadi pelindung dan penjamin mereka. Dan Allah meminta mereka agar mereka pun setia berbakti kepada-Nya sebagai Allah Penjamin hidup mereka. Merenungkan konkretisasi janji ini dalam sejarah bangsa Israel, kita menemukan bahwa Allah selalu setia menjaga bangsa Israel namun bangsa Israel ‘jatuh-bangun’ dalam menepati janji mereka.

Apa pesan teks ini untuk kita di masa ini? Kisah ini diperdengarkan kepada kita di masa tobat ini sebagai suatu ajakan bagi kita untuk merenungkan perjuangan kita menghayati janji-janji yang telah kita ikrarkan, entah sebagai rohaniwan, suami-istri, pejabat publik, dsbnya. Masihkah kita tekun setia berbakti sesuai janji-janji yang pernah kita ikrarkan?

Kita masing-masing tahu baik sejauh mana kita menghayatinya di hadapan Allah yang begitu setia pada kita. Apresiasi patut diberikan kepada saudara dan saudari yang telah terbukti sekian lamanya tekun setia dengan segala kemanusiaan dalam memperjuangkan ikrar janji pengabadian Tuhan dan sesama. Jadikanlah masa retret agung ini menjadi momen penyegar tekad perjuangan kita untuk terus berupaya mengikuti dan melayani Tuhan dan sesama.

Mengesankan bahwa Gereja menggandengkan kisah janji Allah dan Bangsa Israel ini dengan Sabda Yesus tentang pengampunan dan berani kembali mengasihi orang-orang yang berbuat jahat kepada kita. Apakah ini kebetulan? Inilah poin kedua yang hendak kita renungkan. Tentu Bunda Gereja tahu bahwa salah satu upaya kita dalam menghayati janji Tuhan di ziarah hidup panjang ini adalah perjuangan mengampuni sesama dan kembali hidup dalam kasih persaudaraan sebagai anak-anak Tuhan yang hidup dalam kebaikan kasih Tuhan.

Maka ajakan Yesus ini ditampilkan kepada kita juga di masa tobat ini untuk direnungkan dan diupayakan pengamalannya. Benar bahwa perjuangan ini tak segampang membalikkan telapak tangan karena butuh kerelaan dan pengobanan tersendiri khususnya di saat kita harus mengampuni dan mengasihi lagi dengan hati yang tulus terhadap orang-orang yang jelas-jelas berbuat salah, yang menyakiti, yang menfitnah, yang berupaya merusak hidup dan perjuangan kita hanya karena kepentingan-kepentingan ego mereka baik kepentingan pribadi maupun kelompok.

Tuhan tentu tahu berapa banyak anak-anak-Nya yang membiarkan diri mereka sekian lama dililit oleh ‘lingkaran setan’ sakit hati, luka batin, jengkel, amarah yang membara, dendam kesumat hanya karena lalai menghayati ajaran Tuhan untuk siap sedia mengampuni sesamanya. Akibatnya mereka hidup dalam lilitan energi negatif dalam diri mereka sendiri.

Maka Yesus mau menyadarkan kita melalui ajaran-Nya ini bahwa meskipun dunia tentu punya cara pandang dan perlakuan tersendiri terhadap kenyataan: percekcokan, disakiti, diperlakukan tidak adil, dsbnya; namun sebagai pengikut Tuhan, kita harus berani dan rela menghayati ajaran pengampunan dan mengupayakan kasih sejati dalam hidup dan kebersamaan kita. Sekali lagi mungkin untuk segelintir orang yang sudah terlanjur lama menempuh jalan amarah dan dendam, tentu sulit untuk menghayati Sabda Tuhan ini. Namun mari kita renungkan kata-kata berikut:

Tak untung dan faedahnya hidup dalam rasa jengkel, amarah, sakit hati, luka batin apalagi dendam kesumat. Malah diri kita yang berisiko menanggung efeknya karena situasi ini ibarat memasukan racun dalam diri. Sehingga membiarkan situasi ini menguasai kita sama dengan saya yang meminum racun dan mengharapkan orang lain yang mati, padahal siapa yang minum racun dia akan mati.

Daripada menerapkan hukum balas dendam yang merusak kebersamaan lebih baik menerapkan ajaran pengampunan dan hukum kasih sejati Tuhan yang mendatangkan damai, sukacita dan kebahagiaan dalam hidup kita. Kesediaan mengampuni dan rela memaafkan secara ikhlas serta kemauan menjalin relasi yang tulus akan mendatangkan manfaat dan energi positif dalam diri dalam ziarah hidup dan karya pengabdian kita. Kita pun akan terbantu mengarahkan fokus perhatian kita hal-hal luhur dan karya-karya yang berdaya guna bagi Tuhan dan sesama.

Mari gunakan masa retret agung 40 hari merenungkan kesetiaan kita dalam menghayati janji kita dan terus mengupayakan jalan kasih persaudaraan yang ikhlas dalam kebersamaan kita. Tuhan pasti memberkati kita.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Umat Katolik di Cina: Semoga umat Katolik di Cina bertahan dalam keteguhan iman pada Injil dan bertumbuh dalam persatuan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pasar tradisional: Semoga di tengah merebaknya mal-mal modern, pasar-pasar tradisional tetap bisa berfungsi dan memperoleh hak hidupnya sehingga pedagang-pedagang kecil tetap bisa menjalankan aktivitas ekonominya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menghunjukkan Masa Prapaskah: untuk menjadi masa Penyelenggaraan Latihan Keadilan bagi seluruh umat Keuskupan kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s