Saat Tuhan Memanggil – Bergegaslah Berangkat!

Renungan Harian Misioner
Minggu, 8 Maret 2020
Hari Minggu Prapaskah II
Kej. 12:1-4a; Mzm. 33:4-5,18-19,20,22; 2Tim. 1:8b-10; Mat. 17:1-9

Proyek dan ambisi menara Babel mengacaukan bahasa manusia. Mereka diserakkan ke seluruh bumi (Kej. 11:9). Manusia pergi ke mana-mana tanpa aturan, sendiri-sendiri, tanpa visi dan misi. Maka, TUHAN memilih sepasang suami-isteri: Abram dan Sarai sebagai teladan bagaimana “pergi sesuai rencana-Nya”! Cerita klasik ini mencuatkan beberapa pesan. Pertama, “panggilan Abram” adalah kisah panggilan bersama: ia dan Sarai isterinya. Ada satu panggilan dan misi dari Allah, yang mereka jalani berdua! Sebagaimana awal dunia ditandai oleh panggilan dan misi laki-laki dan perempuan, demikian juga awal bangsa ditandai panggilan suami-isteri. Janganlah cerita ini dibaca sebagai kisah Abram saja. Bukankah Sarai juga akan mengalami semua suka-duka suaminya? Kejadian 12-50 secara tidak adil selalu saja dinamakan “Kisah Bapak-Bapak Bangsa”: cerita para Bapak, suami dan anak laki-laki. Padahal, ada begitu banyak andil para isteri, gadis, pelayan dan anak-putri.

Kedua, Abram dan Sarai diminta TUHAN untuk meninggalkan tiga akar dan andalan utama dalam hidup mereka, yaitu: negeri, kaum sesuku dan keluarga-besar serumah. Keduanya dipanggil untuk meninggalkan pola hidup statis dan ruang lingkup yang sempit. Allah selalu meminta Anda dan Saya untuk “pergi”: keluar, bergerak dan berjumpa dengan manusia serta pengalaman yang tak terduga. Ia ingin kita hidup dan terbuka dengan pelbagai kemungkinan. Seperti pengalaman Abram, misi Anda dan Saya sifatnya “pergi”: keluar dan berangkat, siap dan terbuka, tinggalkan zona aman dan semua andalan. Itulah sikap iman warisan Abram dan Sarai: hanya mengandalkan tuntunan, penyelenggaraan dan kejutan dari TUHAN.

Ketiga, TUHAN mengimbangi 3 hal yang mereka tinggalkan dengan 3 hal yang akan Ia berikan. Abram dan Sarai akan menjadi bangsa besar, diberkati dan termasyhur. Tiga janji TUHAN ini amat umum dan tidak konkret. TUHAN ingin Abram dan Sarai percaya saja. Tidak usah tanya bagaimana. Pokoknya pergi saja. Biarkan TUHAN yang melaksanakan janji-Nya! Karena itu, TUHAN juga tidak merinci tempat baru itu. Pokoknya: “ke negeri yang akan Aku tunjukkan kepadamu”. Jangan tanya di mana. Berangkat saja. Biarkan TUHAN yang menghantar dan menunjukkan tempat sesuai rencana-Nya!

Keempat, selain tidak jelas, janji Allah juga tidak masuk akal. Mengapa? Sebab sejak awal (Kej. 11:30) sudah dikatakan bahwa Sarai mandul. Bagaimana mungkin keduanya dapat menjadi bangsa besar? Banyak anak dan keturuanan adalah tanda berkat TUHAN. Tetapi bagaimana hal itu dapat terlaksana dengan isteri yang tak dapat mempunyai anak? Untuk zaman itu, tidak masuk akal seorang tanpa keturunan menjadi temashyur! Jadi, panggilan TUHAN memang kabur dan absurd. Panggilan dan misi TUHAN meminta kesiapan untuk melepaskan semua jaminan dan pertimbangan akal sehat!

Kelima, Abram dan Sarai adalah teladan iman bagi kita manusia, yang tak akan pernah sanggup menembus cara TUHAN berpikir. Memiliki iman berarti percaya, bahkan ketika segalanya meragukan dan tidak dapat terlihat secara jelas. Beriman juga berarti taat, mengikuti ke mana pun panggilan Tuhan itu. Saya dan Anda tak lagi menggunakan kalkulasi dunia untuk meragukan atau menawar panggilan tersebut. Tak ada lagi pertimbangan untung dan rugi demi materi atau kenyamanan hidup. Seperti halnya Abram dan Sarai, hidup sepenuhnya dalam iman pada Allah. Berkat iman merekalah, Israel kelak menjadi bangsa besar dan menjadi “terang” bagi bangsa lain. Yesus Kristus juga disebut “anak Abraham” (Mat. 1:1), sebab oleh Dialah janji “berkat” untuk Abram dibagi kepada segenap umat manusia.

(Hortensio Mandaru – Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Umat Katolik di Cina: Semoga umat Katolik di Cina bertahan dalam keteguhan iman pada Injil dan bertumbuh dalam persatuan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pasar tradisional: Semoga di tengah merebaknya mal-mal modern, pasar-pasar tradisional tetap bisa berfungsi dan memperoleh hak hidupnya sehingga pedagang-pedagang kecil tetap bisa menjalankan aktivitas ekonominya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menghunjukkan Masa Prapaskah: untuk menjadi masa Penyelenggaraan Latihan Keadilan bagi seluruh umat Keuskupan kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s