Abu Hanya Simbol – Tuhan Melihat Hati

Renungan Harian Misioner
Kamis, 12 Maret 2020
Hari Biasa Pekan II Prapaskah
P. S. Theofanus
Yer. 17:5-10; Mzm. 1:1-2,3,4,6; Luk. 16:19-31

Nabi Yeremia mengajak umat beriman untuk menaruh diri mereka di Tangan Tuhan, dan tidak di tangan sendiri, atau malah pada materi, sebagaimana rupanya merupakan kebiasaan masyarakat, di sekitar mereka, seperti gurun, tanah dan air. Tidak jarang orang terperangkap dalam keterpukauan pada semesta alam. Lalu tidak jarang, orang mengagungkan benda, alam dan kodrat, sempai ‘menyembahnya’: bahkan melalui hal-hal yang tercakup dalam ritual kebaktian. Intisari persiapan Paskah, bukanlah materi, melainkan pembangunan sikap hati untuk mengandalkan hidup pada Tuhan. Orang dapat tergoda, untuk memutlakkan ‘abu’, ‘tindak matiraga’, ‘tradisi novena’, sebagai penyelamat. Yeremia mengingatkan pentingnya orang menempatkan ‘iman dalam segala tindak langkah orang beriman’. Hanya itulah sikap tepat manusia: kalau mau hidup teguh dan merasakan keindahan bakti kepada Tuhan dalam hidup. Sikap dasar itu perlu dipelihara sampai ke lubuk hati terdalam, karena Tuhan melihat segalanya: lebih dalam dari inti hati (‘St. Agustinus’)…

Sikap orang beriman perlu mengarah kepada Kehendak Tuhan; bukan pada ajaran banyak orang, yang tidak mengenal Allah, atau tipis imannya kepada Allah. Untuk itu perlulah orang menggunakan waktu guna mengenal Allah dengan membaca Kitab Suci serta merenungkannya, supaya meresapi maknanya. Sering kali kita tergoda untuk memuaskan diri dengan membaca saja Alkitab, tetapi kurang merenungkan maknanya yang menyangkut iman kita kepada Tuhan. Harapan penulis Mazmur adalah: supaya umat mencecap-cecap Sabda Allah sampai menikimati makna serta melaksanakannya dengan setia. Muaranya adalah ‘relasi yang mesra dengan Allah, Sang Pemberi Segala’.

Lukas mengingatkan umat, betapa Yesus mengajak para murid, untuk tidak meletakkan kekudusan pada hal-hal lahiriah, tetapi pada sikap batin yang tulus berbakti kepada Tuhan. Perumpamaan yang terpapar di sini menunjukkan betapa orang perlu menilai manusia beriman sampai ke hati: yang terarah kepada Tuhan. Sikap itu dilaksanakan dengan seutuhnya dalam Tuhan Yesus Kristus, yang secara tersirat disebutkan dalam bagian akhir, yakni mau Wafat demi melaksanakan Kehendak Allah, sehinggga dibangkitkan dari mati. Iman menghirup nafas iman itu dalam komunitas beriman, yang mengatasi dunia dan kehidupan.

Iman kepada-Nyalah akan menyelamatkan. Mungkin hal itu juga dapat mengingatkan kita, agar dalam Masa Prapaskah ini, kita memang bermatiraga dan puas matiraga, namun mengisi seluruhnya itu dengan iman kepada Allah. Sebab matiraga dan puasa hanyalah cara kita mengatasi segala kebutuhan dan kenyamanan kemanusiaan kita, untuk sampai kepada Allah. Sebab Allah Putera telah sudi sampai titik darah terakhir menyatukan diri-Nya dengan kita dalam darah-daging manusiawi demi penebusan dan pemuliaan abadi. Marilah kita sendiri-sendiri maupun bersama-sama memohon, agar cintakasih kepada Allah, yang menjiwai seluruh Masa Prapaskah kita, sampai kita merayakan Paskah.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Umat Katolik di Cina: Semoga umat Katolik di Cina bertahan dalam keteguhan iman pada Injil dan bertumbuh dalam persatuan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pasar tradisional: Semoga di tengah merebaknya mal-mal modern, pasar-pasar tradisional tetap bisa berfungsi dan memperoleh hak hidupnya sehingga pedagang-pedagang kecil tetap bisa menjalankan aktivitas ekonominya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menghunjukkan Masa Prapaskah: untuk menjadi masa Penyelenggaraan Latihan Keadilan bagi seluruh umat Keuskupan kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s