“Dengarlah Tuhan – Kasihanilah Kami”

Renungan Harian Misioner
Senin, 23 Maret 2020
Hari Biasa Pekan IV Prapaskah
P. S. Turibius dr Mogrovejo
Yes. 65:17-21; Mzm. 30:2,4,5-6,11-12a,13b; Yoh. 4:43-54

Israel memang adalah bagian dari Keluarga Terpilih, dan karena itu mereka sering menyatakannya dalam pesta dan upacara, sebagai Bangsa Allah. Namun, secara sosial-polisi dan ekonomis serta kultural, menjelang kedatangan Yesus itu, anak cucu Abraham itu merana. Dalam Alkitab mereka, kerap terbaca oleh mereka (setiap Sabat) kemuliaan mereka diwarisi sejak Adam dan Hawa, sejak manusia diciptakan. Namun kepapaan mereka di zaman Yesaya sungguh terasa, Oleh sebab itu, madah kegembiraan dalam Yesaya 65 diperlukan sekali, agar hati Umat Allah terangkat. Lambang-lambang kesuburan dan kesejahteraan disebutkan, agar kegembiraan mewarnai umat menjelang kedatangan Sang Mesias.

Kegembiraan dari Yesaya dilambungkan dengan pendarasan Mazmur, yang mengingatkan umat akan kesatuan dengan Daud, yang penuh sukacita dalam Tuhan. Dalam Mazmur ini, kegembiraan yang menyinari umat berasal dari rumah; maka kain kabung mereka disingkapkan. Artinya, apa pun juga yang memudarkan kedatangan Kabar Gembira, dalam bakti kepada Allah ini disisihkan oleh iman kepada kerahiman Allah. Janji Allah ini tidak akan dilupakan ‘tanpa goyah selama-lamanya’: sebab Allah mencintai Israel, sesudah dukacita begitu lama rupa-rupanya membayangkan kesuraman relasi cintakasih Yahweh dengan Umat-Nya.

Petikan Yohanes ini menggambarkan dua sisi dalam peziarahan Yesus, ketika melaksanakan pengutusan Bapa, yakni “ditolak di dusun sendiri, tetapi disambut penuh gairah di seluruh Tanah Suci”. Dengan gembira, Yohanes mengingat betapa banyak orang Galilea-luas (padahal Nasaret juga di Galilea, walau menolak-Nya) menyambut Yesus dengan pesta raya; di Kana orang menyaksikan dengan sukacita, bagaimana mukjizat “air menjadi anggur” itu mengesankan dan disyukuri orang; Semakin banyak orang menyaksikan kebaikan Tuhan: bahkan orang-orang yang bukan anak cucu Abraham, tetapi ‘pegawai istana’. Yang menjadikan “Kabar Gembira” itu menyelamatkan adalah bahwa dengan demikian tersebarluaslah “iman kepada Yesus”.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Umat Katolik di Cina: Semoga umat Katolik di Cina bertahan dalam keteguhan iman pada Injil dan bertumbuh dalam persatuan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pasar tradisional: Semoga di tengah merebaknya mal-mal modern, pasar-pasar tradisional tetap bisa berfungsi dan memperoleh hak hidupnya sehingga pedagang-pedagang kecil tetap bisa menjalankan aktivitas ekonominya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menghunjukkan Masa Prapaskah: untuk menjadi masa Penyelenggaraan Latihan Keadilan bagi seluruh umat Keuskupan kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s