Prapaskah: Social Distancing Moment

Renungan Harian Misioner
Sabtu, 28 Maret 2020
P. S. Doroteus dr Gaza
Yer. 11:18-20; Mzm. 7:2-3,9bc-10,11-12; Yoh. 7:40-53

Sahabat-sahabat Tuhan ytk! Salam jumpa lagi di akhir pekan PrapaskaH IV ini. Mengingat fokus perhatian kita yang masih tertuju pada serangan virus Corona, maka kita diajak mengaplikasikan situasi ini ke konteks hikmah Sabda Tuhan hari ini. Sabda Tuhan hari ini mengARAHkan perHATIan kita pada suatu titik pengakuan akan pentingnya iman pada Tuhan sebagai jembatan penghubung yang membantu kita mengakui kehadiran dan peran Tuhan dalam hidup kita.

Kita juga melalui Injil hari ini bahwa ada ‘virus-virus rohani’ berupa pemahaman dan mindset keliru tentang Tuhan dan kerja-Nya. Virus-virus itu kelihatan cukup kuat bercokol dalam diri orang-orang Yahudi yang menolak Yesus. Mereka lebih memilih mengikuti konsep-konsep umum dalam kehidupan sosial keagamaan mereka. Akibatnya memblokir hati mereka melihat dan mengenal kehadiran Tuhan. Mereka bahkan mengutuk dan mau membunuh Tuhan.

Hal mengesankan di sini yakni tak semua orang terkontaminasi oleh virus-virus rohani yang mematikan iman itu. Nikodemus (disebut juga di Injil hari ini) adalah orang Yahudi yang hidup juga di tengah situasi sosial demikian. Menariknya, dia tidak terinfeksi virus-virus rohani dari sesamanya. Mengapa demikian? Karena hatinya terbuka pada bimbingan Roh Kebenaran sehingga menuntun dirinya membuat social distancing dengan orang-orangnya yang sudah terinfeksi virus-virus rohani tersebut.

Sembari membuat social distancing secara horizontal dengan sesamanya, dia juga berupaya tetap tinggal dalam rumah (stay at home) imannya dan mau mendekatkan diri secara vertikal dengan Tuhan (get closer to God vertically) guna mendengarkan (listen) Tuhan dan dicerahi oleh kebenaran sejati-Nya. Kerendahan hati Nikodemus mendekatkan diri pada Yesus dan keterbukaan hatinya mendengarkan Tuhan membuat dia mampu mengenal siapa sesungguhnya Yesus yang sebenarnya.

Masa Prapaskah adalah masa bagi kita membuat social distancing secara horizontal dengan sesama dan dunia sekitar guna memberi ruang dan waktu lebih lama di rumah (home) hati kita seperti Nikodemus untuk mendekatkan diri pada Tuhan serta membiarkan diri kita dicerahi oleh Sabda-Nya sehingga kita semakin bertumbuh dalam pengetahuan dan jalan iman yang benar. Karena pertumbuhan dalam iman yang baik dan benar akan menjadi masker rohani bagi kita guna menyaring udara Roh Allah yang sehat ke dalam paru-paru rohani kita. Dengan demikian Nafas-Ruah Allah akan semakin lancar mengalir dan menguasai diri kita serta semakin meningkatkan daya imun rohani kita sehingga kita tidak mudah terinfeksi virus-virus rohani itu. Sebaliknya kita semakin tumbuh dalam iman yang sehat kepada Tuhan dan tetap setia melayani sesama dengan hati yang ikhlas.

Renungkan juga Bait Pengantar Injil hari (Luk. 8:15) “Orang yang setelah mendengar Firman Tuhan, menyimpannya dalam hati yang baik, dan mengeluarkan buah dalam ketekunan”.

Tuhan melindungi dan memberkati kita selalu.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Umat Katolik di Cina: Semoga umat Katolik di Cina bertahan dalam keteguhan iman pada Injil dan bertumbuh dalam persatuan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pasar tradisional: Semoga di tengah merebaknya mal-mal modern, pasar-pasar tradisional tetap bisa berfungsi dan memperoleh hak hidupnya sehingga pedagang-pedagang kecil tetap bisa menjalankan aktivitas ekonominya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menghunjukkan Masa Prapaskah: untuk menjadi masa Penyelenggaraan Latihan Keadilan bagi seluruh umat Keuskupan kami. Kami mohon…

Amin

3 thoughts on “Prapaskah: Social Distancing Moment

  1. Hanya dengan iman dan keyakinan yg kuat padaTuhan, kita mampu melakukan *Social Distancing* baik untuk mencegah virus2 rohani yg mematikan iman kita, maupun untuk mencegah diri kita dari virus Corona yg mematika fisik kita, Tuhan memberkati, Amin

    Like

  2. Terimakasih Pater, sebuah renungan yang menguatkan untuk tetap memelihara iman. Kesehatan rohani dimulai dari Iman kita yang teguh, penyerahan diri atas penyelenggaraan Ilahi menjadi masker yang bukan hanya menyehatkan batin tapi juga raga kira, semoga.

    Like

  3. Terima kasih Pater atas renungannya. Dalam situasi khusus “social distancing moment” Ekaristi melalui live streaming menjadi salah satu cara kita untuk berdoa memohon TUHAN hadir dalam hati kita. Persatuan dari doa-doa umat yang secara khusus ditujukan untuk menghalau badai virus corona agar dapat segera berlalu. Amin

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s