Belas Kasih Allah bagi Orang-orang yang Berada dalam Lembah Kekelaman

Senin pagi, 30 Maret 2020, di Casa Santa Marta, Vatikan, Paus Fransiskus mengawali Misa harian dengan mendoakan “banyak orang yang belum berhasil dalam mengatasi dan tetap berada dalam ketakutan karena pandemi”. Semoga Tuhan membantu mereka”, beliau melanjutkan “untuk memiliki kekuatan mengatasinya demi kebaikan masyarakat dan seluruh komunitas”.

Dalam homilinya, Paus Fransiskus bercermin pada Mazmur Tanggapan (Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6). Beliau kemudian menerapkannya pada dua perempuan yang dihadirkan dalam Bacaan-bacaan liturgi hari itu (Dan. 13:1-9,15-17,19-30,33-63 dan Yoh 8:1-11) yaitu Susana dan perempuan yang kedapatan sedang berbuat zinah.

Paus Fransiskus mengawali homilinya dengan mendaraskan bait pertama Mazmur Tanggapan hari itu (Mzm 23:1-3a). Baik Susana maupun perempuan yang kedapatan sedang berbuat zinah mengalami kehadiran Tuhan di lembah yang kelam, kata Paus Fransiskus. Susana yang tidak bersalah telah dituduh bersalah, perempuan yang satunya telah berbuat dosa. Keduanya dijatuhi hukuman mati. “Para Bapa Gereja melihat sosok Gereja dalam diri kedua perempuan ini: anak-anak yang kudus tetapi berlumuran dosa… Kedua perempuan tersebut putus asa…. Namun Susana percaya pada Tuhan.

Paus Fransiskus membahas tentang dua kelompok laki-laki yang hadir. Kedua kelompok tersebut “memiliki kedudukan dalam gereja”. Kelompok hakim, dan para ahli Taurat. Mereka yang mendakwa Susana bobrok; orang-orang yang menghukum perempuan yang kedapatan sedang berbuat zinah adalah orang-orang munafik.

“Seorang perempuan jatuh ke tangan orang-orang munafik, perempuan lainnya jatuh ke tangan orang-orang yang bobrok. Tidak ada jalan keluar…. Kedua perempuan itu berada di lembah kekelaman… menanti ajal. Perempuan yang pertama, dengan tegas mempercayakan dirinya kepada Tuhan, dan Tuhan campur tangan. Perempuan yang kedua… tahu ia bersalah. Ia malu di depan semua orang…. Injil tidak mengatakannya, tetapi tentu saja ia berdoa dalam batin, meminta semacam pertolongan”.

Baik laki-laki maupun perempuan menerima campur tangan Tuhan. Ia membenarkan Susana dan mengampuni perempuan yang kedapatan sedang berbuat berzinah itu, kata Paus Fransiskus. “Ia mengutuk orang-orang yang bobrok, Ia membantu orang-orang munafik mempertobatkan diri mereka. Ia tidak mengampuni orang-orang yang bobrok, hanya karena mereka tidak mampu memohon pengampunan…. Mereka yakin akan diri mereka sendiri, mereka menghancurkan, dan terus mengeksploitasi orang-orang… Mereka menempatkan diri sebagai pengganti Allah”.

“Tuhan menanggapi kedua perempuan tersebut. Ia membebaskan Susana dari orang-orang yang bobrok… Kepada perempuan yang satunnya Ia mengatakan, ‘Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang'”.

Dalam kasus Susana, Paus Fransiskus melanjutkan, orang-orang memuji Allah. Orang-orang yang hadir bersama Yesus dan perempuan yang kedapatan sedang berbuat zinah “belajar tentang belas kasih Allah”. Inilah pelajaran yang kita semua harus petik karena “kita memiliki kisah masing-masing, dosa-dosa pribadi masing-masing”, kata Paus Fransiskus. Jika kita tidak mengenali dosa-dosa kita sendiri, maka “kita bobrok”.

“Marilah kita memandang Tuhan, yang melakukan keadilan, tetapi yang sangat berbelas kasih… Semoga kita masing-masing, melihat bagaimana Yesus bertindak dalam kedua kasus ini, mempercayakan diri kita pada belas kasih Allah dan berdoa, meyakini belas kasih Allah, memohon pengampunan, karena Allah menuntunku di sepanjang jalan yang benar. Ia setia pada nama-Nya. Jika aku harus berjalan di lembah kekelaman, lembah dosa, tidak akan ada kejahatan yang kutakuti. Engkau berada di sana bersama dengan orang-orang yang berbuat jahat kepada-Mu dan orang-orang yang mengikuti-Mu; dengan ini Engkau memberikan kenyamanan bagiku”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s