PESAN PEMBEBASAN

Renungan Harian Misioner
Hari Rabu, 01 April 2020 
P. S. Hugo
Dan. 3:14-20,24-25,28; MT Dan. 3:52,53,54,55,56; Yoh. 8:31-42

Para sahabat misioner terkasih, minggu-minggu ini atau bahkan bulan-bulan ini kita sedang dirundung wabah virus Corona Covid-19 yang terus menyebar, tak kunjung mereda. Hampir semua lini masa ngomongin bencana ini. Renungan-renungan kita pun terkait dengan pandemi Corona. Tak habis-habisnya kita membicarakan, memikirkan, merasakannya. Sungguh kita dibuat cemas dan seolah kita dibelenggu oleh ancaman virus Covid-19 ini. Kita ingin segera bebas dari cengkeramannya.

Ya, kita ingin bebas! Satu pesan dari sabda Tuhan hari ini pun adalah pesan pembebasan. Baik Kitab Nubuat Daniel maupun Injil memuat pesan pembebasan. Bagai Covid-19 yang mengancam hidup tiap orang, Nebukadnezar raja Babel mengancam Sadrakh, Mesakh dan Abednego: “Jika kamu tidak menyembah, seketika itu juga akan dicampakkan ke dalam api yang menyala-nyala”. Nyawa Sadrakh, Mesakh dan Abednego diujung tanduk karena tidak mau menyembah patung emas. Meski demikian, ketiganya bergeming dan dengan berani menjawab, “Ia (Allah) akan melepaskan melepaskan kami dari api yang menyala-nyala”. Keyakinan Sadrakh, Mesakh dan Abednego demikian teguh tak tergoyahkan. Mereka percaya, maka mereka dibebaskan dan diselamatkan Allah: “Ia (Allah) telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah percaya kepada-Nya”. Percaya pada Allah menjadi kunci pembebasan.

Dalam Injil pun, Tuhan Yesus berkata kepada yang percaya pada-Nya, “Jika kamu tetap dalam sabda-Ku, maka kamu benar-benar murid-Ku, dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan (membebaskan) kamu”. Percaya pada Yesus menjadi kunci pembebasan.

Buah pembebasan adalah damai, tenteram. Setiap orang menginginkan damai dan tenteram dalam hidup. Namun, kenyataannya impian damai itu kerap kali tidak tergapai. Mengapa? Karena, orang terbelenggu oleh api yang menyala-nyala. Api ini bisa berbentuk api ketakutan, api kecemasan, api kekhawatiran, api kepanikan, api kegalauan, api kebencian, api keirihatian, api kemarahan, api cemburu, dan api-api yang lain yang terus menyala-nyala.

Di saat serbuan pandemi Corona Covid-19 ini, api-api itu berkobar, menyala semakin besar. Api itu terus menyulut kepanikan, kecemasan, kecurigaan, kesembronoan. Kita menjadi makin terbelenggu, tidak bebas dan tidak damai. Oleh karena itu, orang butuh pembebasan.

Bagaimana bisa dibebaskan? Kalau orang mau percaya dan berkajang dalam Sabda. Hendaknya kita percaya dan taat pada pemerintah sebagai pengampu kebijakan yang telah bersungguh-sungguh memikirkan, merencanakan, dan memutuskan hal-hal yang perlu dipatuhi dan dijalankan bersama. Di samping itu, kita harus terus-menerus berkajang dalam Sabda Tuhan, percaya akan penyelenggaraan Ilahi. Waktu-waktu ini kita diundang untuk semakin intim dengan Tuhan yang bersabda. Kalau selama ini, kita lebih sering meratap, mengeluh, memohon. Saat-saat ini kita diundang untuk lebih mau mendengarkan Allah yang berbicara, membiarkan Sabda-Sabda-Nya mengalir, meresap dan berdiam dalam hati kita. Membiarkan Sabda-Nya menguasai dan menuntun hidup kita. “Jika kamu tetap dalam sabda-Ku, Aku akan memerdekakan kamu”.*** (NW)

(RD. M Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Menolong mereka yang kecanduan: Semoga saudara-saudara kita yang menderita karena kecanduan, dalam bentuk apapun, bisa mendapatkan pertolongan dan pendampingan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membentuk budaya membaca: Semoga Gereja berkenan mencari sarana-sarana konkret untuk melatih keluarga-keluarga Katolik dalam menghidupi dan meningkatkan budaya literasi baca. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Berkatilah umat di Keuskupan kami: agar para wanita dan anak mengalami dan melaksanakan keadilan dalam keluarga Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s