Orang-orang Miskin Selalu Ada Bersama Kita

“Di mana ada kepadatan penduduk, di situlah ada bahaya dalam pandemi ini yang akhirnya menjadi sebuah tragedi yang besar. Marilah kita mendoakan orang-orang yang bertanggung jawab, dan orang-orang yang perlu membuat keputusan di bidang ini, agar mereka dapat menemukan cara yang benar dan kreatif untuk mengatasi permasalahan tersebut”, kata Paus Fransiskus mengawali Misa harian Senin pagi, 6 April 2020, di kapel Casa Santa Marta, Vatikan.

Orang miskin selalu bersamamu

Dalam homilinya, Paus Fransiskus bercermin pada Bacaan Injil hari itu (Yoh 12:1-11) yang mengisahkan Maria – saudara perempuan Lazarus dan Marta – mengurapi kaki Yesus dengan minyak narwastu murni yang mahal harganya. Peristiwa itu memancing kegeraman Yudas yang dibalas Yesus dengan sebuah pernyataan yang penuh teka-teki. Paus Fransiskus memusatkan homilinya pada kata-kata Yesus: “Karena orang-orang miskin selalu ada bersamamu”.

Bendahara yang tidak setia

Paus Fransiskus mengatakan bahwa Yudas tampaknya memikirkan orang miskin, tetapi bukan karena mereka benar-benar berarti baginya. Yang menjadi kepeduliannya adalah uang. Ia memegang kas umum dan seorang pencuri.

Paus Fransiskus mengatakan bahwa selalu ada seseorang dengan karakteristik ini.

“Kisah bendahara yang tidak jujur ini selalu kekinian : mereka selalu ada di sekitar, bahkan pada kalangan atas. Kita memikirkan beberapa organisasi amal atau kemanusiaan yang memiliki banyak, banyak pegawai dengan struktur padat karya dan hanya sekitar 40% dari sumbangan yang diberikan kepada orang miskin karena 60% sisanya dipergunakan untuk membayar gaji banyak pegawai tersebut. Inilah cara merampas uang orang miskin”.

Orang-orang miskin yang tersembunyi

Paus Fransiskus mengatakan perkataan Yesus tentang orang-orang miskin selalu ada pada kita adalah benar. Tetapi, kata Paus Fransiskus, yang kita lihat di jalan hanyalah puncak gunung es.

“Kebanyakan orang miskin adalah orang-orang yang tidak kita lihat: orang-orang miskin yang tersembunyi. Dan kita tidak melihat mereka karena kita memasuki budaya ketidakpedulian yang menyangkal keberadaan mereka. Jadi kita mengatakan, ‘Tidak, tidak banyak. Kamu tidak melihat banyak orang miskin’. Dan kita meminimalkan kenyataan orang miskin. Tetapi ada sangat banyak orang miskin”.

Bahkan mereka yang tidak acuh terhadap kehadiran orang miskin dapat datang untuk melihatnya sebagai “hiasan dalam sebuah kota, seperti patung”, kata Paus Fransiskus, “seolah-olah itu lumrah”.

Korban sistem perekonomian

Paus Fransiskus mengatakan banyak orang miskin menjadi korban dari sistem ekonomi dan keuangan, tetapi terlalu sungkan untuk meminta bantuan. Mereka berjuang untuk mencapai akhir bulan, bahkan kalaupun mereka memiliki pekerjaan.

Paus Fransiskus kemudian menceritakan sebuah kisah ketika beliau menjabat Uskup Agung Buenos Aires, Argentina.

“Suatu hari, seseorang memberitahu saya tentang sebuah pabrik yang terbengkalai yang di dalamnya sekitar 15 keluarga telah tinggal selama beberapa bulan sebelumnya. Saya pergi ke sana. Ada keluarga-keluarga dengan anak-anak, dan masing-masing merasa berhak menempati sebuah bagian pabrik. Setelah mendekat, saya melihat bahwa setiap keluarga memiliki perabot bagus, yang menunjukkan kelas menengah, dengan seperangkat televisi. Tetapi mereka terluka di sana karena mereka tidak bisa membayar sewa. Mereka adalah kaum miskin baru yang terpaksa meninggalkan rumah mereka karena mereka tidak mampu membelinya. Inilah ketidakadilan sistem ekonomi atau keuangan yang telah menjadikan mereka seperti itu”.

Yesus selalu hadir pada orang-orang miskin

Sebagai akhir homilinya, Paus Fransiskus mengingatkan pertanyaan Yesus yang pertama pada Hari Penghakiman: “Bagaimana kamu memperlakukan orang miskin? Apakah kamu memberi mereka makan? Apakah kamu mengunjungi orang-orang yang berada dalam penjara, di rumah sakit? Apakah kamu membantu janda dan anak yatim? Karena Aku ada di sana”.

Paus Fransiskus mengatakan bahwa kita akan diadili “menurut hubungan kita dengan orang miskin”.

“Jika hari ini aku mengabaikan orang miskin, mengesampingkan mereka dan bertindak seolah-olah mereka tidak ada, Tuhan akan mengabaikanku pada Hari Penghakiman. Ketika Yesus mengatakan, ‘Orang-orang miskin selalu ada pada kamu’, Ia mengatakan, ‘Aku akan selalu bersamamu di dalam diri orang miskin. Aku akan hadir di sana’. Dan ini bukan tindakan seperti orang komunis. Ini adalah pusat Injil: kita akan dihakimi atas hal ini”.

Homili lengkapnya: baca disini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s