Kita Semua Hamba Allah yang Dipilih untuk Melayani

“Hari ini saya ingin mendoakan semua orang yang menderita hukuman yang tidak adil karena penganiayaan”

Demikian kata Paus Fransiskus mengawali homilinya dalam Misa harian Selasa pagi, 7 April 2020, di kapel Casa Santa Marta, Vatikan. Paus Fransiskus menjelaskan bahwa Yesus pun diburu oleh para ahli Taurat meskipun Ia tidak bersalah.

Kita Semua Dipilih

Dalam homilinya, Paus Fransiskus berfokus pada nubuat nabi Yesaya dalam Bacaan Pertama (Yes. 49:1-6). Nubuat nabi Yesaya tersebut berkaitan dengan Mesias dan Umat Allah. Allah memilih sang nabi sebelum ia dilahirkan, jelas Paus Fransiskus. Dengan cara yang sama, kita masing-masing dipilih dalam panggilan pelayanan sejak dari rahim ibu kita. Tidak ada dari kita yang turun ke dunia ini secara kebetulan.

“Kita masing-masing memiliki takdir, takdir tanpa paksaan. Takdir adalah pemilihan Allah. Aku dilahirkan untuk menjadi hamba Allah dengan tugas melayani”.

Panggilan untuk Melayani

“Melayani bukanlah kita berpura-pura memberi manfaat ketimbang melayani”, kata Paus Fransiskus. Yesus, Sang Hamba Allah memberi kita teladan pelayanan. Kemuliaan Yesus adalah melayani sampai mati. Kematian tampaknya merupakan kekalahan tetapi itulah cara melayani.

Ketika Umat Allah menjauhkan diri dari sikap melayani, mereka adalah umat yang telah ingkar, jelas Paus Fransiskus. Hal ini menuntun mereka untuk membangun kehidupan mereka di atas cinta-cinta yang lain yang sering kali bersifat penyembahan berhala dan mereka kehilangan panggilan mereka.

Sikap Pertobatan

Paus Fransiskus menjelaskan bahwa yang penting adalah sikap kita di hadapan Allah yang memilih kita dan mengurapi kita sebagai hamba-Nya. Kecuali Bunda Maria dan Yesus, kita semua telah jatuh. Contoh Petrus adalah sumber inspirasi. Ketika Petrus menyangkal Yesus dan ayam jantan berkokok, ia menangis dan menyesal (Mat 26:75). Inilah cara seorang hamba yang memohon pengampunan ketika ia tergelincir dan jatuh.

Cara lainnya adalah hamba yang tidak mampu memahami bahwa ia telah jatuh. Jalan ini membuat hati terbuka terhadap hasrat yang mengarah pada penyembahan berhala. Seperti Yudas, hati menjadi terbuka terhadap Iblis.

Doa Bapa Paus

Mengakhiri homilinya, Paus Fransiskus mengundang kita untuk memikirkan kesetiaan Yesus dalam pelayanan. Panggilan kita dimaksudkan untuk melayani dan bukan untuk mendapatkan keuntungan dari kedudukan kita di dalam Gereja. Paus Fransiskus berdoa agar seperti Petrus, kita sudi menangis ketika kita tergelincir dan jatuh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s