Pergulatan Imanku – Seperti Tomas si Peragu

Renungan Harian Misioner
Minggu, 19 April 2020
Hari Minggu KERAHIMAN ILAHI
Kis. 2:42-47; Mzm. 118:2-4,13-15,22-24; 1Ptr. 1:3-9; Yoh. 20:19-31

Injil Yohanes bab 20 berisikan 4 model tanggapan-iman manusia di hadapan Yesus yang bangkit. Dua tanggapan-iman (dari Maria Magdalena dan Petrus & Murid yang Dikasihi Yesus) terjadi di kubur yang terbuka, sedangkan dua tanggapan-iman yang lain (dari para murid dan Tomas) dipentaskan dalam kamar yang terkunci rapat. Keempatnya adalah model beriman yang selalu berulang, dari dahulu sampai sekarang di hadapan misteri kebangkitan Tuhan. Semuanya berkaitan dengan tema melihat dan percaya. Dua verba utama ini memang dominan! Merekalah generasi “para saksi mata”: penerus dan penjamin kesejatian iman akan Tuhan yang bangkit.

Injil hari ini bercerita tentang para Murid yang ketakutan. Warta kebangkitan yang dibawa Maria Magdalena tampaknya belum berdampak. Mereka mengunci diri di balik tembok kamar. Tentu mereka aman dari para lawan. Tetapi keamanan seperti itu mandul dan tak berdaya-guna. Yesus harus masuk untuk memberi mereka damai-sejahtera yang sesungguhnya. Ia menghembusi mereka dengan roh-Nya. Mereka diciptakan-Nya lagi secara baru. Akibatnya, mereka menjadi manusia-manusia baru yang keluar dari tembok dan sekat keamanan semu, untuk meneruskan misi dan karya Yesus, khususnya mewartakan damai dan pengampunan.

Entah mengapa, Tomas tidak ada. Mungkin dialah satu-satunya murid yang tidak takut keluar ruangan! Dengan itu, dia tidak kebagian damai-sejahtera dan Roh serta pengutusan yang Yesus bagikan kepada murid-murid yang lain. Jadi, pantaslah ia meminta sedikit bukti. Ia tidak mudah percaya pada omongan. Ia beriman sambil menuntut bukti. Iman dengan persyaratan dan tuntutan, percaya tetapi dengan banyak “jika”. Apakah Tomas mengada-ada? Jangan lupa, setelah Yesus wafat, para pengikut-Nya pada stress dan dilanda krisis-iman tingkat dewa. Pasti ada banyak mimpi, ilusi dan gosip beredar. Kalau ada berita atau klaim bahwa Tuhan bangkit, Tomas ingin pastikan bahwa itu bukan hoax. Ia perlu bukti. Bukan saja bukti yang dilihat mata, tetapi juga yang dapat diraba!

Yesus pun datang dan menawarkan apa yang Tomas minta: meraba bekas-bekas luka penderitaan-Nya. Tidak dikatakan bahwa Tomas akhirnya menyentuh bekas-bekas luka itu. Dengan melihatnya saja, Tomas akhirnya percaya, seperti para murid lain sebelumnya. Bahkan, ironisnya, dari mulut si Rasul peragu inilah keluar pengakuan iman teragung tentang Yesus sebagai “Tuhanku dan Allahku”. Sayangnya, kita sering melihat Tomas sebagai tokoh masa silam. Padahal, Didimus ini berarti “si kembar”. Kembarannya siapa lagi kalau bukan saya dan Anda? Imannya mencerminkan pergulatan iman saya sekarang. Betapa sering saya menuntut bukti dalam beriman. Saya selalu ingin penampakan dan mukjizat. Tanpa itu, saya merasa belum aman beriman. Saya mati-matian ingin berziarah ke Tanah Suci untuk melihat dan memegang sisa-sisa bukti dan jejak Tuhan. Tetap saja saya merasa kurang. Perkataan Yesus pada Tomas hari ini justru tertuju buat saya: berbahagialah mereka yang percaya tanpa melihat. Bagi saya dan Anda, cukuplah percaya pada kesaksian para rasul, generasi para “saksi mata” yang mewartakan: “Kami telah melihat Tuhan!”

(Hortensio Mandaru – Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Menolong mereka yang kecanduan: Semoga saudara-saudara kita yang menderita karena kecanduan, dalam bentuk apapun, bisa mendapatkan pertolongan dan pendampingan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membentuk budaya membaca: Semoga Gereja berkenan mencari sarana-sarana konkret untuk melatih keluarga-keluarga Katolik dalam menghidupi dan meningkatkan budaya literasi baca. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Berkatilah umat di Keuskupan kami: agar para wanita dan anak mengalami dan melaksanakan keadilan dalam keluarga Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s