Ucapkan Syukur dan Bagikanlah!

Renungan Harian Misioner
Jumat, 24 April 2020
Hari Biasa Pekan Paskah II
P. S. Fidelis dr Sigmaringen
Kis. 5:34-42; Mzm. 27:1,4,13-14; Yoh. 6:1-15

Apa yang begitu menarik dari penggandaan roti yang dibuat Yesus di hadapan lima ribu laki-laki?

Pertama, makanan yang mereka miliki hanyalah lima roti jelai dan dua ikan. Sangat sedikit. Logikanya, tidak mungkin cukup! Mustahil lima ribu laki-laki ditambah Yesus plus murid-murid-Nya akan dapat makan. Minus! Kata si pesimistik Andreas, “… tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” Ya, betul sekali. Yesus memang sering kali tidak realistis dan tidak masuk akal. Tapi meskipun yang dimiliki jauh dari harapan mau pun target kebutuhan, Ia tetap tenang dan positif.

Kedua, roti dan ikan itu berasal dari seorang anak. Bukan dari orang dewasa atau perkasa dari antara lima ribu laki-laki yang ada. Juga bukan dari para rasul. Kita semua tahu, Yesus suka akan anak-anak, tokoh anak-anak sering muncul dalam perumpamaan dan pengajaran-Nya. Mengapa? Seorang anak memiliki karateristik polos: belum pandai membusungkan dada; tulus: melakukan sesuatu dengan dorongan murni dari hati, tanpa niat tersembunyi; muda: masih bodoh, butuh banyak belajar, minim pengalaman – ini terkait kerendahan hati yang harus manusia miliki jika ingin terus bertumbuh dan berbuah. Tuhan suka memilih orang-orang dengan karateristik anak-anak untuk mengemban misi-Nya!

Ketiga, si optimistik Yesus ketika menerima roti jelai dan ikan, stok makanan yang jauh dari cukup itu, tidak mengeluh, sebaliknya Ia ingat “mengucap syukur”. Bandingkan dengan kondisi kita saat ini, meskipun setiap hari di meja makan masih terhidang makanan, kita masih sibuk mengeluh: bosan makanannya itu-itu saja; sudah lama tidak makan di luar ya; kapan Corona ini berakhir? Yesus Anak Allah tahu benar bahwa setiap apa yang ada di kehidupan ini adalah pemberian Bapa-Nya. Dan sekecil apa pun itu harus dihargai dengan rasa syukur sebagai tanda cinta dari Bapa.

Keempat, cuma ada lima roti jelai dan dua ekor ikan? Kalau saya atau Anda yang jadi Yesus – maaf – mungkin roti dan ikan itu akan saya atau Anda sembunyikan atau segera dimakan sendiri, paling tidak untuk “kalangan sendiri” dulu. Situasi sedang sulit seperti ini, tentu yang didahulukan adalah perut sendiri dan orang-orang terdekat. Betul? Yes! Tapi Yesus kita memang ekstrim, alih-alih memikirkan para murid-Nya dan mengenyangkan perut mereka, Ia membagi-bagikan roti itu kepada semuanya, tanpa memilih, tanpa memilah, tanpa ragu, tanpa takut. Dan hasilnya? Mereka semua makan sampai kenyang. Dalam situasi sulit ini, ingatlah gunakan hatimu di mana Roh Allah bertakhta, dan bukan logikamu dalam menghitung akan kurang atau cukupkah kepunyaanmu untuk dibagikan kepada siapa pun yang sama-sama sedang kelaparan.

Kelima, sesudah semua makan kenyang, para murid diminta mengumpulkan makanan yang lebih. Pesannya: setelah engkau kenyang dan terpuaskan, jangan buang percuma apa yang masih tersisa. Ingatlah untuk selalu menghargai pemberian Tuhan, termasuk alam ciptaan ini. Hargai dan rawatlah selalu.

Mari kita mengikuti sang Raja: ucapkan syukur dan bagikanlah!

(Angel – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Menolong mereka yang kecanduan: Semoga saudara-saudara kita yang menderita karena kecanduan, dalam bentuk apapun, bisa mendapatkan pertolongan dan pendampingan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membentuk budaya membaca: Semoga Gereja berkenan mencari sarana-sarana konkret untuk melatih keluarga-keluarga Katolik dalam menghidupi dan meningkatkan budaya literasi baca. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Berkatilah umat di Keuskupan kami: agar para wanita dan anak mengalami dan melaksanakan keadilan dalam keluarga Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s