Berjalan Bersama Kleopas – Berjumpa dengan Yesus

Renungan Harian Misioner
Minggu, 26 April 2020
Hari Minggu Paskah III
Kis. 2:14,22-33; Mzm. 16:1-2a,5,7-8,9-10,11; 1Ptr. 1:17-21; Luk. 24:13-35

Perjalanan dan perjamuan merupakan dua tema Lukas yang dominan. Dalam injil ini, Yesus memang “suka-jalan”: sekitar 30% karya dan ajaran-Nya berlangsung dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem (Luk. 9:51-18:14). Yesus juga “doyan-makan”: minimal 19 kali Ia menikmati perjamuan. Tidak heran, jika para lawan-Nya mencap Dia sebagai seorang “pelahap dan peminum” (Luk. 7:34). Tema perjalanan dan perjamuan muncul juga dalam cerita ini. Setelah bangkit, Tuhan hadir dan menyapa kita dalam perjalanan dan perjamuan!

Kleopas berangkat ke Emaus bersama seorang rekan tanpa-nama. Siapa dia? Ada yang menduga itu istrinya (bdk. Yoh. 19:25, Maria “isteri Kleopas” di kaki salib Yesus). Si anonim ini dapat juga dilihat sebagai “wakil” kita semua, yang diundang untuk ikut berjalan bersama Kleopas. Keduanya memilih untuk lari dari Yerusalem, mencari keamanan. Mereka tidak percaya akan berita kebangkitan yang disampaikan para perempuan di pagi Paskah itu (24:9-11). Bagi mereka: Yesus sudah wafat, maka kemuridan juga bubar. Fokus pada kematian menjadi halangan utama untuk percaya pada kebangkitan. Itulah yang menutup mata mereka terhadap Teman seperjalanan mereka. Mereka bahkan meringkas “peristiwa Yesus” di hadapan-Nya. Sayangnya, cerita mereka tidak lengkap, sebab berhenti pada wafat dan kubur kosong saja.

Salib sungguh menjadi batu-sandungan. Wafat Yesus mematikan semangat. Mereka terpenjara oleh masalah dan cara berpikir manusia. Itulah “kebodohan” dan “kelambanan hati” mereka (ayat 25). Mata mereka harus Tuhan buka, agar melihat seluruh peristiwa-Nya dari sudut pandang Allah. Alkitab memberi kesaksian bahwa nabi dan orang benar umumnya menderita dan ditolak. Nasib mereka menjadi pralambang hidup Yesus. Yesus bukan sekedar nabi yang hebat, seperti yang mereka harapkan (ay. 19 dan 21), tetapi terutama Anak Allah yang ditolak oleh manusia, namun dibenarkan oleh Allah dengan membangkitkan-Nya. Itulah cerita tentang Yesus yang lengkap, yang sudah Yesus sendiri nubuatkan sebelumnya (bdk. Luk. 9:22; 18:33; 24:6).

Setelah memoria dipulihkan, semangat merekapun berkobar (ay. 32). Si Orang Asing pun diundang: “Tinggallah bersama-sama dengan kami” (ay. 29). Selanjutnya, Yesus sang Tamu berubah menjadi Yesus yang menjamu. Tindakan-Nya dalam perjamuan itu langsung mengingatkan mereka akan Yesus. Di jalan, Yesus sudah memulihkan ingatan mereka dengan kata (Alkitab), sekarang dalam perjamuan Ia melengkapinya dengan tanda. Tuhan hadir setiap kali kita berbagi firman dan makanan!

Merekapun segera kembali ke Yerusalem. Jarak, malam dan ketakutan tidak lagi menjadi penghalang. Yerusalem adalah tujuan perjalanan Yesus, juga tujuan perjalanan para murid-Nya. Yerusalem juga akan menjadi titik-awal pewartaan para Rasul selanjutnya. Mereka kembali untuk berbagi dan meneguhkan kesaksian bahwa Tuhan sungguh bangkit. Pengalaman perjumpaan dengan Tuhan harus dibagi dengan rekan seperjuangan. Persaudaraan yang terancam pecah, sekarang dipulihkan. Perjumpaan dengan Yesus yang bangkit mengubah mereka secara personal dan komunal. Tuhan mengubah setiap kita agar bergabung dan berbagi dalam komunitas yang siap mewartakan Injil untuk membawa perubahan ke dalam dunia.

(Hortensio Mandaru – Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Menolong mereka yang kecanduan: Semoga saudara-saudara kita yang menderita karena kecanduan, dalam bentuk apapun, bisa mendapatkan pertolongan dan pendampingan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membentuk budaya membaca: Semoga Gereja berkenan mencari sarana-sarana konkret untuk melatih keluarga-keluarga Katolik dalam menghidupi dan meningkatkan budaya literasi baca. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Berkatilah umat di Keuskupan kami: agar para wanita dan anak mengalami dan melaksanakan keadilan dalam keluarga Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s