Iman yang Misioner

Pada awal Misa, Sabtu pagi, 25 April 2020, Paus Fransiskus mengimbau doa bagi mereka yang bekerja dalam upacara pemakaman. Dalam kotbahnya, ia menjelaskan bahwa khotbah tentang iman pada dasarnya adalah kesaksian Injil.


Paus Fransiskus mengawali Misa di kapel Casa Santa Marta, Vatikan, dengan mendoakan orang-orang yang bekerja untuk melayani pemakaman.

“Apa yang mereka lakukan adalah sesuatu yang sangat menyakitkan dan menyedihkan. Mereka sangat tersentuh oleh penderitaan akibat pandemi ini”, kata Paus Fransiskus.

Dalam homilinya Paus Fransiskus berkaca pada Bacaan Injil (Mrk. 16:15-20) yang menceritakan Yesus, sebelum pergi kepada Bapa, mengutus murid-murid-Nya dengan mengatakan, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk”.

Keluar dari Diri Sendiri

Menekankan sifat misioner dari iman, beliau mengatakan, “Iman adalah misioner atau tidak ada iman sama sekali”. Iman bukan sesuatu untuk diri sendiri semata. Kita bertumbuh dengan iman yang menuntun kita untuk keluar dari diri sendiri menuju orang lain, yang merupakan apa artinya “diutus”, kata Paus Fransiskus. “Iman harus diteruskan, iman harus ditawarkan, terutama melalui kesaksian”, tegasnya.

Bapa Suci mengingat seorang imam yang bekerja di sebuah kota Eropa yang mengeluh tentang banyaknya gnostisisme dan kurangnya iman di kalangan umat Kristiani. Paus Fransiskus mengatakan hal ini karena kurangnya semangat misioner. Iman adalah sesuatu yang kita tawarkan, terutama, melalui kesaksian.

Keyakinan Disalurkan

Penyebutan Kristen atau Katolik pada kartu tanda penduduk adalah data semata, sesuatu yang bersifat budaya. “Ini bukan iman”, kata Paus Fransiskus. “Iman selalu membawamu keluar, iman menuntunmu untuk memberikannya kepada orang lain, karena iman pada dasarnya harus diteruskan. Iman tidak tinggal diam”.

Menjadi misioner tidak hanya berupa pergi ke negeri yang jauh. Iman berarti bahwa jika kamu memiliki iman, kamu harus keluar dari dirimu dan menunjukkan keyakinanmu secara sosial. Iman bukan berarti penyebaran agama, seolah-olah merekrut orang-orang untuk sebuah tim sepak bola atau sebuah badan amal.

Saksi yang Meyakinkan

Penerusan iman adalah mengungkapkan Allah melalui kesaksian dan pelayanan sehingga Roh Kudus dapat bertindak dalam diri orang-orang. Pelayanan adalah cara hidup, kata Paus Fransiskus. Jika saya mengatakan bahwa saya adalah seorang Kristiani dan hidup seperti seorang penyembah berhala, tidak ada seorang pun yang akan diyakinkan. Sebaliknya, jika saya seorang Kristiani dan hidup sebagai seorang Kristiani, orang-orang tertarik, dan inilah kesaksian.

Seorang mahasiswa universitas di Polandia bertanya kepada Paus apa yang bisa dilakukannya untuk meyakinkan banyak temannya yang ateis. Paus berkata, “Hal terakhir yang perlu kamu lakukan adalah mengatakan sesuatu”. “Mulailah hidup, dan, melihat kesaksianmu, mereka akan bertanya kepadamu: ‘Mengapa kamu hidup seperti ini?'”. Iman, Bapa Suci menjelaskan, harus diteruskan, bukan untuk dicamkan tetapi ditawarkan sebagai harta.

Kerendahan Hati

Hal ini, kata Paus Fransiskus, dilakukan dengan kerendahan hati sebagaimana didesak oleh Santo Petrus dalam Bacaan Pertama: “Rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain” (1Ptr. 5:5).

Beliau mengatakan ada banyak contoh pria atau wanita dalam Gereja, dalam sejarah, dalam gerakan dan kelompok, yang berkhotbah seperti para penyebar agama dan berakhir pada korupsi.

Paus Fransiskus mengakhiri homilinya dengan mengatakan bahwa Tuhan meyakinkan kita bahwa jika kita keluar dari diri kita untuk memberikan kesaksian bagi-Nya, kita akan berbuah dan melakukan berbagai keajaiban. Dalam penerusan ideologi, beliau menunjukkan, akan ada guru-guru tetapi dalam penerusan iman, Tuhan akan bersama kita dan menyertai kita hingga akhir dunia.

Robin Gomes – Vatican News
Terj. BN-KKI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s