Roti yang Memberi Hidup Kekal

Renungan Harian Misioner
Hari Senin, 30 April 2020
P.S. Pius V
Kis. 8:26-40; Mzm. 66:8-9,16-17,20; Yoh. 6:44-51

Sebagai orang beriman, kita percaya, karya Roh Kudus bekerja sejak dahulu sampai saat ini. Karya-Nya terus meluas ke seluruh belahan dunia. Filipus yang diutus Tuhan, bertemu dengan seorang Etiopia, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia dalam perjalanannya pulang beribadah dari Yerusalem. Ia duduk dalam kereta sambil membaca kitab nabi Yesaya.

Pertemuannya dengan Filipus, pasti bukan kebetulan. Ini karya Roh Kudus. Filipus diundang naik ke atas kereta, duduk disamping ratu. Kesempatan itu dijadikan Filipus untuk memberitakan Injil Yesus dan ratu negeri Etiopia itu pun percaya lalu minta dibaptis. Benih yang jatuh di tanah yang subur sebagai penyelamatan dari Yesus Kristus. Apakah benih itu akan terus hidup dan bertumbuh menjadi pohon yang berbuah lebat? Setiap benih akan berbeda-beda pertumbuhannya, tergantung di mana benih itu jatuh.

Setiap orang beriman, ia dipilih, dipanggil dan ditarik oleh Bapa untuk memiliki hidup yang kekal. Tahap pertama, bagi orang percaya, menerima Sakramen Baptis. Lewat Sakramen ini menjadi pintu masuk bagi orang percaya untuk dapat melangkah maju, bertumbuh dalam iman yang lebih dalam lagi agar terus dikuatkan supaya mempunyai hidup yang kekal.

Tahap kedua, orang yang sudah dibaptis boleh menerima Sakramen Ekaristi dan Sakramen penguatan sebagai proses pertumbuhan rohani, peneguhan dan penyertaan Yesus kepada umat beriman, yang memberikan hidup kekal.

Yesus berkata: “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Ku-berikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup di dunia” [Yoh. 6:51]. Inilah anugerah Bapa, pemberian Putera, yang tertinggi kepada manusia, khususnya bagi kita orang beriman.

Roti dari surga itu adalah diri Yesus sendiri. Roti bundar tipis yang kita lihat dengan mata jasmani, yang dalam perayaan Ekaristi setelah doa konsekrasi yang didoakan oleh Imam tertahbis, roti itu telah sungguh berubah menjadi Roti dari surga yang adalah diri Yesus sendiri. Kita hanya dapat melihat dengan mata rohani orang yang percaya karena telah ditarik oleh Bapa, diterima oleh Kristus dalam kepenuhan Roh Kudus.

Agar benih rohani kita terus bertumbuh, bercabang baru dan berkembang dalam Roh yang dapat mematahkan cabang lain yang berasal dari benih manusia lama, kita perlu melangkah ke tahap selanjutnya yaitu dengan memelihara hidup rohani kita. Caranya? Dengan setiap kali makan roti yang adalah Tubuh Kristus.

Bagaimana dalam situasi pandemi Covid-19 ini? Kita hanya dapat mengikuti live streaming misa, kita hanya dapat menerima Komuni Batin/Spiritual.

Dalam masa Covid-19, di seluruh dunia juga di Indonesia pemerintah menetapkan PSBB, maka otoritas Gereja Katolik mengizinkan umat Katolik untuk mengikuti misa di rumah melalui live streaming dan televisi. Untuk penerimaan komuni, karena tidak bisa menyambut komuni secara langsung, kita dapat menerima Komuni Spiritual/Komuni Batin di rumah dengan berdoa khusus pada saatnya komuni. Umat wajib mempersiapkan diri, layaknya saat mengikuti perayaan Ekaristi di Gereja.

Semoga melalui situasi ini, umat bisa bertumbuh dalam iman, merasakan kerinduan untuk kembali dapat menerima komuni kudus, roti dari surga, roti Paskah, Tubuh Kristus sendiri, roti kehidupan baru.

“Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati” [Yoh. 6:50].

(Alice Budiana – Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini, Paroki Kelapa Gading – KAJ)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Menolong mereka yang kecanduan: Semoga saudara-saudara kita yang menderita karena kecanduan, dalam bentuk apapun, bisa mendapatkan pertolongan dan pendampingan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Membentuk budaya membaca: Semoga Gereja berkenan mencari sarana-sarana konkret untuk melatih keluarga-keluarga Katolik dalam menghidupi dan meningkatkan budaya literasi baca. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Berkatilah umat di Keuskupan kami: agar para wanita dan anak mengalami dan melaksanakan keadilan dalam keluarga Gereja dan masyarakat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s