Roh Berhembus di Mana DIA Mau

Renungan Harian Misioner
Minggu, 03 Mei 2020
HARI MINGGU PANGGILAN SEDUNIA KE-57
Kis. 2:14a,36-41; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; 1Ptr. 2:20b-25; Yoh. 10:1-10

Bacaan Injil pada hari ini memperlihatkan dengan jelas, bahwa pada hari Minggu Panggilan, seluruh umat diajak untuk menyadari bahwa Allah memanggil seluruh umat melalui Yesus Kristus. Sebab, Tuhan Yesus memang ditugasi untuk menjadi Gembala, yang memanggil kita, para domba-Nya. Dalam pada itu, sejarah Gereja memperlihatkan, bahwa umat menangkap panggilan melalui para Rasul-Nya, seperti Petrus, dan Paulus, dsbnya, sebagaimana terpapar dalam Kisah para Rasul.

Kis. 2:14a.36-41: sudah cukup dini, para Rasul meyakini, bahwa iman kepada Yesus Kristus merupakan pokok, yang harus mereka wartakan. Kekuatan Roh telah meneguhkan mereka, sedemikian sehingga mereka terpanggil, untuk menjadi saksi iman: saksi hidup, bukannya saksi yang langsung berhadapan dengan maut. Dengan kata lain, panggilan Allah melalui Yesus terwujud melalui seruan, yang disampaikan oleh para Rasul kepada orang-orang sekitar mereka. Dari ‘homili’ atau ‘kata-kata kesaksian para Rasul’, umat mendengar panggilan Allah, untuk mengimani Yesus Kristus, supaya dapat mendekat kepada Allah. Sebab dalam diri Yesus itulah mereka mendengar panggilan Allah Bapa, walau vonis para pemuka agama Yahudi, dapat saja memberi kesan, seakan-akan Yesus tidak memiliki legitimasi ‘pemanggilan suci’ dari Allah. Namun, mereka tidak hanya meyakini akan dilontarkannya panggilan Allah, mereka bahkan berani, untuk mengungkapkannya, dengan “tanda-tanda dan sarana-sarana” (=sakramen), yang bagi umat Israel mengungkapkan keyakinan iman akan “didengarnya panggilan Allah”, sebagaimana telah dialami oleh Abraham, Ishak dan Yakub,- sampai pada Musa, Daud dan Salomon serta para nabi. Mereka minta dibaptis.

1 Ptr 2: 20b-25: melanjutkan langkah para Rasul, demikian pula umat, yang sudah dibaptis itu, dalam ayat-ayat tanggapan menunjukkan kesediaannya, untuk mengambil konsekuensi bersungguh-sungguh, bila mau mengimani Yesus. Hal itu mengikuti jejak Langkah Sang Kristus, yaitu menyerahkan diri seutuhnya kepada panggilan Allah, mewartakan Penebusan yang dilakukan oleh Yesus Kristus, secara habis-habisan.

Yoh. 10:1-10: Kesediaan mereka untuk melangkah seperti Tuhan Yesus Kristus itu, disebabkan karena umat, membuka telinga untuk mendengarkan panggilan Allah, melalui seruan Sang Gembala Utama, agar menyatu dalam Paguyuban Umat yang mengimani Allah Bapa, karena dorongan Roh Kudus; bukan sekedar karena hadiah mukjizat atau karunia apa pun.

REFLEKSI BAGI KITA: Hari Panggilan, adalah hari, ketika seluruh umat menyambut bisikan Roh (ingat percakapan Yesus dengan Nikodemus), yang menyuarakan panggilan Bapa, dalam seluruh peristiwa Yesus Kristus, dari awal sampai Wafat dan Kebangkitan-Nya (ingat narapidana, yang disalib bersama Yesus, yang merasa terpanggil ikut Yesus maupun semua saksi Kebangkitan Kristus). Suara panggilan itu dapat langsung disampaikan Allah Bapa, disuarakan Tuhan Yesus, disentuhkan Roh ke Telinga Batin manusia, maupun melalui Pewartaan Gereja dan para Pewartanya. Konteks panggilan Allah itu, dapat saja di kedalaman hati dan refleksi akalbudi serta karena sentuhan tindak langkah sesama, namun juga dapat melalui panggilan situasi dan kondisi suka-duka sesaat (Corona, kanker, dsbnya) maupun kesedihan dan kegembiraan perseorangan dan pesan keluarga maupun komunitas setempat; bahkan melalui jamahan-jamahan online sekalipun. “Roh berhembus di mana Dia mau”.

Marilah kita berdoa: “Bukalah hati kami ya Tuhan, hambaMu mendengarkan Panggilan-Mu”.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kesetiaan para diakon: Semoga para diakon, dengan kesetiaannya pada pelayanan Sabda Tuhan dan orang miskin, bisa menjadi simbol Gereja yang inspiratif dan menggugah semangat umat. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Maria Bunda Keteguhan Hati: Semoga di tengah kebingungan dan ketidakpastian, umat Katolik mau meneladan Bunda Maria sebagai Bunda Keteguhan Hati. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Bunda Maria menyertai kami, untuk dipersatukan dengan Sang Putera dalam mengupayakan keadilan bagi seluruh bangsa kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s