Paus Fransiskus: “hatiku ‘berziarah’ menuju Luján”

Di Argentina, umat Katolik mempunyai devosi yang besar kepada Bunda Maria. Bunda Maria dihormati sebagai “Nuestra Señora de Luján” yang luar biasa. Di Basilika, tidak jauh dari ibukota Argentina, setiap tahun pada tanggal 8 Mei, Paus Fransiskus melakukan ziarah. Dalam sepucuk surat pada tanggal 4/5 Paus Fransiskus, memperbaharui keinginan untuk berziarah kepada Bunda Maria bersama seluruh umat Allah.


Saudaraku, tanggal 8 Mei hampir tiba… dan hatiku ‘berziarah’ menuju Luján“. Demikian kata-kata yang mengawali surat tulisan tangan Paus Fransiskus yang dikirim kepada uskup agung keuskupan Mercedes Luján, Monsinyur Jorge Scheinig. Setiap tahun tanggal 8 Mei berlangsung perayaan untuk menghormati Perawan Maria. Dalam suratnya Paus menuliskan: “Saya akan bersama berziarah bersama Anda sekalian secara spiritual dan ‘virtual’.  Aku akan memandangnya sekali lagi dan, sekali lagi, aku akan membiarkan diriku dilihat olehnya”. Tatapannya sebenarnya adalah tatapan yang “memperbarui” dan “memberi kekuatan”. Dan Paus Fransiskus mengatakan bahwa itu tidak hanya pada saat itu, tetapi “bersama dengan umat Allah yang setia dan kudus yang sangat mencintai mereka, orang-orang yang setia dan berdosa seperti saya”.

Paus Fransiskus dan Perawan Maria Luján

Pengalaman tinggal di Luján terukir di jantung Paus Fransiskus sehingga ia sendiri menceritakannya dengan rasa haru dengan menjawab pertanyaan dari Pastor Alexandre Awi Mello dalam buku: “Ini adalah ibuku – temui Maria“. Paus Fransiskus mengingat jalan peziarah masuk dari sisi kiri Basilika dan meninggalkan sisi kanan. Paus menceritakan bahwa orang-orang yang ada di sebelah kiri, begitu mereka masuk, kelihatannya normal; ketika dia melihat ke sisi lain, ke arah pintu keluar, orang-orang sudah melewati patung Bunda Maria dan tiba di tempat pengakuan dosa.  Karena alasan ini, Pastor Awi Mello berkomentar, Paus Fransiskus sering mengucapkan kalimat: “Ibu, beri kami tatapanmu. Kami datang untuk menatapmu dan engkau melihat kami sebagai umat, sebagai saudara: bantu kami untuk saling melihat sebagai saudara“.

Sebuah Mudjizat di Luján diceritakan oleh Paus

lujan 1

Our Lady of Luján” demikian sebutan yang diberikan kepada Bunda Maria oleh Paus Fransiskus pada banyak kesempatan. Secara khusus pada homili pada misa pagi di Casa Santa Marta pada tanggal 20 Mei 2013. Paus berbicara tentang cara berdoa, dan beliau mengenang sebuah peristiwa yang terjadi di Argentina. Seorang gadis berusia 7 tahun sakit dan dokter memvonisnya tidak akan lama hidup. Sang ayah, seorang tukang listrik, “orang beriman”, telah “menjadi gila – kata Paus – dan dalam kegilaan itu” naik bus untuk pergi ke Gua Maria  di Luján 70 km jauhnya. Dan ia tiba malam hari, ketika sudah ditutup. “Dan dia mulai berdoa kepada Bunda Maria – lanjut Paus Fransiskus  – dengan tangannya di gerbang besi. Dan dia berdoa, dan berdoa, dan menangis, dan berdoa … jadi dia tinggal sepanjang malam. Pria ini bergumul: dia bergumul dengan Tuhan, untuk memohon kesembuhan putrinya.  Kemudian, setelah jam 6 pagi, dia pergi ke terminal, naik bus dan tiba di rumah sakit jam 9 lebih. Dia menemukan istrinya menangis. Dan dia memikirkan yang terburuk. “Tapi apa yang terjadi? Aku tidak mengerti, aku tidak mengerti! Apa yang terjadi?” “Yah, para dokter datang dan mereka mengatakan kepadaku bahwa demamnya sudah hilang, bahwa ia sudah bernafas dengan baik, tidak ada apa-apa! Mereka tidak mengerti apa yang terjadi! ‘.  Paus Fransiskus menyimpulkan: “Mudjizat terjadi. Doa membuahkan mukjizat, tetapi kita harus percaya!”.

Sejarah singkat Our Lady of Luján”

Kedatangan  “Our Lady of Luján” di Argentina pada bulan Mei tahun 1630 yang dibawa oleh kapal  yang datang dari San Paolo Brasil. Patung ditemani Manuel, seorang budak dari Angola. Menurut tradisi, kereta yang membawa peti bersama Bunda Perawan melalui sungai Luján, tidak bisa lagi dilanjutkan. Karena alasan inilah patung itu tetap ada di Luján dan dalam waktu singkat ceriteranya tersebar dan banyak peziarah mulai berdatangan. Kemudian, Paus Leo XIII mengukuhkannya untuk merayakan pada bulan Mei 1887, dan dirayakan dalam liturgi Gereja pada hari Sabtu,  Minggu IV setelah Paskah. “Our Lady of Luján” diakui sebagai Pelindung Argentina.

 

Adriana Masotti – Vatican News
Terj. YH BN-KKI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s