Apakah Hidupku Telah Mewartakan YESUS?

Renungan Harian Misioner
Kamis, 07 Mei 2020
Hari Biasa, Pekan Paskah IV
P. S. Gisela, B. Rose Venerini
Kis. 13:13-25; Mzm. 89:2-3,21-22,25,27; Yoh. 13:16-20

Kita semua dipanggil untuk tugas perutusan. Dengan pembaptisan, kita menjadi saksi kehadiran Kristus di mana pun kita berada. Kisah Paulus dan teman-temannya dalam bacaan pertama menginspirasi kita untuk menempatkan diri kita secara tepat dalam karya perutusan kita. Bacaan Injil mengajak kita untuk menerima Dia yang diutus Bapa, yang menjadi saksi cinta kasih Bapa yang tulus dan total.

Dua pesan yang dapat kita renungkan dari bacaan hari ini: Pertama, menjadi saksi Kristus ke mana pun kita diutus. Bacaan pertama mengisahkan Yohanes yang juga disebut Markus meninggalkan kelompoknya dan kembali ke Yerusalem. Para penafsir Kitab Suci memberikan beberapa komentar atas sikapnya; dia kembali karena rindu dengan ibunya, ketidakmampuannya untuk mengatasi tantangan yang ada di hadapannya, dan lebih personal lagi adalah ketidaksenangannya karena Barnabas (sepupunya) memberikan mandat pewartaan kepada Paulus, bukan kepadanya. Kita seringkali melibatkan perasaan pribadi bersamaan dengan kepentingan kita dalam karya Tuhan. Banyak orang menarik diri, merasa kecewa dalam persekutuan Gereja karena memiliki kepentingan pribadi melampaui tanggung jawab bersama sebagai komunitas dalam mewartakan kebaikan Allah. Ketika kita hanya memilih pelayanan sesuai dengan keinginan kita, maka kita sejatinya tidak melayani Tuhan atau Gereja. Yohanes Markus bertindak sesuai keinginan pribadinya dan bukan sesuai rencana Tuhan.

Ada banyak tantangan dan godaan yang seringkali mengganggu kenyamanan atau tidak sesuai dengan keinginan kita. Karena itu, menjadi Misionaris Kristus, kita perlu mengatasai tantangan dari dalam diri sendiri sebelum menghadapi tantangan dari luar. Rasul Paulus adalah contoh Misionaris sejati yang berani meninggalkan kepentingan sendiri untuk menjadi saksi Kristus karena perjumpaannya dengan Kristus. Dengan semangat misioner yang dituntun oleh Roh Kudus, ia mewartakan Kristus, tidak hanya kepada kaum Yahudi, tetapi juga kepada orang-orang kafir.

Kedua, menerima DIA yang diutus Bapa! Pesan Yesus yang terakhir pada kisah pembasuhan kaki para rasul, “Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku” (Yoh. 13:20), menunjukkan kepada kita bahwa karya pewartaan Kerajaan Allah yang dimulai oleh Yesus, merupakan kesatuan dengan Misi Allah dan orang-orang yang diutus Allah. Karya misioner itu tidak pernah terpisahkan satu sama lain. Karena itu pengenalan akan Yesus dan karya perutusan-Nya menjadi syarat mutlak bagi kita yang sejatinya juga adalah misionaris Allah.

Yesus berbicara juga tentang orang yang akan menyangkal Dia, “Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku” (Yoh. 13.19), menggambarkan sikap manusia yang seringkali bertindak karena keinginan sendiri, untuk kepentingannya sendiri, mengingkari identitas sebagai orang Kristen. Inipun menjadi refleksi kita, apakah hidup saya adalah suatu bentuk pewartaan akan Yesus, ataukah sebaliknya suatu pemuasan akan kepentingan sendiri?

Perjumpaan spiritual kita dengan Kristus memungkinkan kita untuk dengan berani menjadi saksi-Nya. Kita akan menjadi saksi Kristus yang sejati bila kita mewartakan apa yang diwartakan, dan dilakukan Yesus selama hidup-Nya, bahkan sampai mengorbankan diri-Nya sendiri untuk Misi Allah yang lebih besar. Kita menyadari keterbatasan dan kelemahan kita, tetapi TUHAN akan memampukan kita dengan Roh Kudus-Nya.

Kita dipanggil untuk terlibat dalam Misi Allah yang tidak pernah berakhir. Semangat Paulus dan kawan-kawannya untuk pergi keluar dari Yerusalem untuk mewartakan Yesus yang bangkit, teladan bagi kita, bahwa menjalankan Misi Allah itu tidak hanya di tempat kita merasa nyaman, diterima, dihormati, sebaliknya berani keluar dari zona nyaman, dan siap dengan tantangan dan risiko yang lebih besar.

Dalam situasi dunia kini yang dilanda COVID-19, kita ditantang untuk menerjemahkan karya dan pewartaan Yesus secara nyata. Tidak hanya berdiam diri di rumah untuk memutus mata rantai pandemik ini, tetapi dalam semangat yang sama menunjukkan belas kasih Allah melalui dukungan kepada mereka yang terpapar dan keluarga yang kehilangan orang-orang dekat. Juga dukungan kita bagi para petugas medis dan semua yang terlibat dalam upaya memulihkan mereka yang sedang sakit. Doa-doa kita bersama menjadi kekuatan dan harapan kita, bahwa Allah akan melibatkan diri dalam situasi dunia yang chaos melalui orang-orang yang diutus oleh-Nya.

Semoga kita tetap melanjutkan karya perutusan Yesus dalam pelayanan dan cinta, agar KERAJAAN ALLAH yang menjadi misi pewartaan Yesus pun menjadi nyata bagi dunia, sehingga semua orang pun pada akhirnya mendapatkan penebusan yang berlimpah-limpah!

(RP. Joseph Gabriel, CSsR – Imam di Manila)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kesetiaan para diakon: Semoga para diakon, dengan kesetiaannya pada pelayanan Sabda Tuhan dan orang miskin, bisa menjadi simbol Gereja yang inspiratif dan menggugah semangat umat. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Maria Bunda Keteguhan Hati: Semoga di tengah kebingungan dan ketidakpastian, umat Katolik mau meneladan Bunda Maria sebagai Bunda Keteguhan Hati. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Bunda Maria menyertai kami, untuk dipersatukan dengan Sang Putera dalam mengupayakan keadilan bagi seluruh bangsa kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s