Yesus Sendirilah Sang Hidup!

Renungan Harian Misioner
Minggu Paskah V,10 Mei 2020
Kis. 6:1-7; Mzm. 33:1-2,4-5,18-19; 1Ptr. 2:4-9; Yoh. 14:1-12

“Akulah jalan dan kebenaran dan hidup” (ay. 6). Ini salah-satu ayat tersohor dalam injil Yohanes. Seringkali, ayat ini dilihat sebagai definisi tiga “gelar” terpisah: Yesus sebagai Jalan, sebagai Kebenaran, dan sebagai Hidup. Akan tetapi, seluruh dialog dalam perikop ini sebenarnya berfokus pada: jalan. Yesus mulai berbicara tentang “pergi” (ay. 2-3), maka Tomas bertanya tentang “bagaimana kami dapat tahu jalan ke situ?” (ay. 5). Seperti biasa, tidak-paham dan salah-paham menjadi titik tolak bagi Yesus untuk melanjutkan pengajaran-Nya ke level yang lebih dalam. Yesus menegaskan bahwa Dialah satu-satunya Jalan kepada Bapa. Kebenaran dan Hidup lebih merupakan inti atau kualitas dari Yesus sebagai Sang Jalan. Dengan kata lain, Kebenaran dan Hidup memberi isi pada jati-diri Yesus sebagai Sang Jalan.

Pertama, Yesus adalah satu-satunya Jalan, sebab Dia sendirilah sang Kebenaran. Sebagai sang Kebenaran, Yesus membuka misteri Allah kepada manusia. Maka, mengenal Yesus berarti mengenal Bapa, melihat Yesus berarti melihat Bapa (ay. 7). Dengan kata lain, dalam diri Yesus: jalan dan tujuannya menyatu. Dengan percaya pada Jalan (Yesus), orang beriman sampai pada tujuan hidupnya (kebenaran = mengenal Allah). Seringkali, kita seperti Filipus: ingin Allah menunjukkan diri-Nya (ay. 8). Kita butuh pertunjukan, kita tergila-gila pada penampakan. Padahal Kristus, selalu hadir dan berkarya dalam diri kita, dalam jemaat kita. Kita selalu merayakan kehadiran dan karya-Nya dengan merenungkan firman-Nya dan menyambut Tubuh-Nya. Ataukah semuanya itu sudah menjadi ritual belaka, sehingga kita masih sibuk mencari Allah?

Kedua, Yesus adalah satu-satunya Jalan, sebab Dia sendirilah sang Hidup. Yesus selalu hidup dalam kesatuan dengan Bapa. Itulah inti-sari dari hidup sejati: hidup bersatu dengan Bapa sampai selamanya. Maka, kematian bukan mengakhiri hidup, melainkan menjadi pemuliaan-Nya bersama Bapa. Sebagai sang Jalan, Yesus juga membagi hidup-sejati bersama Bapa itu kepada semua orang beriman. Bersatu dengan sang Jalan berarti mengenyam kehidupan-sejati, bukan nanti tetapi kini, saat Anda dan Saya mengimani Sang Jalan itu.

Ketiga, relasi kasih Bapa-Anak dan orang beriman. Injil Yohanes sering disebut Injil Cinta-Kasih. Mengapa? Sebab, injil ini banyak berbicara tentang relasi kasih. Injil hari ini juga didominasi oleh kata-kata: mengasihi, percaya, mengenal, melihat, ada/diam di dalam. Ada lingkaran-cinta antara Bapa, Anak, dan manusia beriman. Cinta itu bersifat personal: Sang Anak menghadirkan wajah dan cinta Bapa secara penuh. Yesus juga mencintai para murid-Nya secara personal: mendekati mereka secara pribadi (Maria, Marta, Lazarus, Maria Magdalena, Murid yang Dikasihi). Ia juga “bersahabat” dengan para murid-Nya (15:14-15). Kasih sejati itulah yang Ia doakan (17:21) dan harapkan (15:12) terjadi di antara para pengikut-Nya. Cinta pasti juga bersifat komunal: kasih Bapa-Anak hadir di tengah jemaat yang saling mengasihi. Jemaat yang saling mengasihi adalah buah cinta Yesus sendiri, Sang Jalan yang memungkinkan orang beriman tinggal bersama diri-Nya dan Bapa, dalam sebuah “keluarga” (oikia, ay. 2) sejak sekarang.

(Hortensio Mandaru – Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kesetiaan para diakon: Semoga para diakon, dengan kesetiaannya pada pelayanan Sabda Tuhan dan orang miskin, bisa menjadi simbol Gereja yang inspiratif dan menggugah semangat umat. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Maria Bunda Keteguhan Hati: Semoga di tengah kebingungan dan ketidakpastian, umat Katolik mau meneladan Bunda Maria sebagai Bunda Keteguhan Hati. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Bunda Maria menyertai kami, untuk dipersatukan dengan Sang Putera dalam mengupayakan keadilan bagi seluruh bangsa kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s