Aku Tak Lagi Menyebutmu Hamba – Melainkan Sahabat

Renungan Harian Misioner
Kamis, 14 Mei 2020
Pesta S. Matias Rasul
Kis. 1:15-17,20-26; Mzm. 113:1-2,3-4,5-6,7-8; Yoh. 15:9-17

BACAAN PERTAMA – KISAH PARA RASUL 1:15-17.20-26:
Umat diajak ingat akan peristiwa dalam Gereja Perdana, ketika amat terasa perlunya kerjasama yang didukung oleh rasa ‘senasib sepenanggungan’; sesuatu yang amat diperlukan di masa sekarang, dalam Gereja maupun masyarakat. Yang menjadi menarik adalah, bahwa penulis Kisah menggarisbawahi tugas ‘pelayanan’. Syarat, yang dijunjung-tinggi untuk menjadi bagian dari Keduabelasan (dan kelak juga untuk semua pengganti-penggantinya) adalah: persahabatan dengan murid-murid dan Yesus Kristus sendiri, serta mengalami maupun mengimani Kebangkitan Kristus. Dalam hal ini tidaklah ditekankan, kaitan dengan keturunan Israel maupun keterlibatan dengan Tradisi Yahudi. Untuk menjalankan pemilihan tersebut, doa menjadi bagian penting, yang disebutkan secara eksplisit; sebab itulah pula yang dilakukan oleh Guru Nasaret, setiap kali mau melaksanakan langkah penting dalam persaudaraan mereka. Baiklah kita mengikuti jejak mereka untuk senantiasa berdoa apabila mengambil keputusan penting dalam hidup pribadi maupun hidup Bersama.

MAZMUR ANTAR BACAAN – Mzm. 113:8: Dari Kisah para Rasul jelas ditegaskan, bahwa ada beberapa syarat untuk pemilihan ke dalam Keduabelasan, yang kemudian diterima Matias. Dalam Mazmur Antar Bacaan disebutkan dasar terdalam dari pemilihan Matias, yakni, bahwa orang itu dipilih oleh Allah sendiri. Maka seluruh prosedur sangat penuh hormat.

BAIT PENGANTAR INJIL – Yoh. 15:16: Kutipan ini mengingatkan Gereja kita sekarang mengenai sikap yang harus diambil oleh setiap murid Kristus, yang mendapat pengutusan penting di tengah umat, yakni “bahwa Aku yang memilih kamu”. Sikap ini sangat penting, mengingat semakin banyaknya tradisi dan kelompok “Promosi Panggilan”. Dapat saja tekanan diletakkan pada “aku memilih jalan ini atau itu”. Sikap dasarnya haruslah tetap: “Tuhan yang memilih siapa pun yang melibatkan diri dalam sesuatu peran dalam Gereja dan masyarakat.”

BACAAN INJIL – Yoh. 15:9-17: Memperdalam sikap yang sudah dikemukakan dalam “Bait Pengantar Injil”, dikutiplah di awal Injil, bahwa dasar segala pemilihan atau penunjukan atau pengangkatan ke dalam penugasan dari sudut iman perlulah diletakkan pada “hati Allah”. Awal dari segalanya adalah bahwa “Bapa mengasihi Aku dan Aku mengasihi kamu”. Perlulah diingat, bahwa seluruh pelayanan kita tercakup dalam pengutusan Sang Putera (Fil. 2:1-11). Dalam catatan Paulus itu digarisbawahi, bahwa kasih Allah Bapa menyebabkan Ia mengirim Sang Putera menjadi manusia, guna memulihkan “hubungan kasih antara Allah dengan manusia”. Kasih itu pulalah yang menyebabkan semua pengutusan dalam Gereja, entah tertahbis entah tidak tertahbis, sesungguh-sungguhnya dibebat oleh ‘ketaatan’ (dengan atau tanpa kaul’). Sebagaimana Sang Putera taat karena kasih, begitu pula pelayan dalam Gereja melaksanakan pelayanannya dalam ketaatan karena kasih Allah.

Hanya kalau ada ketaatan dan kasih itulah, sukacita akan meresapi segala penugasan dalam Gereja. Kemudian dalam ketaatan dan kasih itulah kerjasama dan hidup-komuniter dapat melandasi penyerahan serta memberi arti sebenarnya kepada setiap keterlibatan gerejawi. Dalam hal ini pantaslah diperhatikan, bahwa sisi Kristologis setiap pengutusan gerejawi. Yohanes menunjukkan, bahwa petugas gerejawi bekerja, tidak sebagai buruh atau budak atau pegawai, melainkan sebagai sahabat. Sebab Tuhan Yesus berkata: “Aku tidak lagi menyebutmu hamba, melainkan sahabat”. Sebagai konsekuensinya, kalau nanti utusan itu dikirim ke mana pun dan pergi kepada siapa pun, bolehlah mereka yakin, bahwa Bapa akan memberi segala yang dibutuhkan.

Marilah kita memohon St. Matias, untuk mendoakan, agar Roh menguatkan kita dengan semangat pengutusan sejati, sebagai sahabat-sahabat Yesus Kristus.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kesetiaan para diakon: Semoga para diakon, dengan kesetiaannya pada pelayanan Sabda Tuhan dan orang miskin, bisa menjadi simbol Gereja yang inspiratif dan menggugah semangat umat. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Maria Bunda Keteguhan Hati: Semoga di tengah kebingungan dan ketidakpastian, umat Katolik mau meneladan Bunda Maria sebagai Bunda Keteguhan Hati. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Bunda Maria menyertai kami, untuk dipersatukan dengan Sang Putera dalam mengupayakan keadilan bagi seluruh bangsa kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s