Sapalah Selalu BAPA-mu yang di Sorga

Renungan Harian Misioner
Kamis, 28 Mei 2020
P. S. Wilhemus, S. Germanus
Kis. 22:30; 23:6-11; Mzm. 16:1-2a,5,7-8,9-10,11; Yoh. 17:20-26

Bagaimana perasaan anda ketika orang lain mengingatmu dalam sebuah doa? Ketika seorang imam mendoakan intensi pribadimu dalam sebuah misa? Tentu merasa damai dan penuh bahagia. Saya juga merasa damai dan bahagia ketika mendengar kelompok doa mendoakan para Imam di dalam setiap pertemuan doa mereka. Apalagi dalam beberapa hari terakhir ini sejak Minggu Paskah VII, kita selalu mendengar bagaimana Yesus berdoa kepada Bapa dalam persekutuan yang mesra sambil juga berdoa untuk murid-murid-Nya, untuk kita semua yang adalah orang-orang yang percaya kepada-Nya, “Bapa yang kudus, bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau ya Bapa, ada di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang mengutus Aku” (Yoh. 17: 20-21)

Bacaan Injil hari ini dari Yohanes merupakan bagian ketiga dari Doa Yesus yang panjang dan penuh hikmat yang diucapkan Yesus sendiri pada bagian akhir Perjamuan Terakhir (Yoh. 17:1-26). Bagian pertama (Yoh. 17:1-11a) dibacakan pada Hari Minggu Paskah VII dalam minggu Komunikasi sedunia dan bagian kedua (Yoh. 17:11b-19) kita dengar pada hari Rabu kemarin. Dan pada hari ini kita diajak kembali untuk mendalami makna doa Yesus yang luar biasa ini yang sekaligus menjadi bagian penutup dari keseluruhan Doa Yesus ini.

Ada beberapa hal yang dapat kita renungkan bersama dari doa ini. Pertama, kita kembali diajak mengingat akan arti dari sapaan BAPA yang menjadi pembuka dari doa-Nya yaitu ketika Yesus mengajarkan kepada para murid-Nya di segala zaman tentang doa yang sederhana namun sangat intim yaitu DOA BAPA KAMI. Yesus mau menyadarkan kepada murid-Nya bahwa doa sesungguhnya adalah percakapan yang mesra, dari hati ke hati dengan Bapa yang akan membuahkan suatu kesatuan (communio) antara yang si pendoa dengan Bapa. Yesus mendahului pengajaran-Nya kepada para murid-Nya untuk berdoa dan menyapa Tuhan dengan sebutan Bapa sebelum Ia mencontohkan bagaimana Ia berdoa di tengah-tengah para murid-Nya juga dengan menyapa Allah sebagai Bapa.

Akhirnya kita disadarkan bahwa kita diajak untuk berani menyapa Allah dengan sebutan Bapa Kami tidak lain karena Yesus mau kita mengikuti jejak-Nya dalam tugas perutusan yang diterima-Nya dari Bapa dan kini kita teruskan melalui diri-Nya setelah kenaikan-Nya ke surga. Yesus mau mengajak kita untuk terus menyapa Allah dengan sebutan Bapa agar kita kelak boleh ikut serta dalam kemuliaan yang diterima-Nya dan bersatu dengan Bapa seperti dikatakan-Nya, “Ya Bapa, Aku mau supaya di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, yakni mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku” (Yoh. 17:24a).

Kedua, Yesus dengan sangat bijaksana layaknya seorang Bapak keluarga yang hendak berpergian jauh memberikan sebuah wejangan dan nasihat-nasihat kepada anak-anak-Nya untuk terus berada dalam kesatuan dan tiada henti-hentinya berdoa. Sebelum kenaikan-Nya ke surga, Yesus tiada henti-hentinya mengingatkan para Murid untuk siap-siap dibenci karena memberitakan Injil tentang Dia. Bahkan dalam doa-Nya, Yesus meminta kepada Bapa agar para murid “dipelihara dalam nama-Nya”.

Setelah kita dibaptis dan diangkat menjadi anak-anak Allah, status kita kini berubah sama seperti Yesus, kita bukan lagi dari dunia ini. Konsekuensinya adalah seperti Yesus berani dibenci oleh dunia karena membuka kejahatan dunia. Tetapi meskipun demikian, betapapun sulitnya menjadi murid-Nya, Yesus terus mengingatkan untuk menjaga persatuan dan kesatuan satu sama lain terlebih lagi menjaga kesatuan yang mesra dengan Bapa melalui doa yang akan menguatkan kita di segala kondisi hingga akhirnya kita beroleh penyatuan yang sebenarnya di surga.

Sebagai permenungan ini, saya ingin membagi satu pengalaman lagi. Ketika pada suatu kesempatan, saya meminta salah seorang anak muda yang baru aktif di Gereja dan kebetulan ikut makan siang bersama di pastoran, untuk memimpin doa makan. Tiba-tiba ia menjawab dengan spontan, “Pastor, saya tidak tahu berdoa. Saya hanya tahu doa Bapa Kami saja”. Saya kemudian menjawab, “Memangnya itu bukan doa? Bahkan itu adalah Doa Agung yang diajarkan Yesus sendiri. Asalkan kamu resapi dengan baik, itu sudah luar biasa”. Maka anak ini pun memimpin doa makan dengan doa Agung, Bapa Kami. Saudara-saudariku, doa tidak hanya melulu kata-kata spontan saja. Yang terpenting bagaimana dalam setiap doa kita, kita selalu datang di hadapan-Nya seperti anak yang berbicara dari hati ke hati kepada Bapanya. Sapalah Tuhan sebagai Bapa dan Bapa akan senantiasa mendengarkan doa anak-anak kesayangan-Nya.

(RD. Hendrik Palimbo – Dosen STIKPAR Toraja, Keuskupan Agung Makassar)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kesetiaan para diakon: Semoga para diakon, dengan kesetiaannya pada pelayanan Sabda Tuhan dan orang miskin, bisa menjadi simbol Gereja yang inspiratif dan menggugah semangat umat. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Maria Bunda Keteguhan Hati: Semoga di tengah kebingungan dan ketidakpastian, umat Katolik mau meneladan Bunda Maria sebagai Bunda Keteguhan Hati. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Bunda Maria menyertai kami, untuk dipersatukan dengan Sang Putera dalam mengupayakan keadilan bagi seluruh bangsa kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s