New Normal: Gembalakanlah Domba-domba-KU!

Renungan Harian Misioner
Jumat, 29 Mei 2020
P. S. Paulus VI
Kis. 25:13-21; Mzm. 103:1-2,11-12,19-20ab; Yoh. 21:15-19

Sudah beberapa hari ini negeri kita sibuk dengan wacana new normal. Berbagai lini masa dihiasi dengan berita, opini dan diskusi tentang new normal life. Ada yang menyambutnya dengan penuh antusiasme sebagai pencerahan, tetapi ada juga yang nyinyir, acuh tak acuh, meragukan bahkan terkesan meremehkannya atau yang penting asal beda pendapat karena oposisi.

Pandemi Covid-19 tidak diketahui kapan akan berakhir. Para ahli pun sulit memprediksinya. Bisa jadi, kita akan hidup dengan pandemi ini sampai waktu yang cukup lama karena sampai saat ini belum ada tanda-tanda pasti penanggulangan atau penghentiannya. Semua pihak terkesan gamang dan bingung menghadapinya. Seolah-olah kita berjalan di dalam kegelapan. Dalam situasi seperti ini lalu muncul ingatan, “lebih baik menyalakan lilin kecil, daripada mengutuk kegelapan.” Tampaknya lilin kecil itu adalah new normal life. The new normal life adalah peristiwa iman!

Peristiwa kegelapan, kegamangan dan kebingungan inipun dialami oleh para murid sesudah Yesus tidak ada di antara mereka. Yesus, Guru dan Tuhan, yang diidam-idamkan dan diagung-agungkan para murid, yang diharapkan menjadi tumpuan hidup mereka wafat disalib dan meninggalkan mereka, lenyap dari antara mereka, naik ke surga. Situasi sungguh berubah. Situasi menjadi baru. Para murid harus berjalan dalam new normal life. Hidup baru tanpa kedekatan fisik Sang Guru dan Tuhan, yaitu Yesus Kristus. The new normal life itu ditandai dengan nyala api di atas kepala para murid, seperti digambarkan dalam peristiwa Pentekosta, hari turunnya Roh Kudus.

Ya, tinggal dua hari lagi kita merayakan Pentekosta, saat perayaan kedatangan Roh Kudus. Hari di mana kita mulai menghidupi the new normal life sebagai orang beriman baik dalam kehidupan religiositas kita sebagai orang Katolik maupun hidup sehari-hari sebagai warga masyarakat. Pertanyaan yang kemudian bisa muncul untuk permenungan kita adalah sudah cukup siapkah kita masuk ke dalam misteri Pentekosta untuk menerima Roh Kudus? Atau dengan lain kata, sudah siapkah kita menerima amanat perutusan menghidupi the new normal?

Kiranya inspirasi sabda hari ini bisa membantu kita untuk memantapkan diri dan hati untuk mencecap misteri Pentekosta – the new normal life itu.

Pertanyaan Tuhan Yesus kepada Petrus serasa tertuju kepada kita juga, “Apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada mereka ini?” (Yoh. 21:15.16.17).

Pengalaman kasih yang mendalam kepada Yesus rupanya menjadi dasar dan pesan kunci bagi karya perutusan, “Gembalakanlah domba-domba-KU” (Yoh. 21:15.16.17). Menghidupi the new normal life bukan lain adalah “gembalakanlah domba-domba-KU.” Saat sekarang ini, seperti saat para murid perdana tidak berdekatan secara fisik dengan Yesus Sang Guru dan Tuhan, bukan saatnya untuk bernyaman-nyaman, bersandar manja dan menunggu disuapi oleh-Nya, tetapi saat mengemban tanggung jawab, taat-disiplin, peduli dan belarasa pada sesama dan diri sendiri sebagai wujud nyata dari amanat “gembalakanlah domba-domba-KU.” Tidak dekat secara fisik, namun tetap intim di kedalaman batin dan iman.

Kerapkali kita menyalahkan orang lain, pembesar, petinggi atau pemimpin kita, kemudian menjadikannya alibi dan alasan untuk bertindak semau gue: “karena para pemimpin membuat kebijakan yang mencla-mencle, tidak jelas, gampang berubah-ubah, mengapa aku harus taat? Mengapa aku harus patuh pada aturan atau kebijakan yang tidak jelas itu? Mengapa aku yang menjadi korban? Dan sebagainya, dan sebagainya.” Terasa kita ingin bersandar manja, disuapi terus, dituntun terus, dan tidak berkehendak untuk mandiri. Dalam the new normal inilah saatnya kita menggembalakan domba-domba kecil yang ada dalam diri kita sendiri: kemanjaan, kekanak-kanakan, sifat nyinyir, sikap dan perilaku seenaknya sendiri tanpa memperhitungkan keselamatan orang lain, emosi-emosi negatif yang lain. Di samping itu, kita pun mengemban tangungjawab menggembalakan domba-domba yang menjadi tanggung jawab kita: anak, orang tua, pasangan hidup, tetangga, murid, staf-karyawan, dsb. supaya mereka pun selamat. Kunci dan dasar the new normal life itu semua adalah kasih kepada Tuhan, pengalaman dikasihi Tuhan dan demikian mampu mengasihi Tuhan dan sesama.

Pengalaman kasih ini pula yang menjadi isi karya perutusan dan mesti ditularkan dalam kehidupan bersama sehingga harapan Yesus yang kita dengarkan kemarin dalam doa-Nya kepada Bapa-Nya sungguh dapat terwujud (Yoh. 17:1-26).

Pertanyaan Tuhan Yesus itu juga menunjukkan bahwa yang mesti menjadi prioritas hidup orang beriman adalah hidup dalam kasih, mau keluar dari diri sendiri, terpusat dan tertuju pada Yesus Kristus. Hidup dalam kasih itulah poros bagi the new normal life. Meskipun tidak dekat secara fisik, namun tetap intim di kedalaman hati. Selamat menyongsong Hari Raya Pentekosta!*** (NW)

(RD. M Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kesetiaan para diakon: Semoga para diakon, dengan kesetiaannya pada pelayanan Sabda Tuhan dan orang miskin, bisa menjadi simbol Gereja yang inspiratif dan menggugah semangat umat. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Maria Bunda Keteguhan Hati: Semoga di tengah kebingungan dan ketidakpastian, umat Katolik mau meneladan Bunda Maria sebagai Bunda Keteguhan Hati. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Bunda Maria menyertai kami, untuk dipersatukan dengan Sang Putera dalam mengupayakan keadilan bagi seluruh bangsa kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s