Seni Menjalankan Tugas Penggembalaan

Renungan Harian Misioner
Sabtu, 30 Mei 2020
P. S. Ferdinandus dr Kastila, S. Baptista Varani
Kis. 28:16-20,30-31; Mzm. 11:4,5,7; Yoh. 21:20-25

Sahabat-sahabat Tuhan ytk! Salam jumpa lagi melalui Ulasan Biblis Spiritual di pekan terakhir bulan Mei ini. Kita diajak melalui Ulasan Biblis Spiritual mendalami satu hal penting dari multi-pesan yang dipresentasikan oleh bacaan-bacaan suci hari ini. Bacaan pertama dan Injil hari ini merupakan kelanjutan kisah bacaan-bacaan kemarin bahkan sepanjang pekan ini. Bunda Gereja menampilkan kisah-kisah karya pewartaan para Rasul bagi kita untuk direnungkan dan diupayakan pelaksanaannya dalam hidup kita sebagai misionaris-misionaris Tuhan sesuai tugas misi yang kita dipercayakan kepada kita.

Sesuai tema di atas, kita diajak mendalami amanat bijak Yesus bagi Petrus. Di Injil kemarin, Yesus mengamanatkan tugas penggembalaan umat-Nya kepada Petrus, maka di Injil hari ini Yesus memberikan satu nasihat bijak kepada Petrus untuk tahu hal mana yang perlu dia lakukan dan hal mana yang merupakan bagian Tuhan.

Nasihat Yesus ini disampaikan kepada Petrus sehubungan dengan rasa ingin tahu (curiosity) Petrus terhadap beberapa hal yang disampaikan kepada mereka: Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau? Tuhan apa yang terjadi dengan orang ini?

Bisa saja Petrus mau menunjukkan tugas tanggung jawabnya yang dipercayakan Yesus kepadanya. Namun Yesus melihat bahwa rasa tanggung jawab yang ditunjukkan Petrus ‘berlebihan’ karena dia mau tahu juga hal-hal yang hanya diketahui Allah. Maka Yesus menasihati Petrus untuk tahu diri dan tahu tugasnya: Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang itu bukan urusanmu. Tetapi Engkau ikutilah Aku.

Pesan bijak bagi kita dari nasihat Yesus ini yakni perlunya sikap tahu diri bahwa kita hanyalah abdi-abdi Tuhan yang berkarya menurut kehendak Tuhan. Kita hendaknya berkarya sesuai kapasitas dan tugas yang dipercayakan Tuhan kepada kita. Kita perlu tahu mana yang perlu kita lakukan dan hal mana yang perlu diserahkan pada penyelenggaraan Tuhan. Memerhatikan hal ini secara bijak akan membantu kita dalam tugas penggembalaan kita, sekaligus meringankan tugas kita karena Tuhan dilibatkan sebagai penyelenggaraan utama dalam karya-karya kita.

Kisah-kisah tentang sikap bijak Paulus dalam menghadapi tantangan dan kesulitan yang ditampilkan di bacaan-bacaan sepanjang pekan ini menjadi sebuah contoh nyata bagaimana menerapkan hal tersebut. Paulus tahu apa yang dia perlu lakukan dan apa yang perlu diserahkan kepada penyelenggaran Ilahi. Ketika berhadapan dengan orang-orang Yahudi yang mau mempersalahkan dia, dia menggunakan pendekatan dialogis horizontal dengan mereka. Dan karena apa yang dituduhkan kepadanya berkaitan erat dengan kebenaran sejati dan tujuan mulia misi yang dipercayakan Tuhan kepadanya, maka dia membuat dialog vertikal dengan Tuhan. Dia menyerahkan situasinya kepada Tuhan yang Mahatahu dan Mahakuasa serta meminta Tuhan ‘turun tangan’. Di sini kita bisa melihat bagaimana Paulus dengan seni dan bijak menjalankan tugas dan perannya, peran sesama dan peran Tuhan dalam karya misi yang dipercayakan Tuhan kepadanya.

Mari kita menimba hikmahnya baik dari Petrus maupun dari Paulus untuk hidup dan tugas penggembalaan yang dipercayakan kepada kita. Tuhan memberkati kita.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kesetiaan para diakon: Semoga para diakon, dengan kesetiaannya pada pelayanan Sabda Tuhan dan orang miskin, bisa menjadi simbol Gereja yang inspiratif dan menggugah semangat umat. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Maria Bunda Keteguhan Hati: Semoga di tengah kebingungan dan ketidakpastian, umat Katolik mau meneladan Bunda Maria sebagai Bunda Keteguhan Hati. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Bunda Maria menyertai kami, untuk dipersatukan dengan Sang Putera dalam mengupayakan keadilan bagi seluruh bangsa kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s