Ragam bahasa sapaan dan doa Paus Fransiskus ketika Audiensi Umum

Seperti biasa pada saat Audiensi Umum mingguan, Paus Fransiskus menyapa secara khusus para peziarah dari berbagai bahasa dan budaya.


Sejalan dengan tema katekese yang didedikasikan untuk “Doa”, Paus Fransiskus pada hari Rabu (27/05/2020) memiliki pesan yang dikhususkan untuk setiap kelompok umat dengan bahasa-bahasa berbeda yang mengikuti audiensi.

Berbicara kepada para peziarah yang berbahasa Prancis, Paus mengingatkan mereka tentang Hari Raya Pentakosta yang akan datang dan mengundang mereka untuk berdoa kepada Roh Kudus untuk menjadi pria dan wanita yang damai dan kekeluargaan, yang dapat membawa rahmat kepercayaan dan harapan ke dunia.

Hari Raya Pentakosta juga merupakan inti dari kata-katanya kepada orang-orang percaya berbahasa Inggris yang kepadanya dia memohon banyak karunia Roh Kudus.

Kemudian Paus mengundang orang-orang Jerman untuk mengikuti teladan Perawan Maria yang Terberkati: “dengan doanya yang terus-menerus bersama para Rasul, ia memohon Roh Kudus kepada Gereja yang memperbaharui pria dan wanita dalam kasih Kristus. Semoga Roh Cinta Kasih memenuhi hati kita sehingga kita terus berpaling kepada Tuhan dalam doa ”.

Paus mendorong umat beriman berbahasa Spanyol untuk membaca halaman pertama dari Kitab Kejadian untuk “menemukan kembali kekuatan yang dimiliki doa” teman-teman Tuhan “sehingga kita dapat melakukan hal yang sama”. Dia kemudian mendesak mereka untuk memanggil nama Tuhan dengan percaya diri agar Tuhan “dapat menyembuhkan dunia dari semua luka-lukanya dan agar kita dapat mengalami sukacita keselamatan”.

Kepada para pendengar berbahasa Arab, Paus berkata: “Doa tidak mengubah Tuhan, tetapi mengubah kita, membuat kita lebih patuh pada kehendak-Nya”. Dia mengatakan bahwa “Berdoa memungkinkan kita untuk secara bertahap masuk ke dalam cahaya ilahi yang memurnikan hati kita dari semua kegelapan,”.

Paus Fransiskus mengingatkan pula kepada orang-orang beriman Polandia bahwa kita memasuki Novena Pentakosta memohon kehadiran Roh Kudus agar kita dapat maju dalam kehidupan Kristiani kita dengan karunia-karunia-Nya. Dalam masa yang sulit ini, dia berkata, “Mari kita berdoa dengan kata-kata yang diucapkan oleh Santo Yohanes Paulus II di Warsawa, ‘Semoga Rohmu turun dan memperbaharui muka bumi!”

Akhirnya, Paus Fransiskus menyapa para penutur bahasa Portugis dan mengingatkan mereka bahwa doa membuka pintu kehidupan kita kepada Tuhan yang mengajarkan kita untuk keluar dari diri kita sendiri terhadap orang lain, menawarkan penghiburan, harapan dan dukungan.

Pesan, sapaan, harapan dan doa Bapa Suci ini tentu juga berlaku bagi umat Kristiani di seluruh dunia, terutama bagi kita di Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s