Bersama Maria Serukan – “Hatiku Mengagungkan Allah” (Magnificat)

Renungan Harian Misioner
Minggu, 31 Mei 2020
Pesta St. Maria Mengunjungi Elisabet
Zef. 3:14-18; Yes. 12:2-3.4bcd.5-6; Luk 1:45; Luk. 1:39-56

BACAAN PERTAMA – Zef. 3:14-18: Warna dasar hari ini adalah kasih-sayang. Kita tahu, bahwa relasi Yohanes Pembaptis dengan Yesus Kristus sangat dekat. Dasarnya adalah, bahwa Maria, Ibu Yesus serta Elisabet, Ibu Yohanes, memang terjalin dalam relasi kasih sayang sebagai saudara. Memang rumah mereka berjauhan, dan pada waktu itu, Maria sedang ‘hamil muda’, namun Maria mengambil kesempatan untuk mengunjungi Elisabet ‘saudaranya’. Kita melihat, bagaimana relasi persaudaraan di sini dipergunakan oleh Allah, untuk menyiapkan peristiwa penyelamatan yang agung.

Suasana kasih sayang itu juga nampak dalam warna manusiawi bacaan Zefanya. Sebutan ‘Putri Sion’, Israel, ‘Puteri Yerusalem’ bukanlah sebutan budaya saja, melainkan ungkapan kasih sayang, yang sering kali dapat kita temukan dalam bacaan-bacaan Perjanjian Lama. Dalam sebutan-sebutan ditunjukkan, bahwa anak cucu Abraham perlu memahami dan merasakan, bahwa Allah menaruh kasih sayang mesra kepada mereka; bukan sikap kekerasan yang sering diperlihatkan dalam riwayat bangsa-bangsa di sekitar mereka, kalau menceriterakan raja atau dewa-dewi mereka kepada bangsanya. Oleh sebab itu, menjelang akhir bacaan itu ditekankan “Jangan takut dan jangan lemas tanganmu…” (karena ketakutan), apabila menghadap Allah: tetapi rasakanlah “kasih sayangnya yang mesra”.

MAZMUR ANTAR BACAAN – Yes. 12:2-3.4bcd.5-6: Umat diajak menghayati, bagaimana Allah hadir di antara umat-Nya. Karena kehadiran Allah di tengah-tengah mereka itulah mengapa umat tidak perlu takut. Gambaran “air” menunjukkan, bagaimana di tengah gurun, mereka juga tidak perlu merasa takut akan kehausan dan pasti diselamatkan Allah. Anak Elisabet dan Anak Maria akan membawakan keselamatan.

BAIT PENGANTAR INJIL – Luk. 1:45: Mengutip dari Penginjil, yang biasanya menghidangkan warna sukacita, dikaitkanlah di sini sukacita dengan iman. Sebab memang iman si ‘Perempuan Berusia Lanjut’ dan si ‘Perempuan Muda’ itu menyebabkan sukacita, yang amat dalam dan sekaligus juga mengharapkan keagungan Karya Penyelamatan Allah.

BACAAN INJIL – Luk. 1:39-56: Maria, Perempuan muda ini mempunyai kasih sayang kepada saudarinya, Elisabet, yang didengarnya hamil, pada usianya yang sudah cukup lanjut: sesuatu yang menunjukkan karya Allah. Ia melakukan perjalanan yang cukup jauh, dari Galilea ke Yudea, dalam sistem transportasi di zaman itu. Lukas mendapat informasi, bahwa salam awal perjumpaan kedua perempuan ‘yang dikuduskan Allah’ itu sudah membuat mereka tersadarkan, bahwa bukan tubuh dan pribadi mereka, yang penting dalam pengudusan itu, melainkan “Pengutusan Kedua Anak mereka”, yang boleh mereka kandung. Dengan cara itu, penginjil sudah memperlihatkan kepada kita semua, betapa sering kali, bukan kita, para pendosa dan orang-orang lemah inilah, yang penting dalam pelayanan gerejawi, melainkan “Pengutusan yang dikaruniakan oleh Allah melalui kita”. Untuk dapat menyadarinya, Elisabet (dan kita semua) membutuhkan penjiwaan Roh Kudus. Oleh sebab itu, kita diundang, untuk menyertai Elisabet: ikut mensyukuri perjumpaan-perjumpaan gerejawi, yang sering dianugerahkan dalam sejarah hidup kita (sering tanpa kita rencanakan sendiri). Rujukan dasarnya adalah “Tuhan, Pemberi segala karunia”.

Sepantasnyalah hari ini kita mengambil kesempatan, untuk menyertai Perempuan dari Galilea itu, menyerukan “Hatiku mengagungkan Allah” – Magnificat. Kita boleh bersyukur, bahwa sejak cukup dini, Gereja kita menjaga baik-baik tradisi berdoa Magnificat, guna memuliakan Allah, dalam banyak kesempatan yang boleh kita terima dari Allah. Kemuliaan dan keagungan Allah yang kita puji dalam sukacita itu, tidak perlu kita agungkan dengan sikap terlampau besar hati; tetapi selayaknya, seperti Maria, kita lantunkan dengan sikap rendah hati sejati. Dalam pada itu, lantunan itu tidak seyogyanya hanya kita sampaikan dalam kesendirian kita, melainkan bersama dengan banyak orang dalam sejarah hidup kita sendiri maupun pendahulu kita, yang menerima Kebaikan Allah. Dalam seluruhnya, bersama Maria, kita mensyukuri penyelamatan, yang dilakukan Allah bagi semua orang.

Kalau demikian, maka seperti kehadiran Maria di dekat Elisabet telah membawa sukacita besar, demikian gairah iman boleh juga memperkaya hidup kita, jauh melampaui yang kita dapat rasakan dan mengerti.

Semoga karunia Allah melimpahi kita semua, sebagaimana telah melimpahi Elisabet dan Maria.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kesetiaan para diakon: Semoga para diakon, dengan kesetiaannya pada pelayanan Sabda Tuhan dan orang miskin, bisa menjadi simbol Gereja yang inspiratif dan menggugah semangat umat. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Maria Bunda Keteguhan Hati: Semoga di tengah kebingungan dan ketidakpastian, umat Katolik mau meneladan Bunda Maria sebagai Bunda Keteguhan Hati. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Bunda Maria menyertai kami, untuk dipersatukan dengan Sang Putera dalam mengupayakan keadilan bagi seluruh bangsa kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s