Kasih

Renungan Harian Misioner
Kamis, 04 Juni 2020
P. S. Kuirinus
2Tim. 2:8-15; Mzm. 25:4bc-5ab,8-9,10,14; Mrk. 12:28b-34

Kita semua pasti tahu dengan situasi politik yang sedang dihadapi oleh Amerika saat ini. Kematian George Floyd seorang kulit hitam membuat situasi keamanan Negara Amerika menjadi sangat terganggu. Massa terus melakukan aksi demo sebagai reaksi protes atas kematian tersebut. Menanggapi masalah ini, Presiden Amerika serikat Donald Trump menyerukan kepada gubernur di seluruh Amerika untuk mendominasi dan menangkap serta mengadili orang-orang terkait aksi demo tersebut. Seruan Donald Trump ini, ditanggapi oleh seorang kepala Polisi Houston Art Acevedo. Beliau meminta agar Donald Trump agar lebih tenang dan tidak membahayakan massa. Ada ungkapan yang menarik dalam tanggapannya tersebut, demikian ujarnya, “Satu-satunya hal yang dapat mengatasi kebencian adalah cinta; cinta dan ikatan. Mari terlibat dan mari kita lakukan apa yang dapat kita kontrol, yaitu tindakan kita sendiri, hati kita sendiri dan menggunakan hak kita tanpa mengabaikan hak kita untuk memilih” (baca Sindonews.com, 2 juni 2020).

Dalam Injil kita mendengarkan pertanyaan seorang ahli Taurat kepada Yesus tentang hukum yang pertama. Patut kita sadari tentang sosok seorang ahli Taurat ini. Dia adalah seorang yang tulus hati ingin mengetahui hukum yang terutama. Sebab dalam hukum taurat ada begitu banyak hukum yang harus dilaksanakan. Dia berbeda dengan orang-orang Farisi dan orang Saduki yang mengajukan pertanyaan kepada Yesus dengan motif jebakan ingin menjatuhkan Yesus. Demikian bunyi pertanyaan ahli Taurat itu kepada Yesus, “Hukum manakah yang paling utama?” Jawab Yesus, “Hukum yang terutama ialah Kasihilah Tuhan Allahmu dengan hatimu, dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Inti hukum yang terutama adalah KASIH. Dengan subyek sasarannya adalah kepada Allah dan kepada sesama manusia. Di samping itu juga Yesus menyampaikan soal kualitas mengasihi itu. Kepada Allah tuntutannya adalah dengan segenap HATI, dengan segenap JIWA dan dengan segenap KEKUATAN. Pertanyaannya adalah mengapa wujud mengasihi Allah itu harus demikian? Kita tahu bersama bahwa Allah itu tak kelihatan. Karena tak kelihatan maka sesungguhnya betapa sulitnya kita mengasihi-Nya. Karena itu untuk mengasihi-Nya maka manusia harus menggerakkan seluruh dirinya yakni segala keunikannya sebagaimana manusia diciptakan agar mampu mengasihi-Nya. Dengan Hati manusia bisa merasakan kehadiran Allah, dengan Jiwa manusia bisa mendekati Allah (karena badan itu rapuh dan selalu terpaut pada keinginan daging), dengan Kekuatan yaitu pikirannya manusia bisa mengakui keberadaannya dan mencintai-Nya.

Kepada sesama manusia, tuntutannya adalah mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Sebagaimana kita begitu mengasihi diri kita sendiri begitupun dengan sesama kita. Prinsipnya dia adalah aku yang lain yang perlu dihargai dan dicintai.

Tentang dua wujud Kasih ini, hemat saya kasih yang diajarkan oleh Yesus membentuk sebuah salib, yakni satu “kayu” menjulang ke atas yaitu mengasihi Bapa (simbol melihat ke atas), dan satu “kayu” memanjang ke samping yaitu mencintai sesama. Melihat Allah (Bapa) dengan penuh iman dan kepasrahan diri (hati, jiwa, akal budi/kekuatan). Merentangkan tangan sebagai simbol membuka diri untuk menerima sesama. Bila demikian maka kesimpulannya adalah kasih khas kristiani adalah mengasihi sampai kita sendiri merasa sakit (salib/ penderitaan) sebagaimana yang ditunjukan oleh Yesus kepada kita.

(RD. Stefanus Si – Imam Keuskupan Weetebula)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Menempuh Jalan Hati: Semoga saudara-saudara kita yang sedang menderita bisa menemukan jalan hidup yang mengantar mereka untuk dapat disentuh oleh Hati Kudus Yesus. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para petani: Semoga pemerintah dan pihak-pihak yang berwenang, berkehendak kuat untuk membantu dan berpihak pada kelangsungan dan kesejahteraan hidup para petani. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menggabungkan diri dengan Hati Yesus yang Mahakudus agar dari lubuk hati yang terdalam atau sungguh-sungguh mengusahakan keadilan bagi seluruh bangsa kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s