Kita pun Perlu Menjadi “Garam & Cahaya”

Renungan Harian Misioner
Selasa, 09 Juni 2020
P. S. Efrem
1Raj. 17:7-16; Mzm. 4:2-3,4-5,7-8; Mat. 5:13-16

Sahabat-sahabat Ytk! Salam jumpa lagi melalui Ulasan Biblis Spiritual (UBS) di Pekan II Juni 2020 ini. Kita diajak merenungkan pesan Injil hari ini tentang Sabda Bahagia atau yang biasa dikenal dengan Khotbah di Bukit. Patut diakui bahwa Ajaran Yesus ini boleh dibilang sulit dipahami dan dilaksanakan karena memiliki tuntunan tersendiri yang jauh melampaui tolok ukur dalam kehidupan nyata. Namun yang menghidupinya selalu akan memahami dan mengakui kebenaran serta kekuatan di balik ajaran Yesus itu sebagai tiang penyangga kebahagiaan yang sesungguhnya.

Dan mengingat sudah banyak wacana tentang hal tersebut maka di UBS ini saya tidak mau menambah wacana-wacana yang sudah ada karena toh yang dibutuhkan adalah pelaksanaannya. Sebab itu, saya menampilkan satu cerita nyata untuk menghantar kita semua semakin mendalami kebenaran Ajaran Sabda Bahagia Yesus. Cerita itu tentang suasana kematian seorang pastor yang meninggal tahun 2001 dan yang kemarin hari kematiannya diperingati, yakni Pater Karl Mahr, SVD.

Beliau meninggal 19 tahun silam dan dikuburkan di Pekuburan Seminari Tinggi Ledalero. Ribuan pelayat datang melayat dan mengikuti penguburan Pater Mahr waktu itu. Bahkan sejauh yang saya saksikan pada peristiwa kematian dan penguburan di Seminari Tinggi ini, pelayat yang datang saat kematian Pater Marh termasuk salah satu jumlah pelayat terbanyak dari peristiwa-peristiwa penguburan yang pernah terjadi di Seminari Tinggi Ledalero.

Mengapa ribuan orang datang melayat saat kematian Pater Mahr?
Menyimak hidup dan karyanya, kita bisa memahami mengapa banyak orang yang datang saat kematiannya. Beliau adalah Misionaris Serikat Sabda Allah asal Longenlonsheim Jerman. Setelah berkarya sebagai Pastor 15 tahun di wilayah China, beliau ditugaskan di Indonesia. Tahun 1958 beliau tiba di Indonesia dan mendapat tugas di Maumere Flores. Awalnya bertugas di Paroki Nele lalu tahun 1961 beliau pindah ke Paroki Habi hingga ajalnya. Selama hampir 40 tahun beliau mendedikasikan hidup dan karyanya di Paroki ini.

Selama puluhan tahun tersebut beliau membaktikan hidupnya bukan hanya di bidang pelayanan rohani tetapi juga di bidang pembangunan fisik demi kesejahteraan hidup umat di wilayah Maumere. Kecintaannya pada umat membuat mereka merasakan kehadiran kasih Tuhan yang nyata dalam hidup mereka. Dedikasi yang loyal serta pengobanan yang total sebagai Imam Misioaris hingga akhir hayatnya dalam usia 89 tahun telah menjadi Garam dan Cahaya bagi umat.

Maka tak mengherankan ribuan orang datang mengucapkan terima kasih kepada beliau di saat kematiannya karena beliau telah menjadi Garam kasih Allah yang mengubah hidup mereka yang tawar tak berarti menjadi orang-orang berguna. Pater Mahr telah menghadirkan Cahaya Allah pada umatnya melalui kehadiran dan karyanya selama puluhan tahun.

Kita juga ditugaskan menjadi Garam dan Cahaya bagi dunia. Mari kita merenung: sejauh mana saya telah berupaya menjadikan hidup saya sebagai Garam dan Cahaya bagi sesama?

Selamat merenung, Tuhan memberkati. Amin.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Menempuh Jalan Hati: Semoga saudara-saudara kita yang sedang menderita bisa menemukan jalan hidup yang mengantar mereka untuk dapat disentuh oleh Hati Kudus Yesus. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para petani: Semoga pemerintah dan pihak-pihak yang berwenang, berkehendak kuat untuk membantu dan berpihak pada kelangsungan dan kesejahteraan hidup para petani. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menggabungkan diri dengan Hati Yesus yang Mahakudus agar dari lubuk hati yang terdalam atau sungguh-sungguh mengusahakan keadilan bagi seluruh bangsa kami. Kami mohon…

Amin

One thought on “Kita pun Perlu Menjadi “Garam & Cahaya”

  1. Bagus, senang setiap kali ada tuntunan hidup yang lengkap seperti ini..terima kasih atas tulisan-tulisannya yang indah menguatkan hidup.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s