Menyimpan Perkataan Yesus: Jalan Menuju Kesucian Hati

Renungan Harian Misioner
Sabtu, 20 Juni 2020
PW Hati Tersuci SP Maria
Yes. 61:9-11; MT 1Sam. 2:1,4-5,6-7.8abcd; R 1a.; Luk. 2:41-51

Hari ini kita memperingati Hati Tersuci Santa Perawan Maria. Hati adalah sumber kehidupan, asal-usul perasaan dan rencana-rencana manusia. Kualitas pikiran dan kehendak, emosi dan pembicaraan, sikap dan kelakuan manusia ditentukan oleh hatinya. Menurut Paus Yohanes Paulus II, hati bukanlah sumber perasaan sentimental, melainkan sumber kemampuan untuk membuka diri bagi sesama dan memahami orang lain. Kualitas diri seseorang ditentukan oleh kualitas hatinya. Bagaimana kualitas hati Bunda Maria?

Ketika Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi kepada Maria dan berkata kepadanya: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau. Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu” (Luk. 1:28-29). Maria tidak mengerti arti salam yang disampaikan oleh malaikat. Ia bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Setelah memperoleh penjelasan dari malaikat pun, Maria masih tetap tidak mengerti. Dalam ketidakmengertiannya itu, Bunda Maria justru sadar akan posisi dirinya sebagai hamba Tuhan. Dalam kesadaran itu, meski tidak mengerti apa yang disampaikan oleh malaikat, Maria dengan penuh keyakinan berkata: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk. 1:38). Pikirannya memang tidak sepenuhnya sanggup memahami rencana dan kehendak Allah, tetapi hatinya merasakan apa yang menjadi rencana dan kehendak Allah. Kesadaran akan dirinya sebagai hamba Tuhan bersumber dari hatinya.

Bacaan Injil (Luk. 2:41-51) pada peringatan Hati Tersuci Santa Perawan Maria, berbicara mengenai hati Maria. Ketika Maria dan Yosef menemukan Yesus di kenisah, Maria berkata kepada Yesus, anaknya: “Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-mu dan aku dengan cemas mencari Engkau” (Luk. 2:48). Yesus menjawab pertanyaan ibu-Nya dengan pertanyaan pula: “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakah kamu tahu bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” Maria dan Yosef heran dan tidak dapat mengerti kata-kata Yesus. Isi pertanyaan Yesus secara sepintas tentu kurang menyenangkan hati. Santo Yosef layak untuk merasa tersinggung dan Bunda Maria pantas untuk memarahi Yesus atas jawaban-Nya itu. Namun, Bunda Maria tidak bersikap demikian, Ia justru menyimpan kata-kata Yesus dalam hatinya.

Perkataan Allah yang disampaikan melalui malaikat memang tidak dimengerti oleh Maria, tetapi kata-kata itu disimpan di dalam hatinya. Rencana dan kehendak Allah tidak sepenuhnya dipahami oleh Maria, tetapi Maria menyimpan rencana dan kehendak Allah dalam hatinya. Maria tidak mengerti perkataan Yesus yang disampaikan kepada mereka dalam bentuk pertanyaan, tetapi Maria menyimpan parkataan Yesus dalam hatinya. Hati yang menyimpan perkataan Allah, hati yang menyimpan rencana dan kehendak Allah, dan hati yang menyimpan perkataan Yesus, itulah hati yang tersuci. Hati Bunda Maria adalah hati tersuci karena ada kehendak Allah, perkataan Allah dan perkataan Yesus tersimpan di dalamnya. Ia menyimpan segala perkara dalam hatinya seraya merenungkannya sebagai kehendak Allah yang harus terjadi dalam hidupnya.

Bagaimana hati kita masing-masing? Peringatan Hati Tersuci Santa Perawan Maria pada hari ini menjadi sebuah undangan bagi kita untuk meneladani kesucian hati Bunda Maria. Kehendak, perkataan Allah, dan perkataan Yesus yang disimpan di dalam hatinya itulah yang menjiwai seluruh sikap dan tindakan Bunda Maria. Apakah kita juga menyimpan kehendak, perkataan Allah dan perkataan Yesus dalam hati kita? Kita harus dengan jujur mengakui bahwa hati kita kadang bahkan sering menjadi tempat penyimpanan kehendak kita sendiri, keinginan, cita-cita, ambisi-ambisi kita yang sering kali tidak sesuai dengan kehendak Allah. Hati kita kadang tidak menjadi tempat penyimpanan perkataan-perkataan Yesus, sebaliknya menyimpan kata-kata kebencian, amarah, kesombongan, diskriminasi, kata-kata yang memecah-belah, yang menyakitkan hati dan sebagainya. Dalam segala kelemahan dan kerapuhan, kita mesti sadar akan status kita sebagai anak-anak Allah, sebagai putera dan puteri Maria dan sebagai sahabat-sahabat Yesus.

Kita dipanggil untuk meneladani kesucian hati Bunda Maria. Dengan cara apa? Kita berusaha untuk menyimpan rencana dan kehendak Allah dalam hati kita; menyimpan dan meresapi perkataan atau sabda Allah dalam hati kita, dan menyimpan perkataan atau sabda Yesus dalam hati kita. Apabila hidup kita dijiwai oleh kehendak, perkataan Allah dan perkataan Yesus, kualitas pikiran dan kehendak, emosi dan pembicaraan, sikap dan kelakuan kita akan terlihat sebagai pribadi-pribadi yang rendah hati, yang memiliki hati yang lemah lembut, yang peka dan yang berbelaskasih. Bunda Maria pasti mendoakan kita agar kita senantiasa menyimpan kehendak Allah, perkataan Allah dan perkataan Yesus dalam hati kita sebagai jalan menuju kesucian hati.

(RP. Silvester Nusa, CSsR – Dosen STKIP Weetebula, NTT)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Menempuh Jalan Hati: Semoga saudara-saudara kita yang sedang menderita bisa menemukan jalan hidup yang mengantar mereka untuk dapat disentuh oleh Hati Kudus Yesus. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para petani: Semoga pemerintah dan pihak-pihak yang berwenang, berkehendak kuat untuk membantu dan berpihak pada kelangsungan dan kesejahteraan hidup para petani. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menggabungkan diri dengan Hati Yesus yang Mahakudus agar dari lubuk hati yang terdalam atau sungguh-sungguh mengusahakan keadilan bagi seluruh bangsa kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s