Hanya Satu Prioritas: Demi dan Karena DIA!

Renungan Harian Misioner
Minggu, 28 Juni 2020
2Raj. 4:8-11,14-16a; Mzm. 89:2-3,16-17,18-19; Rm. 6:3-4,8-11; Mat. 10:37-42

Injil hari ini melanjutkan pesan dan janji Yesus bagi para murid yang diutus-Nya (Mat. 10). Yesus sangat menekankan relasi dan ikatan khusus mereka dengan diri-Nya. Sampai 7 kali (angka sempurna) kata Aku/-Ku diulang-ulang! Dengan itu, mereka diingatkan bahwa pewartaan Injil adalah penerusan dan kelanjutan misi Yesus sendiri. Janganlah misi itu dilihat sebagai sekedar hobby, atau demi gengsi apalagi ambisi pribadi. Pewartaan harus dijalankan hanya demi dan karena Dia! Mereka yang diutus harus mempunyai hubungan yang erat-menyatu dengan Dia yang mengutus. Ikatan dengan Yesus ini tentu tidak berarti misi mereka bebas dari problem. Justru sebaliknya: misi itu penuh dengan tantangan dan risiko. Tantangan pertama langsung berkaitan dengan keluarga dan kerabat terdekat. “Siapa saja yang mengasihi bapa atau ibunya lebih daripada Aku, ia tidak layak bagi-Ku” (ay. 37). Matius memakai kata yang lebih positif “mengasihi” (Lukas memakai hyperbol “tidak membenci”) untuk menegaskan bahwa kasih terhadap bapa-ibu, keluarga dan kerabat tidak dikurangi ataupun disangkal. Akan tetapi, ada saatnya iman dan tugas memberitakan Injil berkonflik dengan kepentingan keluarga. Dalam kasus seperti itulah Yesus menegaskan: kepentingan Injil harus menjadi prioritas. Memang, tidak mudah dijalankan, tetapi itulah salah-satu salib yang harus dipikul oleh setiap pewarta Berita Gembira.

Tugas pewartaan Injil juga kadang berkonflik dengan hasrat dan kepentingan pribadi. Dalam kasus seperti itupun, tuntutan Yesus jelas: seorang pewarta Injil harus dapat menomorduakan kepentingan pribadi, bahkan hidupnya sendiri: “Siapa saja yang kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya” (ay. 39b). Di saat harus memilih antara pewataan Injil dan kepentingan pribadi, antara iman dan keamanan diri, prioritas saya dan Anda harus tetap jelas: iman dan pewartaan Kabar Baik. Bahkan, sebagai pewarta Injil, kitapun harus siap mengurbankan diri sebagai martir. Tentu bukan martir bom bunuh-diri, tetapi martir agar Injil menjadi booming, sehingga kita dan orang lain memperoleh hidup sejati.

Yesus tahu bahwa mengurbankan kepentingan diri dan keluarga bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, Ia tidak hanya menjanjikan hidup-sejati “kelak dan di sana” saja. Memang ada tantangan dan risiko, tetapi ada juga janji dan pengharapan yang nyata. Berkat hidup sejati itu sudah dapat kita rasakan di dunia sekarang. Mengapa? Sebab, selain mendapat perlawanan (entah dari kerabat, diri sendiri atau orang lain), para pewarta Injil pasti juga akan bertemu dengan banyak orang yang menerima dan menyambut mereka (ay. 41-42). Yesus menjamin bahwa pewartaan kita akan disambut, dan kebutuhan kita pun akan dicukupi. Orang-orang yang menerima Injil dan melayani para pewarta Injil itu akan juga menerima upah yang besar. Mengapa? Sebab “siapa yang menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan siapa yang menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku” (ay. 40). Itulah berita gembira dan jaminan dari Yesus bagi kita, baik sebagai pewarta Injil maupun sebagai penyambut mereka.

(Hortensio Mandaru – Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Menempuh Jalan Hati: Semoga saudara-saudara kita yang sedang menderita bisa menemukan jalan hidup yang mengantar mereka untuk dapat disentuh oleh Hati Kudus Yesus. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para petani: Semoga pemerintah dan pihak-pihak yang berwenang, berkehendak kuat untuk membantu dan berpihak pada kelangsungan dan kesejahteraan hidup para petani. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami menggabungkan diri dengan Hati Yesus yang Mahakudus agar dari lubuk hati yang terdalam atau sungguh-sungguh mengusahakan keadilan bagi seluruh bangsa kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s