SOS: CARILAH YANG BAIK, JANGAN YANG JAHAT!

Renungan Harian Misioner
Rabu Biasa XIII, 1 Juli 2020
Am. 5:14-15.21-24; Mat. 8:28-34

Empat bulan berjalan sejak pemerintah mengumumkan adanya pandemi virus Corona Covid-19 di Indonesia. Tempat-tempat ibadah dan gereja-gereja masih tutup sampai saat ini. Kita beribadah di rumah masing-masing. Bahkan, hari-hari raya keagamaan pun dirayakan masing-masing di rumah. Pekik takbir, gempita lagu pujian meriah dan nyaring bunyi tetabuhan terasa berhenti, menjadi sunyi. Di kalangan kita sendiri yang Katolik, meskipun pemerintah di beberapa tempat sudah memberikan kelonggaran, Gereja tetap sangat hati-hati. Jangan sampai menjadi kluster baru penularan Covid-19. Sampai hari ini hampir semua gereja masih ditutup. Para gembala umat masih meminta kita beribadah di rumah masing-masing dengan misa live streaming.

Yang bergema adalah alunan doa batin yang didaraskan berbisik dalam sanubari masing-masing pribadi beriman. Bahkan, komuni pun yang merupakan perjumpaan kesatuan Tuhan dengan umat-Nya adalah komuni batin. Kita disorongkan masuk ke ruang-ruang batin, ruang-ruang terdalam dan sunyi, ruang perjumpaan personal antara kita dengan diri kita sendiri dan kita dengan Tuhan sang pemilik kehidupan.

Biasanya kita manusia yang menggugat Tuhan, tapi saat ini Tuhan yang menggugat kita, “Aku membenci, Aku menghina perayaanmu, tak suka akan kumpulan rayamu […] hendaknya keadilan bergulung-gulung seperti air, kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir” (Am. 5:21.24). Praktik peribadatan saat pandemi virus Corona Covid-19 ini seolah-olah menggemakan ‘Tuhan gugat’ tersebut. Orang-orang rajin beribadah, suka teriakkan takbir atau lambungkan pujian meriah, tetapi perilakunya jauh dari yang diimaninya. Bertindak seenaknya, anarkis, beringas apalagi terhadap yang lemah, kecil, yang tidak segolongan dan tidak sepaham. Bisa jadi kita yang beribadah sekaligus kita yang menakutkan bagi sesama, yang bertindak tidak adil, yang menindas, yang garang terhadap orang lain, yang tidak peduli pada keselamatan orang lain terlebih di masa pandemi Covid-19. Ini seperti dua orang yang kerasukan setan yang dikisahkan dalam Injil Matius hari ini, “Maka datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan, menemui Dia. Mereka itu amat berbahaya, sehingga tak seorang pun berani melalui jalan itu” (Mat. 8:28).

Nubuat Amos menyerukan kepada kita, “Carilah yang baik dan jangan yang jahat, agar kalian hidup!” (Am. 5:14). Dengan mengusahakan yang baik, bertindak adil dan benar, serta meninggalkan yang jahat, Tuhan Allah akan menyertai kita dan memberi hidup damai pada kita. Yang jahat, perilaku satanic dalam diri kita harus kita usir, singkirkan dan buang jauh-jauh, seperti Yesus mengusir setan-setan dalam diri dua orang yang datang dari pekuburan itu (lih. Mat. 8:32). Apa itu perilaku satanic yang bisa bercokol dalam diri kita di masa pandemi? Bebal, egois, masa bodoh, tidak peduli, tidak disiplin, tidak taat, tindakan membahayakan diri sendiri dan orang lain, menyebar kabar bohong/hoax, nyinyir, perilaku merusak.

Oleh karena itu, misi kita hari ini mengikuti ajakan Nabi Amos, “Carilah yang baik dan jangan yang jahat […] Bencilah yang jahat, cintailah yang baik dan tegakkanlah keadilan, agar kalian hidup!” dan, ingat kita selalu berurusan dengan Tuhan Sang Pemilik kehidupan!***(NW)

(RD. M Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keutuhan keluarga: Semoga keluarga-keluarga pada zaman ini tidak merasa sendirian karena senantiasa dapat menemukan cinta, penghargaan dan bimbingan yang mereka perlukan demi terjaganya keutuhan keluarga. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Sumber daya manusia: Semoga dalam rangka peningkatan sumber daya manusia yang dicanangkan pemerintah, lembaga-lembaga pendidikan Katolik, menemukan sarana-sarana untuk menyiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan zaman milenial. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mohon berkat bagi para pelayan pendidikan kami untuk membantu terwujudnya pendidikan keadilan dalam setiap tingkatnya. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s