Belajar Melihat dan Mendengarkan dengan Hati

Renungan Harian Misioner
Selasa Biasa, 28 Juli 2020
P. S. Nasarius dan Selsus, S. Victor dan Innosensius
Yer. 14:17-22; Mzm. 79:8,9,11,13; Mat. 13:36-43

Sahabat-sahabat Tuhan ytk! Salam jumpa lagi melalui temu berhikmah di Selasa IV bulan Juli 2020 ini. Banyak video yang viral seputar covid selama bulan-bulan pandemi ini. Salah satu video yang viral mengenai seorang anak muda yang kecewa setelah berjemur diri di sinar matahari tanpa baju selama berjam-jam.

Awal kekecewaan si pemuda itu bermula dari pertanyaan temannya yang merasa heran mengapa temannya itu berjemur matahari berjam-jam pada hari itu. Lalu si pemuda itu mengatakan bahwa dia sedang mengikuti anjuran untuk berjemur selama 10 jam guna meningkatkan antibody. Mendengar penjelasannya itu temannya spontan menertawakan dia karena dia salah memahami suruhan itu. Yang dimaksudkan adalah berjemur sampai jam 10 pagi, bukan berjemur sampai 10 jam. Gara-gara tidak mendengarkan secara baik informasi yang disampaikan membuat si pemuda itu salah paham dan salah pula melaksanakan informasi itu yang akhirnya merugikan dirinya sendiri.

Inilah alasan para Murid Yesus, di Injil hari ini, meminta Yesus menjelaskan lagi maksud perumpamaan yang telah mereka dengar sebelumnya. Mereka mau supaya lebih memahami arti perumpamaan itu sehingga mengupayakan pelaksanaannya secara tepat pula. Dan kerendahan hati meminta, serta kerterbukaan hati yang tulus mendengarkan penjelasan Yesus merupakan jalan-jalan yang membuat mereka mampu memahami maksud ajaran Tuhan. Mereka akhirnya bukan hanya tahu (to know) tetapi juga mampu memahami (to understand) arti perumpamaan Yesus karena mereka bukan hanya mendengar dengan telinga fisik (to hear) tetapi juga mendengarkan dengan hati (to listen).

Nabi Yeremia, di bacaan pertama hari ini pun mengajar kita satu sikap iman yang perlu kita miliki bila mau menaruh perhatian kepada sesama, yakni melihat bukan hanya dengan mata fisik (to see) tetapi juga dengan mata hati (to view). Sikap tenang, terbuka hati, mau mendengarkan juga lah yang membuat Nabi Yeremia mampu melihat situasi sekitar bukan hanya dengan mata fisik (to see) tetapi juga dengan mata hati (to view).

Maka kisah pemuda tadi dan Sabda Tuhan hari ini mengajak kita membangun sikap-sikap bijak yang membuat kita mampu memahami jalan Tuhan dan mengupayakannya secara tepat:

Sikap rendah hati seperti para murid untuk berguru pada Yesus, Sang Guru Sejati
 Sikap mendengarkan (to hear: dengan telinga fisik dan to listen: dengan hati) seperti para murid Yesus mampu mengetahui (to know) dan memahami (to understand) suara Guru Kebenaran Sejati
Sikap melihat bukan hanya dengan mata fisik (to see) tetapi juga dengan mata hati (to view) seperti Nabi Yeremia untuk memahami dan mengambil sikap yang tepat pula.
Silence (ketenangan/keheningan) batin menjadi salah kunci utama dalam upaya mengasah kemampuan melihat dan mendengarkan dengan hati.

Mari kita merenungkan dan mengupayakan penghayatan sikap-sikap iman di atas agar kita bisa seperti Nabi Yeremia dan Para Murid Yesus mampu melihat, mendengarkan dan bersaksi dengan hati. Tuhan memberkati perjuangan kita.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keutuhan keluarga: Semoga keluarga-keluarga pada zaman ini tidak merasa sendirian karena senantiasa dapat menemukan cinta, penghargaan dan bimbingan yang mereka perlukan demi terjaganya keutuhan keluarga. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Sumber daya manusia: Semoga dalam rangka peningkatan sumber daya manusia yang dicanangkan pemerintah, lembaga-lembaga pendidikan Katolik, menemukan sarana-sarana untuk menyiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan zaman milenial. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mohon berkat bagi para pelayan pendidikan kami untuk membantu terwujudnya pendidikan keadilan dalam setiap tingkatnya. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s