Worry Too Much

Renungan Harian Misioner
Rabu, 29 Juli 2020
P.S. Martha
1Yoh.4:7-16; Yoh.11:19-27 (Luk.10:38-42); Mzm.34:2-3,4-5,6-7,8-9,10-11

Kata-kata respons Marta di dalam Injil Yoh. 11:22 masih mencerminkan jawaban standar yang belum dilengkapi dengan terang pemahaman yang diberikan oleh Tuhan Yesus. Apa yang mendasari sikap Marta memang benar dan baik, juga tidak sesat. Namun sikapnya itu sendiri belum lengkap. Allah punya kehendak khusus bagi situasi ini, yaitu bahwa Lazarus akan dibangkitkan demi kemuliaan Tuhan Yesus, Anak Allah. Ini belum disadari Marta. Barulah pada respons kedua Marta mengungkapkan kepercayaannya, “Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia” Yoh. 11:27. Kini Marta bukan sekadar percaya kepada mukjizat Yesus (yang memang belum terjadi), tetapi kepada firman-Nya bahwa Ia adalah “kebangkitan dan hidup”. Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati (Yoh. 11:25).

Kematian dan kebangkitan manusia tidak bisa dilepaskan dari sikap percaya kepada Yesus. Respons inilah yang hendak diusung Injil Yohanes dalam bacaan ini, respons yang seharusnya muncul juga dalam diri kita, respons kepada Sang Anak Allah yang telah datang ke dunia ini. Sebagai orang Kristiani, pernyataan dan pengakuan yang benar, baik, dan tidak sesat sewajarnya kerap keluar dari mulut kita. Namun bukan itu yang paling penting. Bacaan Injil hari ini menunjukkan pentingnya memberi respons yang benar, bukan sekadar menyatakan wawasan ortodoks tentang jati diri Yesus melainkan juga kesadaran dan penerimaan akan kehendak-Nya bagi situasi dan waktu kita saat ini. Tuhan Yesus menghendaki kita jadi pemberita keberadaan diri-Nya yang adalah Sang Kebangkitan dan Hidup.

Kepada Marta (dan juga kepada kita semua) yang selalu khawatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, Yesus memberikan jaminan bahwa Ia adalah kebangkitan dan hidup, jadi buat kita yang percaya kepada-Nya, kita akan hidup selamanya walaupun kita sudah mati. Jika kita berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita, yang telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya (1Yoh. 4:13) apakah kita masih perlu khawatir dan takut? St. Padre Pio juga mengingatkan agar kita tidak perlu khawatir karena khawatir itu tidak ada gunanya. Allah itu Penyayang dan akan mendengar doa kita, maka kita hanya perlu berdoa, berharap dan tidak perlu khawatir. “Pray, hope and don’t worry. Worry is useless. God is merciful and will hear your prayer” – St.Padre Pio.

Kita diingatkan bahwa malaikat TUHAN akan selalu ada di sekeliling kita yang takut akan Dia dan meluputkan kita. Kita tidak berkekurangan jika takut akan Dia. Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik (Mzm. 34:7,9-10). AKU-lah terang dunia.

Terima kasih, Tuhan. Engkau sudah memberikan jaminan kepada kami bahwa barangsiapa mengikuti Engkau, ia tidak berjalan dalam kegelapan, dan ia akan mempunyai terang hidup. Amin. (HGR)

(Helen Romli – Ketua Komisi Penyebaran & Pemasaran Yayasan Lembaga Alkitab Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keutuhan keluarga: Semoga keluarga-keluarga pada zaman ini tidak merasa sendirian karena senantiasa dapat menemukan cinta, penghargaan dan bimbingan yang mereka perlukan demi terjaganya keutuhan keluarga. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Sumber daya manusia: Semoga dalam rangka peningkatan sumber daya manusia yang dicanangkan pemerintah, lembaga-lembaga pendidikan Katolik, menemukan sarana-sarana untuk menyiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan zaman milenial. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mohon berkat bagi para pelayan pendidikan kami untuk membantu terwujudnya pendidikan keadilan dalam setiap tingkatnya. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s