Sadarilah, Semua Kuasa Berasal dari Tuhan Semata

Renungan Harian Misioner
Minggu Biasa XVIII, 02 Agustus 2020
P. S. Petrus Faber
Bacaan Khusus: 1Kor. 2:1-5; Dan. 3:52-58.83-87; Mrk. 1:17; Mat. 10:24-27

Pierre Favre (lahir 1506, meninggal di Roma 1546) adalah sahabat Inigo Loyola, baru sejak ketemu di Paris dan tinggal di satu pondokan yang sama, Bersama Franciscus Xaverius. Sebenarnya awalnya mereka ada dalam posisi bermusuhan (Inigo melawan Pierre Favre, yang Prancis, dan Franciscus Xaverius, yang memihak Prancis). Kelak 3 orang inilah inti pertama dari 10 Jesuit pertama. Pierre Favre dipandang sebagai ahli perdana perihal Spiritualitas Jesuit.

ANTIFON PEMBUKAAN – Kidung 3:1-2: menyampaikan suasana dasar hati dan hidup Pierre Favre atau Petrus Faber. Sebab, bersama Ignatius dari Loyola, dia sangat dikaruniai persahabatan mendalam dengan Tuhan Yesus Kristus. Hal itu diperolehnya pada akhir retret agung (Latihan Rohani), ketika kepadanya dianugerahkan “cinta yang dirasakannya dari Kontemplasi untuk Memperoleh Cinta”. Cinta itu direnungkan selanjutnya, ketika ia dapat memandang Wajah Sang Sahabat, yakni Yesus Kristus, di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan hidupnya. Dalam ziarah hidup itulah Roh Kudus membimbingnya untuk bersama para sahabat lain, dalam Serikat Yesus yang masih amat muda, pada pertengahan abad 16 itu, mewujudkan Azas dan Dasar kerohaniannya: SEMUA itu HANYA DEMI MAKIN BESARNYA KEMULIAAN ALLAH.

BACAAN PERTAMA – 1 Korintus 2:1-5: Semangat Paulus dihayati oleh Petrus Faber, karena ia juga mengakui, bahwa dalam “Hidup, hanyalah Yesus Kristus Sang Tersalib, yang hidup dan berkarya”. Dengan rahasia agung itu, ia sendiri mengakui, bahwa dirinya lemah dan papa. Sangat jelas dan meyakinkan, betapa semua merupakan buah keyakinan akan “kekuatan Roh”. Hanya di situlah imannya bergantung.

MAZMUR TANGGAPAN – Daniel 3:52-58.83-87: Umat diundang untuk ikut memuliakan Allah, yang mahaluhur, yang mengatasi segala kemuliaan duniawi dan seluruh ciptaan. Bahkan seluruh ciptaan dan alam semesta diajak bersyukur mengagungkan Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL – Markus 1:17: Hidup dalam kesatuan dengan Yang Ilahi itu ingin dibagikannya kepada semua orang lain. Dengan demikian, akan terlaksanalah panggilan Tuhannya “untuk menjadi penjala manusia”: merangkum manusia mempersembahkan diri kepada Tuhan, yang menyatukan dalam Kerajaan Kristus.

BACAAN INJIL – Matius 10:24-27: Dalam iklim kehidupan mana pun, dulu maupun sekarang, ada semacam kecenderungan, bahwa sukses seseorang – juga dalam mengajar orang – dirujukkan pada kemampuannya sendiri. Namun Petrus Faber diajak menyadari iman akan Tuhan, sehingga keberhasilannya membimbing atau mempertobatkan orang diletakkan tidak di nampan kuasanya sendiri, melainkan pada Sang Guru Yesus Kristus. Oleh sebab itu, murid-murid dan sahabat Kristus tidak pernah takut apa pun: semuanya ada dalam hati dan tangan Tuhan. Lalu mereka akan melakukan pewartaan di segala tempat dan dalam suasana apa pun.

REFLEKSI: Baiklah kita merefleksikan, sejauh manakah kita dari awal sampai akhir pelayanan kita, senantiasa mengembalikan segalanya kepada Tuhan; dan bukan memaklumkannya sebagai buah karya kita sendiri. Cinta Tuhan juga yang ada di balik tindak langkah serta ucapan kita. Seyogyanya kita memohon kepada Roh Cintakasih, untuk melingkupi kita seutuhnya, sehingga lahir batin kita senantiasa mempersembahkan segala pelayanan kepada Tuhan.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kesejahteraan dalam dunia maritim: Semoga semua orang yang bekerja dan hidup dari laut, yaitu pelaut, nelayan beserta keluarganya, dan para petugas yang menjaga laut, senantiasa dikaruniai keselamatan dan kesejahteraan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kerukunan bangsa: Semoga sebagai tindakan nyata dalam menjalin kebersamaan dan kerukunan bangsa, Gereja membuka diri terhadap kebudayaan dan mau menggalakkan aneka ragam kegiatan seni lokal. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan usaha kami dalam bernegara supaya terwujudlah keadilan bagi setiap warga negara. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s