Sang Teladan Para Pelayan Umat

Renungan Harian Misioner
Selasa, 04 Agustus 2020
P. S. Yohanes Maria Vianney
Bacaan Khusus: Yeh. 3:16-21; Luk. 4:18; Mat. 9:35-10:1

Jean Marie Vianney mengalami masa kecil dan remajanya di Damajanya di daerah sederhana di Prancis. Ia merasa terpanggil menjadi imam, di abad 18-19, ketika Prancis mengalami situasi yang tidak mudah bagi Gereja Katolik. Oleh sebab itu, dasar-dasar pendidikannya cukup terbatas. Namun dalam hatinya tersimpan ‘cinta pada Gereja Katolik sebagaimana sejak lama ada dalam anak-anak dari Prancis, yang sering disebut sebagai Puteri Gereja’. Ketika ia menjadi imam, kekuatan batinnya, yang mendasari keterlibatan dan pelayanannya kepada umat, bukanlah kepandaian akademis atau ketrampilan pastoral praktis, melainkan cintakasih dan sikap-baktinya kepada komunitas gerejawi. Oleh sebab itu, sudah sebagai ‘pastor muda’ ia dikenal sebagai pastor yang mencintai dan dicintai umat. Oleh sebab itu, ia kerap dilukiskan sebagai teladan para pelayan umat.

BACAAN PERTAMA – Yehezkiel 3:16-21: Bacaan ini mengingatkan kita semua akan panggilan seorang gembala umat, yang datang dari Allah sendiri. Ia diharapkan untuk menyampaikan Sabda Allah kepada umat, apa pun risikonya. Sebab Tuhan sendirilah, yang sebenarnya mengangkatnya, dan bukan sekedar Uskupnya. Dalam tugas itu, seorang imam dapat saja mengalami banyak kesulitan, namun ia harus bertindak dan berbicara serta menyampaikan Kehendak Allah. Salah satu kesulitan yang dapat dialami para utusan Tuhan adalah, bahwa sering kali tidak mudah menemukan kata atau bahasa, yang sungguh mengena pada maksud perwahyuan. Meskipun demikian, seorang utusan Allah harus berbicara dan bertindak. Dalam pada itu, apabila seorang utusan Tuhan bertindak dan berbicara tepat, sesuai dengan Kehendak-Nya, maka ia akan mendapat karunia dari Tuhan.

BAIT PENGANTAR INJIL – Luk. 4:18: Pengutusan dari Allah,yang diterima oleh seorang Gembala Umat, tidaklah diberikan kepada ‘orang besar’ (yang dapat membalasnya dengan harta, seperti dialami zaman Jean Marie Vianney) melainkan ‘orang-orang kecil’, dalam arti materiil maupun spiritual.

BACAAN INJIL – Matius 9:35-10:1: Seturut Guru teladannya, Jean Marie Vianney, dikenal sebagai seorang pastor, yang rajin berkeliling untuk menyapa umatnya. Oleh sebab itu, timbullah ‘relasi persaudaraan’ antara pastor itu dengan umatnya. Peristiwa itu perlahan-lahan memulihkan gambar ‘Gereja Prancis’, karena suasana persaudaraan menjadi tanda penting hidup menggereja. Tanpa banyak kata, persaudaraan, yang dihasilkan oleh kunjungan-kunjungan Jean Maria Vianney itu merupakan jawaban berharga, sesudah Gereja terluka oleh Revolusi Prancis. Pastor yang ramah itu membarui citra Gereja dan pastoral di masa itu. Warna Jean Maria Vianney menjadi semakin penting, karena tidak banyak imam, yang dapat membangkitkan hidup Gereja secara baru. Suasana politis dan budaya juga telah menyebabkan sedikitnya orang muda, yang suka menjadi imam. Prancis (dan seluruh Gereja) diberkati Tuhan, dengan tampilnya seorang imam seperti Jean Marie Vianney.

REFLEKSI:
• APABILA ANDA UMAT, dapatkah Anda membayangkan untuk mengambil bagian dalam pelayanan gerejawi, agar Komunitas Gerejawi Di daerah Anda atau dalam lingkungan profesional Anda dapat menjadi sumbangsih penting bagi pembangunan masyarakat?
• APABILA ANDA IMAM, apakah Anda (imam diosis atau imam religius) merasa terpanggil untuk dari segi pelayanan maupun spirit kerasulannya sungguh berusaha melaksanakan panggilan sebagai Gembala, yang mencerminkan semangat Jean Marie Vianney?
• APABILA ANDA ORANG MUDA, apakah mau jadi imam serupa dengan Jean Marie Vianney?

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kesejahteraan dalam dunia maritim: Semoga semua orang yang bekerja dan hidup dari laut, yaitu pelaut, nelayan beserta keluarganya, dan para petugas yang menjaga laut, senantiasa dikaruniai keselamatan dan kesejahteraan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kerukunan bangsa: Semoga sebagai tindakan nyata dalam menjalin kebersamaan dan kerukunan bangsa, Gereja membuka diri terhadap kebudayaan dan mau menggalakkan aneka ragam kegiatan seni lokal. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan usaha kami dalam bernegara supaya terwujudlah keadilan bagi setiap warga negara. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s