Bagiku, Yesus adalah Mesias Sang Kristus

Renungan Harian Misioner
Minggu Biasa XXI, 23 Agustus 2020
Yes. 22:19-23; Mzm. 138:1-2a,2bc-3,6,8bc; Rm. 11:33-36; Mat. 16:13-20

BACAAN PERTAMA – Yesaya 22:19-23: Bacaan ini perlu dilihat, bukan dalam dirinya sendiri, seakan-akan mempunyai arti sebagai bacaan bebas. Bacaan ini erat berkaitan dengan panggilan Allah terhadap Daud, yang diurapi-Nya, sebagai pemuka Israel. Maka semua, yang memimpin Israel, pada lapisan terbawah sampai dengan lapisan teratas – seperti Raja – hanya mempunyai makna keselamatan, sebagaimana dikehendaki Allah, apabila dirujukkan kepada Pengutusan Allah kepada Daud. Oleh sebab itu, pelbagai lapisan kekuasaan yang menjadi kekuatan kepemimpinan Keluarga Israel, tidak dipandang sebagai sekedar kekuatan militer dan ekonomis maupun politis belaka; melainkan sebagai bagian dari partisipasi dalam pengutusan dari Yahweh untuk menghadirkan keselamatan manusia. Dalam hal ini, nubuat Nabi Yesaya menjadi ungkapan Kehendak Penyelamatan Allah,- apa pun kondisi dan situasi Palestina. Marilah kita menyediakan diri untuk diberi iman: “Tuhan, kami percaya kepadaMu, apa pun kondisi kami sekarang ini”.

BACAAN KEDUA – Roma 11:33-36: Bacaan dari Surat Paulus kepada umat di Roma, memperlihatkan, keserupaan pesan Perjanjian Baru dengan Perjanjian Lama. Panggilan Allah melalui Yesaya dalam Bacaan Pertama, berjajar dengan Bacaan Kedua dari Perjanjian Baru memperlihatkan: bagaimana iman kepada Tuhan Yesus Kristus sungguh merupakan perwujudan baru pesan Perjanjian Lama. Kepada kita, sebagai murid-murid Kristus, ditunjukkan, betapa kita diundang untuk mengimani, bahwa Kebijaksanaan Allah jauh lebih mendalam daripada problem dan duka derita, yang dialami manusia pada masa mana pun. Situasi dan kondisi Roma tentu berbeda dengan kita sekarang. Namun kita sungguh diminta membuka hati untuk percaya, bahwa seberapa pun sulit nampaknya, namun percayalah, kebijaksanaan Tuhan melampaui segala.

Untuk masa sekarang ini, kita mensyukuri, betapa banyak duka derita dan seluruh dunia berusaha untuk mencari jalan keluar yang utama. Begitu banyak para ahli, yang mau ikut menyelesaikan kesulitan yang disebabkan oleh wabah ini. Rupanya masih agak lama sampai segalanya terselesaikan: bahkan, yang nampaknya sudah teringankan, ternyata dapat juga kambuh lagi. Dalam hal itu, bacaan hari ini mengajak kita “percaya”, bahwa kebijaksanaan Allah akan melampaui segalanya dan memberi penyelesaian atas segala perkara. Marilah kita menyediakan diri untuk diberi iman: “Tuhan, kami percaya kepadaMu, apa pun kondisi kami sekarang ini”.

BACAAN INJIL – Matius 16:13-20: Dalam situasi, yang sering membawa keragu-raguan, bahkan ketakutan untuk mengaku sebagai murid seorang Guru dari Nasaret, yang banyak dibantahi pemuka agama dan masyarakat waktu itu, para Rasul ditantang mengambil sikap jelas. Pada masa sekarang ini, situasi dan kondisi amat berat: ya secara fisik, medis, psikis, kultural maupun ideologis dan spiritual. Kita juga terus menerus dan dalam segala lapisan hidup dirangsang untuk mengambil sikap: ya politis, ya ekonomis, ya budaya, ya kelompok untuk berkata “Orang Nasaret itu apa-mu?” Untuk menjawabnya, dapatlah kita membatasi diri dengan membaca, menafsirkan bacaan dan menganalisis secara sosial atau menggali secara filosofis dan religius. Yang akhirnya menentukan: marilah kita melakukan telaah guna memilah-milah dan memilih “bagi diriku, Yesus adalah Mesias, Sang Kristus”. Marilah kita menyediakan diri untuk diberi iman: “Tuhan, kami percaya kepadaMu, apa pun kondisi kami sekarang ini”.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kesejahteraan dalam dunia maritim: Semoga semua orang yang bekerja dan hidup dari laut, yaitu pelaut, nelayan beserta keluarganya, dan para petugas yang menjaga laut, senantiasa dikaruniai keselamatan dan kesejahteraan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kerukunan bangsa: Semoga sebagai tindakan nyata dalam menjalin kebersamaan dan kerukunan bangsa, Gereja membuka diri terhadap kebudayaan dan mau menggalakkan aneka ragam kegiatan seni lokal. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan usaha kami dalam bernegara supaya terwujudlah keadilan bagi setiap warga negara. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s