Umat Beriman Dipanggil Menjadi Kudus

Renungan Harian Misioner
Kamis, 27 Agustus 2020
P. S. Monika

1Kor. 1:1-9; Mzm. 145:2-3,4-5,6-7; Mat. 24:42-51

Bulan Agustus, Gereja merayakan banyak peringatan santo-santa, termasuk hari ini Perayaan Wajib Santa Monika. Umat Katolik pasti mengenal Santa Monika, hidupnya dipenuhi duka dan tekanan batin dari suaminya, Patrisius. Juga cara hidup anaknya, Agustinus, yang meninggalkan ajaran iman mengikuti ajaran Manikeisme serta kehidupan bebas sehingga mempunyai anak di luar pernikahan. Hal ini menjadi beban berat bagi Monika. Namun imannya tetap tak tergoyahkan, tak putus-putusnya ia berdoa untuk pertobatan suami dan anaknya. Ketekunan dan kesetiaan doa seorang ibu membuahkan pertobatan suami dan putranya, Agustinus yang kemudian memilih hidup bagi Allah dan sesama. Pertobatan putranya adalah puncak kebahagiaan dalam hidup Santa Monika. Keduanya menjadi orang kudus.

Bagaimana pun hidup yang kita hadapi, kita harus senantiasa mengucap syukur seperti yang diteladankan oleh rasul Paulus kepada jemaat di Korintus dan berlaku juga bagi kita umat beriman di zaman now. Meski di penjara, ia tak jemu bersaksi, mengajar, menghibur dan meneguhkan jemaat melalui surat-suratnya. Kesatuannya dengan Kristus dalam kebersamaannya dengan seluruh Gereja perdana, ia terus mewartakan, berbagi karunia-karunia Roh yang dimilikinya, tidak disimpan bagi dirinya sendiri.

Kita patut meneladani hidup Gereja Perdana, oleh karunia Tuhan, mereka hidup rukun, bekerja-sama, saling menolong bukan saling menjatuhkan tetapi mengutamakan kasih serta damai sejahtera diantara mereka. Tidak ada persaingan, apalagi iri-hati diantara jemaat. Semua dapat terwujud berkat kekuatan doa dan pelayanan, melakukan kehendak Roh Kristus.

Injil hari ini menulis sebuah nasihat, lebih tepatnya sebuah peringatan penting supaya kita berjaga-jaga, sebab kita tidak pernah tahu kapan saatnya kita dipanggil Tuhan. Pesan Injil, hendaklah kamu juga siap sedia karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga. Cara hidup kita di dunia, yang menentukan ke mana kita pulang, ke rumah Bapa atau ke neraka. Hidup doa dan kesetiaan kita melaksanakan kehendak-Nya selama di dunia menjadi proses perjalanan kita menuju kekudusan.

Perumpamaan hamba yang setia dan hamba yang jahat hendaknya menjadi perhatian kita selama hidup di dunia. Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang [Mat. 24:46]. Apakah hidupku senantiasa melakukan kehendak Bapa, menjadi orang yang berlaku adil dan bijaksana, mengutamakan kebahagiaan orang lain di atas kepentingan diri? Masihkah aku iri-hati melihat temanku lebih hebat, lebih sukses, lebih tenar, dsb? Pilihan ada pada kita selagi masih hidup di dunia ini. Ingat… hidup ini adalah kesempatan kita meniti jalan menuju kekudusan. Tetaplah waspada dan mawas diri. Betapa indahnya bila saat itu tiba, kita ditemukan tak bercacat-cela. Kembali pulang ke pangkuan-Nya dalam persekutuan para kudus-Nya.

Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia [1 Kor. 1:8-9].

(Alice Budiana – Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini, Paroki Kelapa Gading – KAJ)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kesejahteraan dalam dunia maritim: Semoga semua orang yang bekerja dan hidup dari laut, yaitu pelaut, nelayan beserta keluarganya, dan para petugas yang menjaga laut, senantiasa dikaruniai keselamatan dan kesejahteraan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Kerukunan bangsa: Semoga sebagai tindakan nyata dalam menjalin kebersamaan dan kerukunan bangsa, Gereja membuka diri terhadap kebudayaan dan mau menggalakkan aneka ragam kegiatan seni lokal. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami memercayakan usaha kami dalam bernegara supaya terwujudlah keadilan bagi setiap warga negara. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s