Memuliakan Tuhan dengan Memanusiakan Sesama

Renungan Harian Misioner
Sabtu, 5 September 2020
P. S.Teresa dr Kalkuta

1Kor. 4:6b-15; Mzm. 145:17-18,19-20,21; Luk. 6:1-5

Hari ini kita memperingati Santa Teresa dari Kalkuta. Bunda Teresa merupakan salah satu figur yang sangat berkesan bagi saya. Ia mendirikan Kongregasi Misionaris Cinta Kasih (MC – Missionary of Charity) dan mengabdikan diri melayani orang-orang yang miskin, terlantar dan dibuang dalam masyarakat. Bunda Teresa melakukan pelayanan yang luar biasa itu bukan tanpa tantangan dan kesulitan. Bahkan dalam salah buku “Come Be My Light”, dikisahkan pergulatannya mengalami ‘malam-malam gelap’ – mengalami kehampaan rohani. Namun, beliau tetap setia dan kasihnya tidak luntur pada sesama yang paling menderita. Bunda Teresa melihat Yesus sendiri dalam pribadi-pribadi yang dilayaninya setiap hari. Bagi Bunda Teresa praktek beragama harus mampu terwujud dalam tindakan paling konkret.

Injil kali ini juga memperlihatkan bagaimana Yesus meluruskan pola pikir orang Farisi. Mereka yang dengan taat menjalankan praktik keagaamaan seringkali lupa bahwa memerhatikan kebutuhan sesama tak terpisahkan dari hidup beragama. “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” (Luk. 6:5) Merayakan ekaristi, berdoa dan menjalankan praktik keagamaan merupakan ungkapan iman kita pada Tuhan. Namun kita-pun harus menyadari Tuhan yang kita muliakan itu hadir pula dalam sesama kita. Jika kita cenderung hanya mencukupkan diri pada pelayanan sosial dan mengabaikan doa, ekaristi dan kegiatan beragama-pun akan menjadikan kehidupan rohani kita timpang. Tindakan sosial semulia apapun tidak bisa menggantikan doa. Demikian pula taat pada ritual keagamaan saja tanpa peduli pada sesama menjadikan kita kaku dan tidak berbeda dengan orang-orang Farisi di jaman Yesus.

Bunda Teresa dan para Misionaris Cinta Kasih selalu mengawali hari dengan perayaan Ekaristi. Setelah kita menerima Yesus dalam Ekaristi, kini saatnya kita menjumpai dan melayani Yesus yang sama dalam diri orang-orang yang kita layani. Demikian Bunda Teresa berpesan kepada para susternya. Hal itu merupakan teladan yang indah bagaimana doa dan karya nyata menjadi satu kesatuan. Marilah kita mohon bimbingan Roh Kudus agar kita pun mampu memuliakan Bapa di Surga dengan mengasihi sesama dan memanusiakan mereka, sebagaimana telah diteladankan oleh Yesus kepada kita. Tuhan memberkati.

(Br. Kornelius Glossanto, XS – Missionaris Xaverian)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hormat terhadap sumber daya alam: Semoga semua sumber daya bumi ini tidak dikuras dan dirampas dengan serakah, tetapi dibagikan dengan adil, disertai rasa syukur dan penghargaan terhadap alam. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Menciptakan udara bersih: Semoga dalam partisipasi untuk menciptakan udara bersih, keluarga-keluarga Katolik berinisiatif menjalankan sumbangan yang sederhana dengan menghijaukan lingkungannya masing-masing. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan tekad kami untuk mendaraskan upaya keadilan kami pada Sang Sabda sendiri. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s