Orang Hina Yang Beroleh Kasih Karunia Allah

Renungan Harian Misioner
Kamis, 17 September 2020
P. S. Robertus Bellamirnus

1Kor. 15:1-11; Mzm. 118:1-2,16ab-17,28; Luk. 7:36-50

Peristiwa dalam Injil hari ini menunjukkan kenyataan yang umum terjadi dalam kehidupan kita, bahwa seseorang harus memiliki nama baik agar dapat diterima di tengah masyarakat. Maka, seseorang harus memperlihatkan kesaksian hidup yang sesuai ajaran Kristus kalau ingin dipandang sebagai orang Kristiani sejati. Tetapi Yesus mengajarkan bahwa penghakiman adalah milik Allah, manusia tidak punya hak untuk menilai apakah seseorang itu pantas atau tidak pantas dihargai hanya dengan melihat atau bahkan kadang-kadang hanya mendengar gosip atas kelakuan orang itu, sebab Allah melihat jauh ke kedalaman hatinya (Yoh. 5:22; 1Sam. 16:7).

Ketika seorang perempuan berdosa datang sambil menangis, berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya dengan air mata, menyekanya dengan rambut, kemudian mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi, orang-orang Farisi segera menilai bahwa Yesus tidak pantas bergaul dengan orang-orang berdosa. Mereka lupa bahwa di hadapan Allah semua manusia adalah pendosa, dan berhutang kepada-Nya. Karenanya kita tidak layak di hadapan Allah, dan tak seorang pun mampu membayar hutangnya sehingga layak di hadapan-Nya. Jangan pernah merasa diri lebih layak karena menilai dosa orang lain lebih banyak. Keselamatan diberikan bukan kepada orang yang merasa diri lebih layak dibandingkan orang lain, tetapi keselamatan juga diberikan kepada orang yang tidak layak, orang yang sangat berdosa seperti perempuan berdosa itu asalkan mereka mau menerima kasih karunia pengampunan Allah, menyesal dan bertobat dari dosanya.

Kristus sungguh tahu bahwa perempuan ini dahulunya orang berdosa tetapi melalui perumpamaan orang yang berhutang itu Yesus mengajarkan bahwa sekarang perempuan itulah orang yang telah dilunasi banyak hutangnya, ia orang berdosa yang telah diampuni, dan pendosa yang telah menyesali dosanya. Apa yang dilakukan perempuan itu terhadap-Nya adalah ungkapan kasih sayangnya yang besar kepada Juruselamatnya yang oleh-Nya dosa-dosanya yang ‘banyak’ itu diampuni, maka tidak mengherankan apabila ia mengasihi Juruselamatnya lebih besar daripada orang lain yang (menganggap) dosanya lebih sedikit. Dia memberikan bukti yang lebih besar daripada orang lain lewat tindakan kasihnya itu. Jika tindakannya itu adalah buah kasih sayangnya yang mengalir karena rasa syukur atas pengampunan dosanya, hal ini menyenangkan hati Allah sehingga Ia berkenan menerimanya. Tetapi sebaliknya di sini kita melihat bahwa selalu saja ada orang-orang yang tidak dapat mengerti kerahiman Tuhan itu, iman mereka belum membawa mereka pada anugerah keselamatan-Nya.

Maka, sebagai orang yang berdosa sudah selayaknya kita bersyukur kepada Tuhan yang meninggikan martabat kita dan mengangkat kita keluar dari lembah dosa. Allah yang lebih dulu mengasihi kita, selama-lamanya setia mengasihi kita. Kita dibebaskan dari ganjaran dosa yaitu maut, dan beroleh hidup untuk menceritakan perbuatan-perbuatan-Nya. Berdirilah teguh dalam pengajaran para rasul yaitu Injil yang sudah diberitakan kepada kita, dan yang sudah kita terima supaya tidak sia-sia kita percaya kepada Kristus yang telah mati karena dosa-dosa kita. Sesungguhnya kitalah orang hina yang dapat hidup sebagaimana kita berada sekarang karena kasih karunia Allah. Kita harus bekerja lebih keras bukan dengan kekuatan kita sendiri, melainkan karena Allah menyertai kita untuk mengajar apa saja yang sudah diajarkan-Nya kepada kita sampai semakin banyak orang menjadi percaya kepada Yesus (Mzm. 118: 1-2,16-17; Rm. 6:23; 1Yoh. 4:19; 1Kor. 15:1-3,10-11). (ek)

(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hormat terhadap sumber daya alam: Semoga semua sumber daya bumi ini tidak dikuras dan dirampas dengan serakah, tetapi dibagikan dengan adil, disertai rasa syukur dan penghargaan terhadap alam. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Menciptakan udara bersih: Semoga dalam partisipasi untuk menciptakan udara bersih, keluarga-keluarga Katolik berinisiatif menjalankan sumbangan yang sederhana dengan menghijaukan lingkungannya masing-masing. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan tekad kami untuk mendaraskan upaya keadilan kami pada Sang Sabda sendiri. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s