SIAPAKAH YESUS BAGIKU?

Renungan Harian Misioner
Jumat, 25 September 2020
P. S. Nikolas dr Flue, S. Sergius dr Radonezh

Pkh. 3:1-11; Mzm. 144:1a,2abc,3-4; Luk. 9:19-22

Bacaan pertama hari ini ditulis ”Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya” (Pkh. 3:1). Diuraikan dalam ayat per ayat yang intinya dari segala sesuatu ada waktunya. Ada waktu untuk melakukan kebaikan dan ada waktu juga untuk melakukan kejahatan. Diakhiri dengan ayat ”Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka.Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir” (Pkh. 3:11).

Semua yang boleh kita alami adalah penyelenggaraan Ilahi. Jika kita sungguh menyadari, selama hidup, karya Allah senantiasa menyertai hidup kita. Maka kita harus bisa memilih, mana yang baik yang menyenangkan Allah dan mana yang harus kulepas karena mendukakan Allah. Dengan hati nurani yang telah Allah anugerahkan, kita dimampukan untuk melakukan segala kebaikan. Tantangan dan hambatan yang muncul dalam kesetiaan iman adalah jalan kebahagiaan menuju keselamatan sejati. Marilah kita wujudkan iman kita kepada Allah dengan saling berbuat baik dan menyelamatkan serta membahagiakan. Agar hidup menjadi berarti dan berpengharapan.

Hidup bisa menjadi berarti dan berpengharapan, ditentukan oleh pandangan, sikap, pengenalan iman kita terhadap Yesus, Putera Allah. Siapakah Yesus bagiku?

Tentu setiap orang punya jawaban yang berbeda. Mungkin dipengaruhi sejak kapan atau berapa lama sudah mengenal Yesus, berapa lama sudah dibaptis. Mendengar atau membaca kisah-kisah tentang Yesus dari Kitab Suci atau berbagai sumber. Sebagai orang beriman yang sudah dibaptis, kita pun diminta untuk sampai pada pengenalan akan Yesus secara pribadi, berdasarkan pengalaman hidup konkret, bukan mengikuti kata orang.

Saat Yesus bertanya kepada para murid: “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?” Ada yang menjawab Yohanes Pembaptis, Elia dan salah seorang nabi yang bangkit. Jawaban ini adalah berdasarkan “kata orang”. Yesus juga bertanya: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Petrus menjawab: “Mesias dari Allah”, jawaban inilah yang diimani Gereja sampai masa kini.

Mendengar jawaban Petrus, Yesus melarang keras mereka memberitahukan hal itu kepada siapa pun. Yesus menyatakan kepada mereka bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.

Bagi para murid, mendengar hal ini tentu tidak mudah. Bagi kita yang hidup di zaman now, hal tersebut tertulis dalam Katekismus Gereja Katolik sebagai dasar iman umat Kristiani. Setiap tahun kita memperingati wafat dan kebangkitan Kristus. Tetapi… apakah semua itu hanya menjadi pengetahuan, diingat dan dihafal namun tanpa penghayatan dalam hidup pribadiku?

Siapakah Yesus bagiku? Amatlah penting kita hayati, sadari dengan kesungguhan hati pengenalan tentang siapa Yesus bagiku. Yesus tidak sebatas yang aku kenal di gereja, yang aku terima dalam rupa hosti kudus setiap kali merayakan Ekaristi. Yesus yang aku kenal setiap kali melihat Paus, bertemu Uskup atau Imam yang baik dan murah hati. Tetapi Yesus harus tampak dalam diri setiap orang yang aku temui, di tengah keluarga, di wajah orang-orang miskin dan menderita. Wajah Kristus yang bagaimana yang aku kenal selama ini? Semoga pengenalan kita yang benar terhadap Yesus, mengantar kita melangkah menuju kekudusan.

(Alice Budiana – Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini, Paroki Kelapa Gading – KAJ)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hormat terhadap sumber daya alam: Semoga semua sumber daya bumi ini tidak dikuras dan dirampas dengan serakah, tetapi dibagikan dengan adil, disertai rasa syukur dan penghargaan terhadap alam. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Menciptakan udara bersih: Semoga dalam partisipasi untuk menciptakan udara bersih, keluarga-keluarga Katolik berinisiatif menjalankan sumbangan yang sederhana dengan menghijaukan lingkungannya masing-masing. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan tekad kami untuk mendaraskan upaya keadilan kami pada Sang Sabda sendiri. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s