Misi: Mengasihi Terus-Menerus

Hari Pertama, Renungan Bulan Misi
Kamis, 1 Oktober 2020
Pesta : St. Teresia dari Kanak-kanak Yesus, Pelindung Karya Misi

Bacaan : Yes. 66:10-14b atau 1Kor. 12:31 – 13:13
Injil : Mat. 18:1-4

“Kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.” (1Kor. 13:4-5)

Lirik lagu “Kasih Ibu” tidak asing lagi dalam pendengaran kita. “Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia.” Ketika kita mendengar lagu yang begitu ceria penuh makna itu, ingin rasanya kita kembali ke masa kecil. Merasakan hangatnya kasih sayang ibu kepada kita. Kasih ibu tidak terhingga sepanjang masa. Sebagaimana laut yang tak pernah kering, sebagaimana jalan yang tak berujung. Kasih yang tak pernah padam, dan takkan berhenti sepanjang masa, kasihnya mengalir secara terus-menerus.
Rasul Paulus dalam bacaan pertama berbicara tentang ‘kasih’. Ia mengajak Jemaat di Korintus berusaha untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Ada banyak karunia yang Tuhan berikan kepada kita semua. Manakah karunia yang utama itu? Paulus mengatakan: “Sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faeadahnya bagiku”. Jadi menurut Paulus kasihlah yang paling utama dari semua karunia yang ada.

Rasul Yohanes mengatakan, “Barangsiapa, tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih” (1Yoh. 4:8). Kasihlah yang menjadi ciri khas keberadaan Allah. Sifat-sifat Allah inilah yang harus kita ditumbuhkan dalam hidup kita sehari-hari secara terus-menerus. Kasih itu sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak mementingkan diri sendiri.

Hari ini merupakan awal bulan Oktober. Gereja menetapkan bulan Oktober sebagai bulan Rosario dan bulan Misi. Sebagai umat beriman, kita diajak untuk berdoa Rosario setiap hari sebagai perwujudan bulan Rosario dan bulan Misi. Selain itu, kita juga kita merayakan pesta St. Theresia dari Kanak-Kanak Yesus, Perawan Pujangga Gereja, dan Pelindung Misi. “Mengapa Theresia diangkat oleh Gereja sebagai pelindung misi, padahal ia tidak pernah pergi ke tanah misi?” Semua itu karena ‘kasih dan cintanya yang besar kepada Tuhan Yesus. Kasih dan cinta Theresia semakin hari semakin bertambah. Ia rindu bersatu dengan Kanak-Kanak Yesus. Kerinduannya terungkap dalam salah satu doanya: “Yesus, tentu Engkau senang mempunyai mainan. Biarkan saya menjadi mainan-Mu! Anggap saja saya mainan-Mu. Bila akan Kauangkat, betapa senang hatiku. Jika hendak Kausepak kian kemari, silahkan! Dan kalau hendak Kautinggalkan di pojok kamar lantaran bosan, boleh saja. Saya akan menunggu dengan sabar dan setia. Tetapi kalau hendak Kautusuk bola-Mu… O, Yesus tentu itu sakit sekali, namun terjadilah kehendak-Mu!”

Dalam dokumen tentang persaudaraan manusia dikatakan: Penyebab paling utama dari krisis dunia modern adalah hati nurani manusia yang kehilangan kepekaan, menjauhkan diri dari nilai-nilai agama, dan individualisme yang dominan (art. 17). Hati nurani manusia harus selalu diasah secara terus-menerus untuk dapat menumbuhkan kasih yang sejati. Kasih yang sabar, murah hati dan tidak egois. Kasih yang membuat kita tumbuh secara sempurna seperti yang diinginkan oleh Allah sendiri. Kita diajak untuk mengasihi secara terus-menerus dalam hidup kita. Bagaimana dengan kita, sudahkah kita mengasihi Tuhan dan sesama kita secara terus-menerus?

Misi kita hari ini: mengasah hati nurani kita untuk menjadi pribadi yang penuh kasih, sabar, dan murah hati. Kita dipanggil untuk memiliki kasih Allah secara terus-menerus. (YH)

(Sr. Yohana Halimah, SRM – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Partisipasi kaum awam: Semoga dengan keutamaan sakramen baptis, para awam, terutama kaum perempuan, dapat semakin ikut berpartisipasi dalam berbagai bidang tanggung jawab gerejawi. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berbahasa lembut: Semoga umat Katolik mau mengutamakan bahasa yang lemah lembut sebagai upaya menciptakan persahabatan dan persaudaraan di tengah kemelut komunikasi media sosial yang cenderung pedas, mengancam, dan merusak dewasa ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan kaum muda kami agar terus menerus belajar membela keadilan bagi siapa pun. Kami mohon…

Amin

One thought on “Misi: Mengasihi Terus-Menerus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s