Misi: Menjadi Pelindung bagi Sesama

Hari ke-2 Jumat Pertama, Renungan Bulan Misi
Jumat, 2 Oktober 2020
Peringatan : Para Malaikat Pelindung

Bacaan : Kel. 23:20-23a
Injil : Mat. 18:1-5,10

“Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan.” (Kel. 23:20)

Manusia tak pernah berjalan sendiri. Kita dapat menemukan bukti sejarah melalui kisah-kisah di Alkitab, bahwa sejak zaman dahulu Tuhan selalu menyertai umat-Nya. Ada yang bahkan percaya, bahwa setiap manusia memiliki seorang malaikat pelindung. Benarkah demikian? Coba ingat-ingat sepanjang hidup Anda apakah Anda pernah melihat, merasakan atau bahkan berjumpa secara langsung dengan malaikat pelindung Anda tersebut?

Ini bukan sosok imajinari yang berjubah putih, tembus pandang, bersayap atau melayang di udara yang sedang kita bicarakan. Malaikat pelindung ini tak bersayap, sering kali tak berjubah putih, ia bahkan berdaging, bernapas dan hidup! Ya, malaikat-malaikat pelindung itu ada di antara kita, bisa jadi siapa pun yang kita temui. Bahkan saya dan Anda sendiri pun mungkin dapat menjadi malaikat pelindung yang diutus Tuhan bagi seseorang.

Adakah sebuah peristiwa yang membekas di ingatan, saat Anda tengah berada di dalam sebuah situasi di mana Anda butuh pertolongan dan hampir putus asa? Lalu entah dari mana datangnya, tiba-tiba ada seseorang muncul memberi pertolongan yang Anda butuhkan dan Anda pun terselamatkan dari situasi yang sulit tersebut. Orang itu mungkin orang yang telah Anda kenal sebelumya, namun mungkin juga orang asing yang tidak Anda kenal sama sekali.

Seorang ibu korban tsunami Palu 2018 berkisah, ketika gempa bumi pertama terjadi, para tetangga berteriak, berhamburan keluar, lari meninggalkan rumah mereka yang terletak di pinggir pantai. Saat itu ia tengah memandikan anak perempuannya. Tanpa berpikir panjang, suaminya yang belum sempat memakai kaos menyambar dan menggendong anak mereka yang belum selesai mandi. Mereka berlari tergesa mendaki jalan, naik ke bukit, untuk menyelamatkan diri. Saat menengok ke belakang, mereka melihat tsunami menerjang rumah-rumah dan dalam sekejap semuanya hancur. Mereka selamat, namun hari sudah sore ketika mereka sampai di atas bukit, dan hawa dingin menusuk tulang. Bagaimana si anak dan bapaknya akan melewatkan malam itu tanpa sehelai pakaian? Lalu, entah dari mana munculnya seorang pemuda menghampiri mereka, membuka kemejanya, memakaikannya pada anak kecil itu dan berjanji akan kembali membawakan pakaian untuk si bapak. Tidak sampai sejam kemudian pemuda itu muncul lagi, menyerahkan sebuah daster anak perempuan dan sebuah kaos laki-laki. Si bapak menangis tak dapat menahan haru menerima pemberian yang sangat berharga itu. Sepanjang hidupnya ia yang selalu memberi sesuatu kepada orang-orang, ia tak pernah menyangka bahwa akan ada hari itu, di mana ia yang menerima bantuan dari seseorang yang bahkan tidak dikenalnya. Siapakah pemuda itu? Mereka tak pernah tahu. Setelah memberikan pakaian, ia menghilang. Bahkan ketika mereka telah turun dari bukit dan mencoba mencarinya, mereka tak berhasil menemukannya.

Pemuda itu adalah malaikat Tuhan. Saya dan Anda pasti juga memiliki pengalaman berbeda yang serupa. Momen perjumpaan dengan malaikat pelindung kita. Tetapi sadarkah kita, bahwa kita pun sebaliknya bisa menjadi malaikat pelindung bagi orang lain?

Dalam dokumen Persaudaran Manusia dikatakan bahwa: Atas nama orang miskin, orang papa, orang yang terpinggirkan, dan mereka yang paling membutuhkan, yang Allah perintahkan agar kita bantu sebagai kewajiban yang dituntut dari semua orang, terutama dari mereka yang kaya dan berada (art. 6).

Mari bersama-sama kita hadir di dunia menjawab panggilan kita sebagai malaikat pelindung, terutama bagi mereka yang kecil, lemah dan yang tak memiliki harta, kemampuan maupun kuasa dalam hidup mereka. Memberi bukan sekedar materi, tetapi juga dukungan, semangat, kepercayaan dan kehadiran yang membawa damai. Namun baiklah kita semua mengingat untuk tidak membusungkan dada ketika memberi, melainkan berusaha selalu menundukkan hati. Pemberian itu kita persembahkan kepada Allah dan kita mohon agar dimurnikan dari segala niat dan kepentingan pribadi yang mungkin tersembunyi di dalam sudut-sudut hati kita.

Misi kita hari ini: melindungi, menjaga dan mendukung sesama yang membutuhkan. (BIL)

(Angel – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Partisipasi kaum awam: Semoga dengan keutamaan sakramen baptis, para awam, terutama kaum perempuan, dapat semakin ikut berpartisipasi dalam berbagai bidang tanggung jawab gerejawi. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berbahasa lembut: Semoga umat Katolik mau mengutamakan bahasa yang lemah lembut sebagai upaya menciptakan persahabatan dan persaudaraan di tengah kemelut komunikasi media sosial yang cenderung pedas, mengancam, dan merusak dewasa ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan kaum muda kami agar terus menerus belajar membela keadilan bagi siapa pun. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s