Misi: Bersatu Hati untuk Peduli dan Berbakti

Hari ke-9, Renungan Bulan Misi
Rabu, 9 Oktober 2019
Peringatan : Abraham, Bapa Bangsa; St. Dionisius; St. Yohanes Leonardus

Bacaan : Gal. 3:7-14
Injil : Luk. 11:15-26

“Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: ‘Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh’.” (Luk. 11:17)

Kita sering mendengar ungkapan: “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Ungkapan ini mau mengatakan, segala sesuatu yang kita lakukan bersama-sama akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik, membuat kita lebih kuat, namun jika kita tercerai berai, kita akan lemah dan tak berdaya. Hal ini berlaku juga untuk relasi kita dengan Tuhan. Ketika kita bersatu dengan Tuhan, maka kita akan menjadi kuat dan selalu waspada sehingga tidak mudah terperosok ke dalam dosa. Kesatuan kita dengan Tuhan akan membuat hati kita tenang, memberi kita kekuatan untuk terus berusaha dan bekerja, serta menciptakan damai dalam keluarga kita.

Hari ini kita memperingati Abraham sebagai Bapa Bangsa, Bapa orang beriman. Karena ketaatannya, dan kesetiaannya kepada Allah, maka Abraham layak mendapat gelar sebagai Bapa orang beriman. Rasul Paulus mengatakan mereka yang hidup dari iman, adalah anak-anak Abraham. Iman yang sejati, menumbuhkan kesatuan hati dan kepeduliaan terhadap sesama, seperti yang diteladankan Yesus Tuhan kita. Iman yang sejati tumbuh dari rasa bakti kita kepada Tuhan. Yesus mengajak kita untuk semakin erat bersatu dengan Tuhan lewat doa, membaca Kitab Suci, dan menyertakan Tuhan dalam seluruh aktivitas hidup kita. Kesatuan kita dengan Tuhan menjadi sangat penting karena kita tidak mungkin hidup dengan kekuatan kita sendiri. Tenaga, semangat, pikiran dan kemampuan, serta kreativitas kita sangat terbatas.

Injil hari ini berkisah tentang Yesus dan Beelzebul. Kita ketahui bahwa Beelzebul adalah penghulu setan. Dari antara mereka yang melihat Yesus telah berhasil mengusir setan, mereka berkata: “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul”, maka banyak orang heran mendengar hal itu. Bagaimana mungkin Yesus mengusir setan dengan kuasa setan sendiri? Tentu hal ini tidak masuk akal. Jelas, Tuhan Yesus tidak mau bersekutu dengan setan. Setan hanya mendatangkan kehancuran, perselisihan, kebohongan dan tentu tidak memiliki ketulusan, atau bakti kepada Tuhan. Setan akan berusaha untuk mencari pengikut (manusia) agar menjadi seperti dirinya, yang tidak memedulikan orang lain. Sebaliknya, Tuhan Yesus mengajarkan hal yang indah, hati yang menyatu, kepedulian dan sikap bakti kepada Tuhan, seperti teladan yang Ia berikan selama Ia hidup di dunia ini. Hati-Nya senantiasa menyatu dengan Bapa-Nya, hati yang penuh bakti, dan belas kasih, peduli pada penderitaan orang lain. Yesus selalu tergerak oleh belas kasih, ketika melihat orang-orang di sekeliling-Nya menderita.

Kita diundang untuk menjadi pribadi seperti Yesus, yang dekat dengan Allah Bapa, dan selalu peduli dan penuh bakti kepada Tuhan serta juga kepada sesama. Kita dipanggil untuk bersatu hati untuk mewujudkan persaudaraan sejati, penuh kasih, peduli akan kebutuhan orang lain, sehingga membawa damai dan sukacita, bukan membawa perpecahan.

Dalam dokumen tentang “Persaudaraan Manusia” disebutkan bahwa: Atas nama keadilan dan belas kasihan, dasar kemakmuran dan batu penjuru iman (art. 12). Kita dapat menjadi batu penjuru iman seperti Tuhan Yesus yang memperjuangkan kemakmuran bersama, dan keadilan bagi mereka yang tertindas. Selalu memiliki belas kasih dan kepedulian kepada sesama di dalam situasi apa pun sebagai wujud cinta dan bakti kita kepada Allah.

Misi kita hari ini: menyatukan hati dengan sesama untuk membangun rasa peduli pada yang kecil dan selalu berbakti pada Tuhan. (YH)

(Sr. Yohana Halimah, SRM – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Partisipasi kaum awam: Semoga dengan keutamaan sakramen baptis, para awam, terutama kaum perempuan, dapat semakin ikut berpartisipasi dalam berbagai bidang tanggung jawab gerejawi. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berbahasa lembut: Semoga umat Katolik mau mengutamakan bahasa yang lemah lembut sebagai upaya menciptakan persahabatan dan persaudaraan di tengah kemelut komunikasi media sosial yang cenderung pedas, mengancam, dan merusak dewasa ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan kaum muda kami agar terus menerus belajar membela keadilan bagi siapa pun. Kami mohon…

Amin

One thought on “Misi: Bersatu Hati untuk Peduli dan Berbakti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s