Misi: Menanggapi Kasih Karunia dengan Membela Keutuhan Ciptaan

Hari ke-19, Renungan Bulan Misi
Senin, 19 Oktober 2020
Peringatan : St. Paulus dari Salib, St. Yohanes de Brébeuf dan Isaac Jogues

Bacaan : Ef. 2:1-10
Injil : Luk. 12: 13-21

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.” (Ef. 2:8)

Nota Pastoral Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) 2012 berjudul: Keterlibatan Gereja Dalam Melestarikan Keutuhan Ciptaan. Dengan memilih judul tersebut, Gereja ingin mengajak seluruh umat Katolik untuk memberi perhatian, meningkatkan kepedulian dan tindakan partisipatif dalam menjaga, memperbaiki, melindungi dan melestarikan keutuhan ciptaan dari berbagai macam kerusakan.

Dalam bacaan pertama Rasul Paulus menuliskan bahwa semuanya adalah kasih karunia. Paulus menyadarkan kepada Jemaat di Efesus bahwa Allah yang begitu kaya dengan rahmat-Nya, karena kasih-Nya yang besar melimpahkan kepada kita. Allah telah menunjukkan kekayaan dan kasih karunianya yang melimpah-limpah dalam diri Yesus Kristus. Apakah selama ini kita menyadari akan kasih karunia Allah yang melimpah dalam diri kita? Pernahkah kita merenungkan bahwa alam semesta Allah ciptakan karena besar cinta-Nya kepada umat manusia? Pernahkah kita mensyukuri semua ciptaan-Nya dengan ikut menjaganya? Mensyukuri atas kasih karunia Tuhan, dapat kita wujudkan dengan ikut serta membela keutuhan ciptaan? Allah menciptakan semua baik adanya, sesuai tatanan alam semesta, baik adanya.

Pada hari ini Yesus mengajarkan kepada kita tentang perumpamaan orang kaya yang bodoh. Mengapa orang kaya ini dikatakan bodoh? Karena ia hanya mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, tapi ia tidak kaya di hadapan Allah. Sebagai anak-anak Allah kita diberi kebebasan untuk mengisi hidup kita, dengan melakukan yang baik, memelihara keutuhan ciptaan, sebagai bentuk syukur kepada Allah.

Dalam nota pastoral KWI tentang “Keterlibatan Gereja Dalam Melestarikan Keutuhan Ciptaan” dikatakan: Sebagai citra Allah, manusia mempunyai martabat sebagai pribadi yang mampu mengenali dirinya sendiri, menyadari kebersamaan dirinya dengan orang lain, dan bertanggung jawab atas makhluk ciptaan yang lain. Manusia adalah rekan kerja Allah dalam menata, menjaga, memelihara dan mengembangkan seluruh alam semesta ini. Allah memberikan kepercayaan kepada manusia untuk memelihara dan mengolah dengan bijaksana alam semesta ini serta berupaya menciptakan hubungan yang harmonis di antara semua ciptaan (bdk. Kej. 2:15). Oleh karena itu, manusia harus mengelola bumi dengan segala isinya ini dalam kesucian dan keadilan.

Kita bersyukur atas anugerah Allah dalam kehidupan ini. Semua telah Allah sediakan bagi kita. Allah selalu melengkapi hidup kita dengan berbagai macam rezeki dari alam semesta ini. Sebagai bentuk syukur dan terima kasih kita kepada Allah, kita harus turut serta menjaga dan membela keutuhan ciptaan. Kita mesti mengurangi penggunaan air dan energi, mengurangi sampah-sampah plastik, styrofoam, kemasan-kemasan plastik dan alumunium, menggunakan sarana-sarana transportasi yang hemat dan ramah lingkungan. Kita sebagai ciptaan Allah yang secitra dengan-Nya, kita bersyukur dapat ikut mengambil bagian melestarikan keutuhan ciptaan sebagaimana Allah sendiri telah menciptakan alam semesta dengan baik adanya.

Paus Fransiskus dalam dokumen persaudaraan manusia menuliskan: Melalui iman pada Allah, yang telah menciptakan alam semesta, segala makhluk, dan semua manusia (setara karena belas kasihan-Nya), orang-orang beriman dipanggil untuk mengungkapkan persaudaraan manusia ini dengan melestarikan ciptaan dan seluruh alam semesta dan mendukung semua orang, terutama mereka yang miskin dan yang paling membutuhkan (art. 1).

Misi kita hari ini: merawat ciptaan Tuhan dan membela keutuhan ciptaan. (YH)

(Sr. Yohana Halimah, SRM – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Partisipasi kaum awam: Semoga dengan keutamaan sakramen baptis, para awam, terutama kaum perempuan, dapat semakin ikut berpartisipasi dalam berbagai bidang tanggung jawab gerejawi. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Berbahasa lembut: Semoga umat Katolik mau mengutamakan bahasa yang lemah lembut sebagai upaya menciptakan persahabatan dan persaudaraan di tengah kemelut komunikasi media sosial yang cenderung pedas, mengancam, dan merusak dewasa ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami mempersembahkan kaum muda kami agar terus menerus belajar membela keadilan bagi siapa pun. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s