Doa: Wujud Iman yang Hidup

Renungan Harian Misioner
Sabtu, 14 November 2020
P. S. Yosef Maria Pignatelli; Duns Scotus

3Yoh. 5-8; Mzm. 112:1-2,3-4,5-6; Luk. 18:1-8

Di desa tempat saya bertugas di pedalaman Sierra Leone – sebuah negara kecil di Afrika barat – setiap hari orang datang ke pastoran untuk membeli ikan. Kami menjual ikan kepada penduduk lokal karena mereka kesulitan mendapatkan ikan segar. Mereka yang ingin membeli ikan akan datang ke pastoran dan berteriak memanggil pastor dari luar. Ada kalanya mereka datang siang hari saat kami sedang istirahat. Mereka tidak akan berhenti memanggil sampai salah satu dari kami keluar dan melayani mereka. Menjelaskan kepada mereka untuk datang pada jam-jam tertentu saja adalah hal yang sulit. Banyak dari mereka tidak bisa membaca, apalagi melihat jam.

Usaha orang-orang desa tersebut mengingatkan saya pada kisah perumpamaan dalam Injil hari ini. Sang raja yang lalim itu merasa terganggu dengan tuntutan janda tersebut. Sebab janda itu memohon terus menerus tanpa kenal lelah. Mereka yang memohon dengan gigih dan terus menerus memperlihatkan betapa mereka sungguh-sungguh mengharapkan bantuan. Harapan mereka yang kuat tidak ubahnya dengan iman. Dan iman itu bagi Yesus terwujud dalam doa yang tak jemu-jemu. “Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu” (Luk. 18:1).

Berdoa sejatinya bukan sekedar ritual demi memenuhi tuntutan hidup beragama. Berdoa bagi orang beriman merupakan perwujudan iman mereka. Berdoa yang dimaksud adalah kesediaan kita untuk senantiasa berada dalam relasi dengan Tuhan. Mereka yang beragama mungkin hanya berhenti pada praktik-praktik doa. Namun bagi mereka yang beriman, berdoa merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mereka percaya bahwa Tuhan senantiasa hadir dan membimbing hidup mereka. “Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?” (Luk.18:7).

Yesus berkata, bukan kita sendiri yang berdoa, namun Roh Kudus yang telah dianugerahkan kepada kitalah yang memampukan kita berdoa. Maka marilah kita mohon bimbingan Roh Kudus, agar selalu dianugerahi rahmat untuk sanggup menjalin relasi dengan Tuhan tanpa kunjung putus; untuk berdoa tanpa jemu-jemu. Tuhan memberkati kita selalu.

(Br. Kornelius Glossanto, SX – Missionaris Xaverian)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Intelegensi artifisial: Semoga kemajuan teknologi robotik dan intelegensi artifisial dapat dikendalikan demi tujuannya yang luhur, yakni melayani dan mengabdi manusia serta kemanusiaan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para ayah: Semoga para ayah tetap menginsyafi kewibawaan dan kebijaksanaannya sebagai kepala keluarga di tengah arus sosial yang menggerus kehidupan keluarga zaman ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami persembahkan seluruh umat di Keuskupan kami untuk bersedia menjadi pejuang keadilan di setiap tempat tinggal dan karyanya. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s