Bertahan dalam Iman

Renungan Harian Misioner
Rabu, 25 November 2020
P. S. Catharina dr Alexandria

Why. 15:1-4; Mzm. 98:1,2-3ab,7-8,9; Luk. 21:12-19

Sejarah perjalanan umat Kristiani membuktikan kebenaran perkataan Yesus mengenai resiko yang akan dialami dan ditanggung oleh para pengikut-Nya: “Akan datang harinya kalian ditangkap dan dianiaya. Karena nama-Ku kalian akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat, dimasukkan ke dalam penjara, dan dihadapkan kepada raja-raja dan para penguasa” (Luk. 21:13). Yesus mengingatkan pula para murid-Nya bahwa mereka tidak hanya dimusuhi oleh para pemuka agama dan penguasa, tetapi dimusuhi oleh orang-orang yang paling dekat dengan mereka: “Kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh” (Luk. 21:16). Singkatnya, “..kamu akan dibenci semua orang karena nama-Ku” (Luk. 21:18).

Apa yang diungkapkan Yesus mengenai risiko yang akan dihadapi dan dialami oleh para murid-Nya sungguh-sungguh terjadi dan dialami oleh para murid dan para pengikut Yesus generasi-generasi berikutnya hingga saat ini. Eusabius, seorang penulis sejarah, menulis buku mengenai cara meninggalnya para murid Yesus di tahun 325 yang berjudul: “Rasul dan Murid dari Juru Selamat Telah Menyebarkan dan Mengkhotbahkan Injil ke Seluruh Dunia”. Tulisan dari Eusebius telah ditelusuri dan diselidiki ulang oleh penulis sejarah Gereja kondang Mr. Schumacher untuk membuktikan kebenaran dari tulisan tersebut. Semua murid Yesus (kedua belas rasul) mati dibunuh karena karena iman mereka akan Yesus. Kisah seputar kematian para murid Yesus memperlihatkan bahwa tidak satupun dari para murid yang memilih untuk hidup senang dan tenteram dengan bersedia mengingkari atau menyangkal Yesus. Kerelaan dan kesanggupan untuk bertahan dalam iman akan Yesus, bertahan dalam memberikan kesaksian akan Yesus dan kesanggupan untuk tetap setia kepada Yesus tanpa takut mati bersumber dari Yesus sendiri. Mereka sungguh-sungguh percaya akan janji Yesus kepada mereka jika mereka dibenci oleh semua orang: “..tetap teguhlah di dalam hatimu, supaya supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu” (Luk. 21:14-15). Yesus sendiri yang memberikan kata-kata hikmat kepada para murid-Nya sehingga mereka tidak dapat ditentang atau dibantah oleh lawan-lawan mereka. Jalan terakhir yang ditempuh oleh para pembenci pengikut Yesus adalah melenyapkan para murid Yesus dengan cara membunuh mereka. Rasul Paulus dan kawan-kawannya juga mengalami nasib yang serupa. Mereka dibenci, ditolak, dianiaya dan dipenjarakan karena nama Yesus. Meskipun demikian, mereka mengalami kehadiran dan penyertaan Yesus. Rasul Paulus memberi kesaksian tentang bagaimana mereka mengalami penyertaan Tuhan: “Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian; kami dihempaskan, namun tidak binasa” (2Kor. 4:8-9).

Kisah mengenai kemartiran para murid Yesus dan pengikut-pengikut Yesus sepanjang sejarah Gereja menunjukkan bahwa menjadi pengikut Yesus bukan tanpa risiko. Kita sering menyaksikan dan mendengar bagaimana para pengikut Yesus di berbagai tempat dibenci, ditolak, dianiaya dan dibunuh. Dalam situasi yang demikian, Gereja sebagai umat Allah justru berkembang pesat, baik dalam jumlah maupun kualitas iman. Secara manusiawi mestinya para pengikut Yesus di tempat-tempat seperti itu tidak berkembang, bahkan mati karena berbagai bentuk penolakan, penindasan dan penganiyaan. Namun yang terjadi justru sebaliknya, yaitu Gereja makin bertumbuh dan berkembang. Realitas semacam ini memperlihatkan dengan terang benderang penyertaan Yesus dalam setiap perjalanan dan perjuangan iman para pengikut-Nya. Fakta dan pengalaman akan penyertaan Yesus terhadap para pengikut-Nya dalam situasi yang teramat sulit dan mengerikan sepanjang sejarah kekristenan hingga saat ini meyakinkan kita bahwa Yesus tidak pernah membiarkan kita sendirian dalam perjuangan untuk menjadi saksi-saksi-Nya di dunia ini. Yang dituntut oleh Yesus dari setiap pengikut-Nya adalah tetap bertahan dalam iman: “Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu” (Luk. 21:19). Bertahan dalam iman berlandaskan keyakinan bahwa Yesus tidak pernah meninggalkan sahabat-sahabat-Nya yang sedang mengalami penolakan, penindasan dan penganiayaan. Keyakinan inilah yang seharusnya tertanam dan berakar dalam diri kita sehingga apapun risiko yang kita hadapi karena iman akan Yesus beserta pelaksanaan ajaran dan perintah-Nya , kita akan tetap bertahan dalam iman.

(RP. Silvester Nusa, CSsR – Dosen STKIP Weetebula, NTT)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Intelegensi artifisial: Semoga kemajuan teknologi robotik dan intelegensi artifisial dapat dikendalikan demi tujuannya yang luhur, yakni melayani dan mengabdi manusia serta kemanusiaan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para ayah: Semoga para ayah tetap menginsyafi kewibawaan dan kebijaksanaannya sebagai kepala keluarga di tengah arus sosial yang menggerus kehidupan keluarga zaman ini. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Kami persembahkan seluruh umat di Keuskupan kami untuk bersedia menjadi pejuang keadilan di setiap tempat tinggal dan karyanya. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s